Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Itu Fasisme? - Ideologi Pemicu Perang Dunia 2

Apa Itu Fasisme?

Fasisme adalah sebuah paham politik yang menuntut kepatuhan penuh pada seorang pemimpin dan erat kaitannya dengan karakter otoritarian, militerisme dan chauvinistik. Bukan hanya itu saja, isme yang satu ini juga cenderung bersifat sangat reaksioner, radikal dan militan.

Pengertian dan Sejarah Fasisme

Mussolini dan Hitler
Mussolini dan Hitler

Bermula dari sebuah pandangan untuk mengembalikan kejayaan Romawi, fasisme di tangan Benito Mussolini berkembang lebih jauh, yakni berupaya untuk memperluas wilayah negara Italia.

Cukup sulit untuk membedah ideologi fasisme tanpa membahas militerisme, otoritarianisme, chavinistik, rasisme, dan ekspansionalisme. Bahkan ketika membahas ideologi yang satu ini, mau tidak mau harus juga menyinggung sosialisme, kapitalisme, komunisme dan bahkan anarko.

Benito Mussolini sendiri bisa disebut sebagai bapak fasisme. Dialah yang kemudian mendirikan Partai Fasis atau Partito Nazionale Fascista pada 9 November 1921.

Gerakan fasis di Italia memang berpusat pada Mussolini. Ia dan gerombolan pasukan coklatnya berhasil menakut-nakuti Raja Victor Emmanuele dan kemudian menjadi pemimpin negeri Pizza tersebut dengan gelar Il Duce.

Sebagai ideologi pemenang, fasisme dengan dukungan pemerintahan Il Duce dijadikan sumber kekuatan. Ia meresap merasuk ke dalam lubuk sanubari rakyat Italia. Negeri itu segera membangun kekuatan militer yang jauh lebih baik dari sebelumnya walau tidak mampu mengungguli negara besar seperti Amerika Serikat, Perancis, Inggris ataupun Jerman.

Program pemerintahan fasis Mussolini adalah menghabisi kekuatan sosialis dan komunis yang menjadi penentang rejimnya. Selain itu ia memerintahkan agresi militer ke Etiopia dan membangun aliansi dengan sesama kelompok fasis lainnya, Jerman, Spanyol, Kroasia dan Rumania.

Di Jerman, Adolf Hitler berhasil menjadi Fuhrer dan kemudian mengubah negeri yang pecundang tersebut menjadi salah satu kekuatan terbesar di jamannya.

Jerman yang tadinya menyedihkan, miskin dan tak punya harga diri kita bangkit melalui serangkaian revolusi di bidang militer, industri dan politik.

Hitler berhasil memaksimalkan potensi bangsa Jerman yang memang kaya akan bakat-bakat jempolan di berbagai segi kehidupan, seperti para insinyur, ahli militer, dokter, ilmuwan, serta yang lainnya.

Sama seperti di Italia, fasisme di Jerman berhadapan dengan kekuatan politik lokal lainnya yang mayoritas adalah ideologi kiri, yakni kaum sosialis dan komunis.

Hitler sadar bahwa rakyat Jerman membutuhkan seorang pemimpin yang tegas, visioner, agresif, serta memiliki tujuang mengembalikan harga diri Jerman yang diinjak-injak Inggris dan Perancis. Ia lalu mendirikan Partai Buruh Sosialis-Nasionalis Jerman atau NSDAP. Dalam perkembangannya, partai ini lebih sering disebut Nazi.

Naziisme adalah sebuah fasisme dengan cita rasa Jerman yang khas. Ia membenci sekaligus memanfaatkan dua ideologi lainnya, yakni kapitalisme dan komunisme untuk membangun cita-cita utamanya, membentuk Third Reich.

Fasisme Jepang juga unik karena tidak harus menghadapi kaum sosialis maupun komunis. Rakyat Jepang yang masih diselimuti kabut kekonyolan, yakni menganggap kaisar mereka adalah Tuhan, dengan mudah menjalankan misi fasisme dan militerisme Jepang.

Tanpa perlu mengembangkan teori-teori politik, rejim militer Jepang mampu memobilisasi seluruh rakyat Jepang untuk berperang dalam perang Asia Timur Raya.

Selain tiga negara tersebut, fasisme juga tumbuh subur di berbagai belahan bumi lainnya, termasuk Amerika Serikat dan Hindia Belanda, walau hanya dalam waktu yang sangat singkat.

Ciri Khas Fasisme 

Fasisme sebagai sebuah ideologi memiliki beberapa ciri khas tertentu. Karakternya yang unik ternyata menarik untuk dibahas, terutama mengenai keterkaitannya dengan berbagai ideologi lainnya.

  • Fasisme membenci kapitalisme tetapi pada dasarnya mereka ingin membangun sebuah negara totaliter yang berperan sebagai sumber dari kapitalisme itu sendiri. Dengan kata lain, sebenarnya fasisme ingin pemerintahlah yang menjalankan sistem kapitalisme. Inilah yang kemudian memunculkan istilah kapitalisme negara.
  • Fasisme membenci liberalisme dan individualisme. Dua paham tadi berpotensi membuat masyarakat menjadi beragam, sedangkan fasis ingin kondisi rakyat yang seragam dan tunggal.
  • Fasisme memiliki dasar dan landasan sosialisme yang kental (Partai Nazi dan PFN) namun mereka membenci sosialisme ala orang komunis. Kesamaan antara fasis dan komunis hanyalah seputar anti kepemilikan pribadi.
  • Fasisme dekat dengan militer dan bahkan bersifat militeris. Simbol-simbol militer yang keras, agresif, hirearkis, serta ekspansionis sangat serasi. Kaum fasis yang ingin absolutisme dan anti demokrasi membaca peluang bahwa banyak tentara juga tertarik ingin jadi penguasa dan haus penghormatan dari rakyat. 
  • Fasisme dekat dengan rasisme. Mereka nantinya akan mengagungkan kelompok bangsa sendiri dan merendahkan bangsa lain.
  • Fasisme bersifat imperialis artinya suka melakukan perang dan merebut wilayah negara lain dengan berbagai alasan.

Kenapa Fasisme Bisa Berkembang

Fasisme erat kaitannya dengan nasionalisme. Ini adalah ideologi yang tumbuh sebagai reaksi dari ketakutan akan ancaman bangsa asing. 

Fasisme Jerman dan Italia tumbuh pesat karena mampu menjawab keinginan rakyat akan sebuah negara yang kuat, bersatu dan ekspansif. 

Para orator fasis sering mengulang-ulang kejayaan masa lalu dan memainkan isu SARA ataupun kecenderungan anti-asing. 

Walau berkembang pesat di Eropa dan Jepang, fasisme juga memunculkan organisasi lain yang berseberangan. Beberapa organisasi yang konsisten melawan gerakan fasis antara lain adalah Antifa yang didominasi kaum anarko.

Beberapa Contoh Organisasi Fasis

Kapak dan Tongkat

Ada banyak contoh dalam sejarah yang bisa menunjukan perilaku dari manusia fasis. Mereka cenderung suka berkelompok lalu melakukan intimidasi terhadap kelompok lain. Mereka juga sangat ingin merebut kekuasaan dan kemudian melakukan agresi ke negara lain. 

Partai Fasis Nasional Italia adalah contoh sejati dari kelompok fasis. Mereka mendominasi dimensi politik negeri makaroni tersebut sebelum kemudian hancur musnah. 

Partai Nazi adalah kelompok fasis paling besar, berpengaruh dan kuat. Bahkan hingga kini, ada banyak generasi muda di berbagai belahan bumi yang simpatik dengan gerakan neo-nazi. 

Di Indonesia, partai fasis juga pernah hadir walau tidak mendapat perhatian cukup dari masyarakat. Kelompok ini bertujuan ingin mendirikan feodalisme seperti sebelum masa Republik.

Kelompok Neo-Nazi yang tersebar dari Argentina hingga Selandia Baru juga tidak mudah untuk dianalisa, apakah mereka memiliki akar fasis yang kuat atau hanya tersulut semangat rasisme.

Beberapa partai yang cukup dianggap meneruskan tradisi fasisme adalah Partai Golden Dawn, salah satu partai paling berpengaruh di Yunani.  Hal yang sama juga bisa disematkan kepada NDP atau Partai Nasional Demokratik di Jerman.

Bahan Ejekan

Banyak salah kaprah yang muncul mengenai fasisme, khususnya dalam dunia politik dan media mainstream.

Oleh orang sosialis, progresif, komunis, dan liberal kiri, mereka yang memiliki pandangan konservatif sering diejek dengan sebutan fasis. 

Sebaliknya, orang-orang komunis yang terbukti korup, kejam, totaliter dan militeris juga selalu dianggap fasis. Sebut saja dinasti Kim dan Cina. 

Beberapa kesalahan konyol lainnya adalah menyebut organisasi rasis semacam Klu Klux Klan di Amerika Serikat sebagai neo-nazi atau fasis. Padahal mereka hanyalah kelompok supremasi kulit putih, namun tidak punya pandangan sosialis-nasionalis apalagi fasis. 

Pun demikian dengan PEGIDA, sebuah organisasi masyarakat Eropa yang sadar bahwa imigran dari Afrika dan Timur Tengah sering membawa kekacauan dan menebar benih radikasilme. Oleh kaum liberal dan pembela pengungsi, mereka disebut sebagai neo-nazi ataupun fasis.

Itulah artikel tentang fasisme. Dukung terus kami dalam membuat berbagai tulisan menarik lainnya hanya di Catatan Adi.
Catatan Adi
Catatan Adi Seorang penulis freelance dan pengamat fenomena sosial.

2 komentar untuk "Apa Itu Fasisme? - Ideologi Pemicu Perang Dunia 2"

Berlangganan via Email