Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perjalanan dan Pemikiran Adolf Hitler

Tokoh dan Sejarah - Adolf Hitler merupakan sosok yang akan terus diingat, khususnya bagi mereka yang tertarik dengan Perang Dunia II dan ideologi fasisme. Seperti apa kisah dari pria yang menyeret Jerman ke dalam masa-masa penuh kontradiksi: kehancuran sekaligus kegemilangan itu?

Biografi Adolf Hitler

biografi dan pemikiran adolf hitler
Adolf Hitler
Adolf Hitler lahir pada 20 April 1889, di Braunauam Am Inn, Austria. Ya, benar Hitler bukan lahir di Jerman, namun di wilayah yang dahulu masuk teritori dari kekaisaran Austria-Honggaria.

Ayahnya bernama Alois Hitler dan ibunya adalah Klara Polzl. Ia punya 3 saudara kandung dan beberapa saudara tiri. Pada tahun 1892, keluarga Hitler pindah ke Jerman, namun setelah itu kembali lagi ke Austria, tepatnya pada 1894.

Latar belakang kehidupan yang keras dan penuh dengan kekecewaan mengantarkan Hitler menjadi pembenci, penuh dendam dan haus kekuasaan.  Semasa kecil Hitler adalah seorang anak yang teraniaya.

Dirinya juga ternyata adalah antisosial. Ayahnya sangat membencinya dan menganggap perilakunya yang “antisosial” itu adalah sebuah kutukan kerena dia mengawini keponakannya sendiri.

Tidak pernah mendapat cinta dari sang ayah, Adi (nama kecil Hitler) mendapatkannya dari sang bunda. Ibunya adalah salah satu dari sedikit orang yang benar-benar disayangi oleh Adolf. Ibunya sangat percaya bahwa anaknya adalah seorang jenius, dan selalu menganggap anaknya normal, walaupun sejak kecil sudah menunjukkan gejala destruktif dan antisosial.

Pada usia 18 tahun, Adolf sudah menjadi seorang yatim piatu setelah ibunya meninggal dunia karena kanker payudara. Sementara ayahnya sudah wafat terlebih dulu.

Adolf Hitler sering kali dikaitkan dengan teori kupu-kupu, yakni sebuah peristiwa kecil yang membentuk serentetan kejadian besar di kemudian hari.

Siapa sangka ternyata Adolf ingin jadi seniman. Hitler awalnya bercita-cita menjadi seorang seniman (bukan menjadi tentara/ politikus). Sebagai pecinta seni, maka dia mencoba mendaftar ke Akedemi Seni Rupa Wina, Austria, tetapi ditolak karena nilainya yang kurang bagus. Andai saat itu diterima, maka mungkin sejarah dunia akan berubah dan Adolf akan menjadi pelukis hebat, alih-alih pembawa bencana.

Setelah ditolak masuk sekolah seni, Hitler hidup menggelandang di Wina. Disinilah titik awal jiwa rasisnya muncul. Selama menjalani hidup miskin di jalanan, ia rutin mengikuti pidato para nasionalis yang menolak imigran Yahudi. Salah satu yang paling menonjol tentu saja Karl Lueger sang Walikota Vienna.

Hitler akhirnya sadar bahwa imigran dan orang asing yang datang ke Jerman dan Austria telah membuat penduduk asli seperti dirinya tersingkir. Mereka juga datang dengan segala permasalahan pelik, seperti kriminalitas, wabah penyakit, kemiskinan, dan kelaparan.

Di tengah kesulitan hidup, Perang Dunia I pun pecah. Tanpa ragu Hitler mendaftar menjadi tentara, bergabung dengan Angkatan Darat Kerajaan Jerman. Menurut data di kemudian hari dari otoritas Bavaria, harusnya Hitler tidak boleh ikut perang bersama para tentara Jerman karena ia orang Austria.
Namun sejarah tak bisa diulang. Hitler ikut melayani Jerman sebagai seorang prajurit dan melihat sendiri bagaimana payahnya negeri itu.

Entah dengan cara berpikir seperti apa, Adolf mengambil kesimpulan bahwasanya kekalahan Jerman adalah karena para Yahudi dan komunis yang menikam militer dari belakang. Lambat laun, hal ini nantinya akan membentuk persepsinya, khususnya ketika menyusun ideologi Sosialis-Nasionalis.

Bulan November 1918, Jerman menyerah dari Perancis, Inggris dan koalisinya. Paska Perang Dunia I, Jerman hancur lebur. Banyak wilayahnya hilang, ekonomi kacau dan kebanggaan nasional redup.

Otak Hitler yang mulai dipenuhi imajinasi ultra-nasionalistik. Jiwa patriotisnya tumbuh tak terkendali. Semua itu dibarengi dengan kemampuan dalam menyusun ide-ide dan narasi yang bermuara pada kebencian akan orang Yahudi.

Hitlet tetap di Angkatan Darat dan bahkan pada Juli 1919 ia menjadi agen politik yang bertugas menyusup ke partai-partai dan mendapatkan informasi mengenai gerak-gerik mereka. Targetnya adalah Partai Buruh Jerman atau DAP (Deutsche Arbeiterpartei).

Alih-alih melaksanakan tugas untuk Aufklärungskommando / unit pengintaian, ia malah kepincut pada partai itu. Ia adalah anggota ke 555 dari DAP dan segera mendapatkan perhatian Anton Drexler, sang ketua.

Drexler lalu memberinya banyak materi, termasuk My Political Awakening yang kental dengan nuansa anti-semitisme, anti-kapitalisme, serta patriotik berlebihan. Adolf kemudian bekerja penuh waktu sebagai petugas partai, khususnya setelah ia dipecat dari Angkatan Darat pada 31 Maret 1920.

Bersama dengan para rekannya yang cekatan seperti Dietrich Eckart, Hitler berkeliling Jerman dan mendapat ratusan ribu pengikut.Karirnya terus meroket.

Ia menggunakan simbol swastika untuk DAP dan bahkan mampu menyingkirkan para pengurus partai yang tidak menyukainya.

Pada Juli 1921 ia merebut puncak kekuasaan partai yang sudah berubah nama menjadi NSDAP atau Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei / Partai Pekerja Nasionalis-Sosialis Jerman. Inilah yag dalam percakapan sehari-hari disebut dengan nama Nazi.

Pada tanggal 8 Novermber 1923, Hitler melakukan kudeta. Awalnya dia mengira Angkatan Darat dan polisi akan mendukung, tetapi mereka semua berkhianat.

Tentara Angkatan Darat memang licik dan tidak bisa dipercaya. Hal ini mengakibatkan Hitler ditangkap. Walau dalam sidang ia dihukum 5 tahun, nyatanya dirinya hanya menghabiskan satu tahun saja di penjara untuk kemudian bebas.

Setelah menghirup udara kebebasan, Hitler segera membangun kembali Nazi. Ia menulis Mein Kampf atau Perjuanganku dan segera menjadi inspirasi bagi jutaan orang untuk bergabung dengan NSDAP.

Pada tanggal 4 Januari 1925, Jerman mencabut pelarangan bagi Nazi. Hal ini segera dimanfaatkan oleh Hitler. Pada Pemilu Jerman tahun 1930, Nazi menang walau gagal mendapatkan setengah dari total suara. Komunis mengikuti dibelakang, sedang Partai Katolik gagal total.

 Pada tahun 1933 Presiden Von Hindenburg akhirnya mengangkat Adolf menjadi Kanselir Jerman yang setelah itu segera disusul dengan lahirnya banyak kebijakan baru. Republik Weimar nanti akhirnya bubar digantikan dengan Jerman Nazi.

Walau sangat populer, namun Hitler masih belum berkuasa penuh. Angkatan Darat yang licik masih mencari siasat bagaimana menyingkirkan Hitler sekaligus menguasai negara. Sedang Polisi belum sepenuhnya tunduk.

Pada pemilu Presiden, Hitler juga hanya di peringkat kedua dengan Von Hindenburg selalu unggul. Presiden terakhir Weimar itu didukung penuh kaum royalis, militer, patriotik, demokrat, Katolik, dan Liberal. Nazi juga bersaing ketat dengan komunis, Katolik dan DNVP atau Partai Rakyat Nasional Jerman.

Perkembangan politik sangat cepat. Pada Juli 1933, Nazi ditetapkan menjadi satu-satunya partai yang sah dan legal. Ini jelas membuat berang Partai Demokrat-Sosial, Komunis, Katolik, Sosialis, dan partai yang lain. Hampir setiap hari ada konflik dan kerusuhan sipil antara anggota NSDAP melawan kaum kiri, liberal dan anarkis.

Pada tahun 1934 Von Hindenburg meninggal. Hitler kemudian melebur jabatan Kanselir dengan Presiden dan menjadi satu-satunya penguasa tertinggi Jerman. Perang Dunia II menunggu waktu.

Pada tahun 1939, Perang Dunia II pecah. Inggris yang muak dengan Hitler bersekutu bersama Perancis. Lalu di sisi timur, Uni Soviet juga terseret perang melawan Nazi. Eropa terbakar hebat. Semua penjuru benua biru itu luluh lantak akibat perang.

Dengan bantuan para negara fasis seperti Rumania dan Italia, Jerman berhasil mencetak serangkaian kemenangan penting. Inggris dikurung dengan serbuan Luftware (Angkatan Udara), sedang Perancis berhasil diduduki.

Walau Italia tidak becus di front Afrika, para Jenderal Nazi akhirnya mampu menunjukan kehebatan Third Reich di sana. Di Asia, Hitler berterima kasih pada Jepang yang mampu membuat Australia, Amerika Serikat dan Inggris pusing mempertahankan koloninya.

Walau begitu, sejarah tak berpihak pada Jerman. Di akhir perang, Jerman hancur lebur. Negaranya dibagu dua, barat untuk Amerika Serikat-Prancis-Inggris dan timur untuk Uni Soviet.

Baik Jerman Barat maupun Jerman Timur tidak ada yang melestarikan ideologi Nazi. Lalu bagaimana dengan Sang Fuhrer? Ada kisah menarik bahwa di akhir perang, karena takut balas dendam Tentara Merah, seorang pria bunuh diri. Ia mengajak juga kekasihnya. Lelaki itu adalah sang pemimpin Nazi, yaitu Adolf Hitler.

Pemikiran Adolf Hitler : Naziisme

Jika kamu ingin bersinar seperti matahari, pertama kamu harus terbakar seperti itu juga.
-Adolf Hitler
Hitler berhasil melahirkan sebuah ideologi baru, yakni Naziisme. Itu adalah hasil dari perkawinan sosialisme, Darwinisme, patriotisme Jerman. Tentu saja dengan landasan fasisme yang kuat.

Seperti apa pemikiran Adolf Hitler tersebut? Berikut adalah beberapa hal penting yang sudah Catatan Adi rangkum.
  • Nasionalisme. Hitler mampu membangkitkan semangat jutaan orang Jerman untuk berperang melawan dua negara yang lebih kuat, Prancis dan Inggris melalui manipulasi jiwa kebangsaan dan patriotisme.
  • Hitler mengawinkan sosialisme dan absolutisme serta mengembangkan kultur pemujaan yang bermuara pada dirinya.
  • Chauvinistik, yakni kebanggaan berlebihan pada ras Arya.
  • Menganggap Jerman berada dalam ancaman, khususnya dari kapitalisme Amerika Serikat, Yahudi, komunis, dan gipsi.
  • Keinginan untuk menguasai Eropa lalu mengkangkangi dunia demi terwujudnya ruang yang lebih besar untuk bangsa Jerman.
  • Militeristik. Hitler sangat memuja disiplin, kewibawaan dan demagogi khas tentara. 
  • Diktator. Hitler tidak menerima adanya oposisi. Dia juga anti-demokrasi.
  • Anti Komunis, walau pada kenyataanya salah satu bapak komunisme adalah Karl Marx yang merupakan orang Jerman.
Demikianlah kisah mengenai Adolf Hitler. Apakah ada diantara pembaca yang mengetahui beberapa fakta unik dari Adolf Hitler?
Catatan Adi
Catatan Adi Seorang penulis freelance dan pengamat fenomena sosial.

Posting Komentar untuk "Perjalanan dan Pemikiran Adolf Hitler"

Berlangganan via Email