Siapakah Kaum Marhaen?

Catatan Adi - Siapakah Kaum Marhaen itu? Pertanyaan inilah yang menjadi landasan bagi artikel ke tiga belas dari Seri Artikel : Catatan Marhaenisme dalam memperingati Bulan Bung Karno.

Catatan Marhaenis

Salah satu kesalahan mendasar bagi para Marhaenis dan organ-organnya adalah perihal pengertian Marhaen. Selalu saja dipersempit bahwa Marhaen adalah mereka yang ditindas dan hidup dari sebenggol sehari. Juga lebih parah lagi, Marhaen selalu diidentikkan kepada mereka yang dimiskinkan padahal mereka punya alat produksi.

Apakah tafsir tersebut sudah tepat? Bagaimana dengan buruh dan buruh tani yang tidak memiliki alat produksi? Tidak punya sawah dan bajak? Pupuk dan benih? Apakah mereka bukan Marhaen?

Juga para tukang bangunan yang hidup di bawah kuasa mandor dan pemborong, apakah mereka bukan Marhaen?

Seperti apa definisi alat produksi tersebut? Bahkan sekarang, dengan bermodalkan handphone seseorang bisa menjadi kaya raya. Sedang seorang yang punya motor, belum tentu bisa mencukupi kebutuhan hidupnya.

Di sinilah perlunya tinjaun kritis, khususnya para aktivis Marhenis. Mencari makna Marhaen nantinya akan menjadi pijakan pertama dan terutama untuk mengkonsep landasan perjuangan.

Siapa Sebenarnya Yang Disebut Marhaen?

Jadi SEKARANG, siapakah Marhaen itu? Marhaen adalah golongan mereka yang tertindas! Ini adalah intisari utama dari perjuangan Bung Karno. Entah dia memiliki alat produksi atau tidak, Marhaen adalah mereka yang ditindas dan dimiskinkan oleh sistem.

Sistem yang dibangun di atas landasan kapitalisme telah mengalienasi Marhaen dari cita-cita kesejahteraan. Sistem yang memang diciptakan untuk menghisap satu golongan dan memperkaya golongan lain ini adalah musuh utama kaum Marhaen!

Berpijak pada hal tersebut, maka konsep gerakan Marhaenisme harus memiliki satu cita-cita dasar, menghancurkan sistem penindasan tersebut dan membebaskan kaum Marhaen dari hidupnya yang menderita.

Marhaen pun berubah makna, menjadi semua orang Indonesia yang bukan kapitalis dan feodalis, yang masih ditindas oleh sistem Kapitalisme.

Marhaen era kolonialis

Pada masa kolonialis Belanda masih berkuasa, gambaran Marhaen sebenar-benarnya adalah seperti yang dijelaskan Bung Karno. Marhaen adalah golongan rakyat yang 'sebenarnya' bisa kaya sejahtera namun pada kenyataannya miskin melarat.

Di sini kita bisa melihat dua hal penting sehubungan dengan penjelasan Bung Karno mengenai Marhaen.

Pertama, Marhaen adalah mereka yang punya alat produksi dan rajin bekerja membanting tulang. Ini berarti Marhaen seharusnya hidup berkecukupan. Mereka punya alatnya dan berkarakter pekerja keras.

Kedua, walau mereka berpotensi hidup berkecukupan, namun sistem penjajahan membuat mereka miskin. Di sini Bung Karno menjelaskan musuh para Marhaen, yaitu Imperialisme Belanda.

Ketiga, Bung Karno memilih istilah Marhaen bukan proletar. Ini adalah upaya Bung Karno untuk tidak meleburkan diri pada garis perjuangan Komunisme. Jelaslah di sini bahwa ada garis pemisah antara Marhenisme Bung Karno dan Marxisme ala PKI.

Marhaen era nekolim

Setelah Indonesia Merdeka, maka Belanda hengkang. Perubahan ini juga berpengaruh pada pemaknaan Marhaen. Makna Marhaen berubah dari mereka yang ditindas oleh imperialisme menjadi mereka yang belum sejahtera karena belenggu Neokolonialisme yang berwujud dalam Kapitalisme.


Pada periode ini, musuh para Marhen jauh lebih sulit dikenali. Ini karena Neokolim yang berbentuk Kapitalisme bukanlah sebuah negara, tetapi sebuah sistem.

Di sini tujuan Marhaenis adalah menciptakan suatu kondisi bagi Indonesia untuk memasuki era adil-makmur, era sosialis.

Marhaen pun berubah makna, menjadi semua orang Indonesia yang bukan kapitalis dan feodalis, yang masih ditindas oleh sistem Kapitalisme.

Marhaen era Orde Baru

Pada masa orde baru, istilah Marhaen sangat jarang di temui. Jarang ada literatur, terlebih penelitian yang dilakukan oleh negara untuk memperkaya khazanah Marhaenisme. Yang ada Marhaen sering dicap sebagai kiri. Dan kiri selalu diidentikkan dengan PKI.

Marhaen era Industri 4.0

Lalu bagaimana sekarang? Siapa sebenarnya yang disebut Marhaen? Marhaen adalah semua orang yang belum menikmati kue pembangunan dan roti kesejahteraan. Marhaen adalah mereka yang teralienasi dari ilmu pengetahuan dan teknologi. Marhaen adalah rakyat jelata yang dimiskinkan secara lahir batin agar bisa diperbodoh dan dijadikan komoditi politik.

Tetapi jika pemaknaan Marhaen hanya berhenti pada Marhaen era 1920, Marhaenisme terancam menjadi ideologi yang kaku. Dan tidak bakal laku. 

Apakah para petani kita adalah Marhaen? Ya, mereka Marhaen. Mereka masih berada di bawah sistem yang tidak adil dimana harga panen masih diatur tengkulak dan mereka menjadi sasaran empuk tukang ijon.

Apakah buruh kita adalah Marhaen? Ya, mereka masih hidup dalam penindasan oleh sistem kapitalisme dan masih banyak yang diupah di bawah UMR. Terlebih buruh-buruh outsourching, mereka adalah sebenar-benarnya Marhaen.

Apakah pelaku UKM juga masuk golongan Marhaen? Ya, mereka yang terancam digilas oleh bisnis besar adalah juga kaum Marhaen. Terlebih mereka yang sejatinya menjadi sasaran empuk para kapitalis untuk dihisap dengan berbagai kontrak bisnis yang tidak adil.

Lebih dari itu, Marhaen seharusnya juga adalah mereka yang memiliki watak pekerja keras. Seorang yang malas dan berjiwa korup serta rasis tidak layak disebut Marhaen. Mereka hanya akan menciderai dan menusuk kaum Marhaen yang sejati jika dibiarkan masuk dalam satu barisan.

Tentu semua ini hanyalah bagian dari upaya mencari alternatif makna Marhaen. Semua adalah upaya untuk memperkaya khazanah Marhaenisme sekaligus alternatif untuk mengkonsep kembali garis perjuangan.

Tetapi jika pemaknaan Marhaen hanya berhenti pada Marhaen era 1920, Marhaenisme terancam menjadi ideologi yang kaku. Dan tidak bakal laku.

Siapakah kaum Marhaen / catatan adi


0 Response to "Siapakah Kaum Marhaen?"

Post a Comment

Komentar Anda akan muncul setelah kami review.

Baca Juga

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel