Menikmati Avenger : End Game di Cito Surabaya


Gila!!! Itu kata yang pertama keluar dari mulut saya yang licin ini, hehehe.... Sebuah film berdurasi 3 jam diputar 24 jam nonstop. Luar biasa.

Ini berarti, kalau Anda kebagian tiket sesi jam 10, maka Anda baru keluar gedung jam 1. Luar biasa, khan?

Entah ini aji mumpung atau strategi bisnis, nyatanya ada saja penonton yang datang. Dan di Cito alias City of Tomorrow, antusiasme pengunjung cukup tinggi.

Saya dan istri dapat kesempatan nonton jam 7 dan baru keluar gedung jam 10. Di lobi, calon penonton selanjutnya sudah cukup banyak.

Wow.... benar-benar niat begadang!

Padahal jam 10 saja, bertepatan dengan tutupnya mall dan pulangnya sebagian besar karyawan/karyawati, rasanya sudah gimana gitu. Semacam ikut syuting Night At The Museum atau Mr. Tukul Jalan-Jalan. Mungkin pihak mall atau cinemaxxx bisa menambah jumlah petugas sehingga suasana bisa lebih ceriah. Hehehehe.....

Lalu bagaimana dengan filmnya? Mari kita bahas. Ingat ya, uraian ini berpotensi mengandung spoiler.

Jalanannya cerita.

Seperti lanjutan dari Avanger sebelumnya, film ini juga berkisah tentang para superhero Marvel dan musuh utama mereka, Thanos.

Cerita melompat-lompat dan makin akan terus melompat seiring dengan munculnya si tengil Ant-man dan partikel Pym andalannya.

Sungguh unik melihat bagaimana akhirnya Scoot Lang alias Ant-man menjadi kunci bagi berputarnya nasib jagat raya.

Di tengah cerita, baru kita tahu bahwa alur dari Avenger ini hanyalah permainan plot belaka. Tidak ada kejutan. Semua sudah tergambar jelas begitu Ant-man dan partikel Pym yang akhirnya membuat Hulk serta Tony Stark mampu memutarbalikkan waktu melalui penjelajahan di dunia kuantum.

Sebenarnya film ini miskin kejutan, namun ada juga beberapa hal yang cukup menarik, seperti munculnya ayah dari Tony Stark yang ternyata hidup sezaman dengan Kapten Amerika sewaktu bertempur melawan geng Hydra.

Juga bagaimana ada superhero selain Thor yang mampu menggunakan palu dewa petir tersebut.

Lalu bagaimana dengan efeknya? Efek khas holiwut benar-benar membuat decak kagum penonton bergemuruh ketika perang besar antara para superhero yang sudah dibangkitkan melawan Thanos dari masa lalu ini.

Kelebihan.

Apa kelebihan dari film ini. Menurut saya pribadi, tidak ada kejutan selain tewasnya (apakah benar-benar tewas) dua superhero/superherowati Avenger.

Kejutan berikutnya adalah tewasnya Thanos jaman now oleh kapak Thor. Juga Kapten Amerika yang ternyata mampu menggunakan palu milik dewa petir itu.

Munculnya Kapten Marvel juga membuat sentuhan tersendiri. Sayang Dr Strange tidak terlalu berperan di kesempatan kali ini.

Yang kurang.

Lalu apa yang kurang? Banyak sekali, bukankah manusia lebih suka menilai kekurangan? awkoakoakaoa

1. Terlalu banyak drama yang terlalu didramatisir hingga lebih mirip drama daripada thriller.

2. Thanos seakan dibuat benar-benar tak berdaya, dikepung habis-habisan dalam suatu pertempuran yang tidak imbang. Justru di sini Marvel nampak terlalu jorjoran mengeksploitasi para superhero tanpa mengindahkan hak-hak villain untuk melawan.

3. Ide tentang perjalanan kuantum sudah bisa ditebak sedari awal.

4. Sesi geludnya berkurang drastis.

5. Dll.

Kesimpulan : Terlalu banyak superhero dalam satu film bukanlah jaminan akan muncul banyak adegan gelud. Padahal justru ini yang saya cari, sich, ga tahu kalau Anda. Tetapi overall film ini good, 8 dari 10. Silahkan nonton ya. Pesan tiketnya pake aplikasi aja, siapa tahu bisa dapat diskon. Trus jangan malam-malam, ini durasinya 3 jam. Atau kalau emang niat begadang, ya terserah sich.


0 Response to "Menikmati Avenger : End Game di Cito Surabaya"

Post a Comment

Komentar Anda akan muncul setelah kami review.

Baca Juga

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel