Lingkaran

Opini - Seperti apa lingkaranmu? Apakah kuat dan kokoh? Atau lemah tak berdaya ketika disapu ketidakpastian?


Lingkaran Catatan Adi


Pernahkah kamu berada di sebuah lingkungan yang sangat nyaman, di mana dirimu dikelilingi oleh orang-orang yang menyenangkan yang selalu menemani dirimu dalam suka dan duka?

Jika pernah, maka selamat, setidaknya dalam hidup yang keras dan sering penuh kejutan ini, kamu pernah merasakan kenyamanan.

Tetapi bagaimana jika pada akhirnya kamu harus meninggalkan mereka, orang-orang yang telah memberimu kenyamanan selama ini, lalu pergi untuk waktu yang lama, bahkan sangat lama?

Semua berubah, termasuk jalan hidup. Memang benar bahwa tidak ada satupun drama yang penuh kejutan selain daripada kehidupan nyata. Saking nyatanya, bahkan sering hidup ini terasa lebih fiksi dari sebuah kisah dongeng.

Kita, yang sudah merasakan perlindungan, kenyamanan, kehangatan dan bahkan menyatu dengan lingkaran kita, ternyata harus rela untuk terkejut. Berpisah dengannya.

Sahabat baik, rekan kerja yang sangat perhatian, pacar yang sempurna, bos yang pengertian, saudara yang sehati-sepikir, semua pada akhirnya harus kita tinggalkan, jika memang sudah digariskan demikian.

Memang rasanya sangat aneh, ketika ternyata mereka yang pernah kita pikir adalah sesuatu yang kita tak akan pernah bisa melanjutkan hidup, akhirnya harus kita lepaskan. Harus kita akhiri kisahnya dalam rangkaian cerita kehidupan kita.

Semua, apalagi jika ternyata terjadi secara tiba-tiba, memang terasa menyesakkan. Seakan detik demi detik yang tersisa sangat berharga. 

Bahkan terkadang kita menjadi seorang dengan imajinasi sangat liar yaitu ingin menghentikan waktu.

Tetapi kejutan yang berikutnya datang juga. Ternyata kita mampu berangsur-angsur melupakan mereka. Selayaknya air laut yang menyapu jejak-jejak mungil anak-anak yang sebelumnya telah puas bermain di tepi pantai, seperti itulah akhirnya kita melupakan mereka, menghapus ketergantungan kita pada kenangan-kenangan yang indah nan rapuh.

Lalu apa artinya itu? Apakah kita pada akhirnya berubah menjadi sosok penjahat yang melupakan teman-teman kita?

Tidak, sama sekali tidak. Itu semua adalah bagian dari sebuah proses panjang. Sebuah proses yang seperti sudah kita bahas di atas, penuh kejutan.

Teman baru datang, menawarkan kehangatan dan kenyamanan baru. Kekasih baru tiba, menyusun kembali puzzle yang sebelumnya tercerai-berai karena kita terlalu terbawa perasaan.

Merekalah masa kini dan mungkin masa depan kita. Merekalah mata rantai yang harus kita ikat dalam hidup kita, sebesar apapun kenangan indah yang pernah kita miliki pada lingkaran-lingkaran kita sebelumnya.

Kita harus mau terbuka. Kita harus mau berubah. Masa lalu memang  adalah untuk di kenang, bukan untuk dibangun menjadi sebuah kuburan tempat kita menghabiskan sisa hidup kita.

Akupun pernah merasakan hal yang sama. Harus meninggalkan sahabat-sahabatku di masa sekolah untuk kemudian meninggalkan mereka.

Dibutuhkan keberanian yang sebenarnya lambat laun pasti akan terbit dari dalam diri kita, untuk membuat sahabat-sahabat lama kita itu terekam dalam memori otak kita dengan indahnya, tetapi tetap memberikan tempat bagi calon teman-teman baru kita.

Pada akhirnya, semua akan kembali kepada kita. Ketika kita mampu menjadi pohon yang teduh bagi orang lain, maka orang lain akan meneduhkan kita. Ketika kita hanya melulu menuntut untuk diberi kenyamanan, maka rasanya akan sulit bagi orang lain untuk memahami dan pada akhirnya membuka lingkaran mereka untuk kita.

Semua lingkaran yang pernah kita lukis, biarlah itu menjadi hiasan yang selalu membuat kita tersenyum setiap kali kita menengoknya.

Dan jangan pernah takut untuk melukis lingkaran-lingkaran indah lainnya. Mungkin di luar sana, ada orang-orang dengan keterbatasannya yang menunggu kita untuk kita rangkul dalam lingkaran indah yang kita lukis.

0 Response to "Lingkaran"

Post a Comment

Komentar Anda akan muncul setelah kami review.

Baca Juga

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel