Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Akankah Kiamat Menyapa (Sebuah Puisi)

Panik, panik, panik.

Masyarakat panik dan kebingungan. 

Borong sana, borong sini hanya karena takut tidak kebagian.

Bukan karena butuh.

Gawat, kemanusiaan kita hancur karena panik.

Kemanusiaan kita hancur karena egoisme pribadi.

Susu, rempah, obat hingga masker jadi ujian.

Kita harusnya malu.

Panik, panik, panik.

Malu, malu, malu.

Aku malu pada diriku.

Aku malu pada semua orang.

Pada tingkah polah yang tidak punya aji.

Pada aji mumpung yang jadi alasan keji.

Panik, malu, panik, malu.

Bukan karena penyakit yang buat kita lenyap.

Tapi salah kaprah dalam menghadapi cobaan. 

Ujian, ujian, ujian. 

Ketika saat genting masih mikir cara main curang.

Koruptor bersenda gurau dengan nyawa si miskin.

Si miskin teriak lapar yang kaya minta prokes.

Ancur, jum! 

Puisi tentang Korona
Puisi tentang Korona


Minggu, 25 Juli 2021.

Dalam ruang imaji. 

Untuk Catatan Adi. 

Catatan Adi
Catatan Adi Seorang penulis freelance dan pengamat fenomena sosial.

Posting Komentar untuk "Akankah Kiamat Menyapa (Sebuah Puisi)"

Artikel Bisnis dan Peluang Usaha

Recent Posts Label

Artikel Teknologi

Recent Posts Label

Artikel Pendidikan

Recent Posts Label

Kumpulan Cerpen

Recent Posts Label

Artikel Pilihan Hari Ini