Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sastra Kadal (Puisi)


Aku ingin bercerita

Tentang sebuah bintang di ufuk tenggara

Bintang yang kehabisan daya terangnya

Hingga seperti layaknya garam gagal

Yang hilang asinnya

Tidak ada lagi gunanya

Selain dibuang dan diinjak orang.

Aku ingin bercerita

Tentang patung yang hilang tuahnya

Yang seperti ranting-ranting anggur yang mandul

Tidak ada buah atau bunganya

Tidak ada gunanya lagi

Selain disabit dan diludahi.

Itulah buah dari kegagalan


Ketika langit runtuh bersama dengan seluruh semesta

Ya, runtuh menimpa kepalamu

Yang isinya cuma sastra dan sajak-sajak layu

Yang tidak laku

Di dunia yang masyarakatnya mencintai ilmu-ilmu cepat saji.

Itulah nasib sastra

Seperti burung penguin yang salah lahir

Di tengah gurun sahara.

Ia pasti mati

Pasti mampus

Kecuali ia adalah penguin siluman

Yang mampu beralih lupa menjadi kadal gurun.

Apakah sastra kita memang sekelas sastra kadal?

-GAS
Catatan Adi
Catatan Adi Seorang penulis freelance dan pengamat fenomena sosial.

Posting Komentar untuk "Sastra Kadal (Puisi)"

Berlangganan via Email