Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Haruskah Blogger Pindah Menjadi Youtuber?

Catatan Adi - Tidak dapat dipungkiri, terjadi pergeseran orientasi dalam mencari informasi : dari kebiasaan membaca artikel menjadi menonton video. Apakah hal ini adalah biang keladi utama semakin sepinya pengunjung blog?

Tentu saja. Namun tidak sepenuhnya benar. Ada beberapa faktor lain yang turut mempengaruhi penurunan trafik. Apa saja itu?

Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak orang lebih suka menonton video daripada membaca artikel. 

Haruskah Blogger Pindah Menjadi Youtuber?
Haruskah Blogger Pindah Menjadi Youtuber?

Membaca vs Menonton

Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak orang lebih suka menonton video daripada membaca artikel. Tentu ini adalah sebuah tantangan yang cukup besar bagi para blogger yang ingin tetap eksis.

Sebelum saya membahas alternatif untuk mengatasi hal ini, mari sejenak kita pikirkan : Lebih banyak mana, mereka yang membaca buku atau menonton tivi?

Tentu saja lebih banyak orang yang menonton tivi daripada membaca buku. Bahkan sampai-sampai dibuat kebijakan ‘matikan tivi dua jam’ untuk memaksa anak-anak belajar.


Haruskah Blogger Pindah Menjadi Youtuber?
Sejak Bayi Sudah Dibiasakan Menonton Youtube

Nah dari sini kita bisa temukan sebuah fakta bahwa pada dasarnya menonton sesuatu, entah itu :  orang lagi cerita, proses percobaan suatu alat hingga film animasi, selalu lebih menarik daripada membaca untaian kata bersambung menjadi kalimat dan paragraf.

Dan makin hari, fenomena ini makin membuncah. Mengapa? Karena sejak bayi, orang tua memberikan gadget untuk anak-anak mereka. Tentu tak mungkin para mama jaman now itu membuka Blog Catatan Adi atau situsnya Agus Mulyadi yang sebenarnya juga lucu itu kepada anak-anak mereka.

Benar, mereka memberikan video. Tayanan lucu penuh animasi dan disertai suara. Audio-visual. Ini yang ditanamkan dan diperkenalkan pada manusia-manusia generasi Alfa.

Mereka lebih dahulu mengenal Youtube daripada Blog. Yap, kepada para blogger : waktu dan tempat untuk deg-degan, dipersilahkan!

Permasalahan yang dialami blogger kadang membuat mereka frustasi. Haruskah blogger pindah ke Youtube? Ini pertanyaan sederhana yang berasal dari fenomena hijrahnya para blogger yang pindah ke Youtube, misal Raditya Dika. Tentu saja jika punya modal dan skill yang menunjang, hal ini sah saja. Namun jika tidak, maka yang ada adalah kesia-siaan belaka. 

Youtube vs Facebook

Mengetahui hal ini, maka youtube gila-gilaan promo. Mereka bahkan menaikkan syarat untuk monetisasi channel. Agar apa? Supaya ada saluran-saluran yang bermutu dan layak jual bagi masyarakat.

Perlahan tapi pasti, Facebook siap merengsek. Dengan jargon monetisasi fanspage, FB juga menawarkan kerja sama yang sangat menggiurkan bagi para kreator konten, khususnya pembuat video.
Hal ini adalah salah satu antisipasi Facebook dalam menghadapi pergeseran selera masyarakat, dari pembaca artikel menjadi penonton video.

Akibatnya para blogger dan insan kreatif rame-rame main fanspage. Thus, video-video keren makin mudah ditemui : tidak hanya di Youtube namun juga Facebook.


Youtuber vs Blogger
Youtuber vs Blogger

Solusi Agar Blog Ramai

Tingkatkan Kualitas

Lalu bagaimana agar blog tetap bisa eksis di tengah gempuran sumber informasi berbentuk audio visual alias video? Apakah para blogger sudah sepantasnya latah dan berhijrah rame-rame ke FB atau Youtube.

Iya, jika Sobat merasa memiliki talenta di sana. Kalau emang Anda hebat dalam video editing kenapa tidak mencoba? Namun apakah itu harus? Tentu tidak.

Ada banyak alasan kenapa platform blog masih akan terus eksis. Contoh paling mudah, ada banyak orang yang merasa lebih enjoy membaca cerpen Filosofi Kopi daripada setelah menonton filmnya. Hal yang sama juga ditemukan di tengah komunitas pecinta kisah Sherlock Holmes, Twilight, atau Mahabarata.

Buku ‘How to Win Friends and Influence People’ milik Dale Carniege juga terus cetak ulang dan laris bak kacang goreng. Padahal entah ada berapa ribu youtuber yang mengulasnya di video.

Blog Anda juga berpotensi untuk tetap sukses dan ramai pengunjung. Asal Anda mampu menyajikan artikel yang berkualitas.

(Baca artikel lainnya dari Catatan Adi : 5 Tahapan Untuk Membuat Artikel Yang Mantap Betul)


Menulis Artikel Yang Menarik
Menulis Artikel Yang Menarik

Temukan Celah Dan Ciri Khas 

Kembali kepada buku karya Dale Carniege itu, nampaknya para pembacanya merasakan ada yang berbeda antara menikmati tiap kata yang penuh motivasi itu dengan hanya mendengar ulasan para motivator.

Di sinilah titik yang harus semua blogger maksimalkan. Tetap ada sesuatu yang khas dari sebuah karya tulis. Tugas Anda adalah menemukannya.

Blog Anda juga berpotensi untuk tetap sukses dan ramai pengunjung. Asal Anda mampu menyajikan artikel yang berkualitas.

Temukan ciri khas Anda, poles dengan hal yang menarik dan pikat para pembaca Anda. Dijamin mereka akan makin sering berkunjung ke blog sahabat.

(Baca juga artikel tentang cara mendapatkan uang dari blog.)

11 Langkah Praktis Membuat Blog Tetap Menarik

Sebenarnya melihat perkembangan zaman dan pergeseran kebiasaan dari masyarakat, para blogger bsia menyiasatinya dengan beberapa langkah praktis berikut :

  1. Buat Artikel Yang Dalam, Padat dan Informatif.
  2. Cobalah Menulis Cerpen, Cerbung, Cermis, atau Bahkan Novel.
  3. Kombinasikan Artikel Dengan Infografis.
  4. Sematkan Video atau Gambar Jika Memungkinkan.
  5. Manfaatkan Google Ads, Adword, atau Facebook Ads.
  6. Buat Artikel Interaktif. 
  7. Manfaatkan Semaksimal Mungkin Sosial Media.
  8. Buat Judul yang Baik dan Bikin Penasaran.
  9. Beri Thumbnail / Gambar Utama yang Menarik.
  10. Lakukan Riset Mendalam Sebelum Menulis Artikel.
  11. Balas Semua Komen dengan Baik. 

Setidaknya dengan melakukan 11 hal di atas, maka peluang blog Anda untuk menjadi lebih ramai pengunjung akan makin besar.

Kesimpulan : 

  1. Terjadi pergeseran selera dari pembaca artikel menjadi penikmat video.
  2. Blog akan tetap dibutuhkan oleh masyarakat.
  3. Membuat artikel menarik adalah salah satu jalan untuk meningkatkan pengunjung blog.

Bagaimana, apakah Anda setuju? Atau mungkin sobat punya tips lain? Silahkan bagikan di kolom komentar.

Adi
Adi Saya adalah seorang blogger yang sudah menulis di blog sejak 2010. Blog ini terbuka untuk berbagai kerjasama, seperti sewa banner, content placement ataupun review produk.

2 komentar untuk "Haruskah Blogger Pindah Menjadi Youtuber?"

  1. semangat bang, saya pun penulis di plaform blog, karena memang passionnya disini, saya mencoba beralih pun tidak ada hasil, karena tidak ada passion kesana. yahh, mau gimana lagi? jika menulis untuk mendapatkan imbalan, mungkin saya stop menulis sejak trnd youtube bergejolak, tapi saya tetap menulis, walaupun hanya untuk pribadi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat gan. Saya juga kayaknya bakalan terus ngeblog sih, sambil coba main youtube juga.

      Hapus