Sejarah - Perang Boer atau disebut juga Perang Anglo-Boer merupakan serangkaian pertempuran antara kolonialis Inggris melawan penduduk keturunan Belanda di Afrika Selatan. Dalam bahasa lokal, peristiwa ini sering juga disebut Vryheidsoorlog atau perang kemerdekaan.

Disebut perang kemerdekaan karena para keturunan kulit putih (orang Boer) ini menganggap Inggris sebagai penjajah dan harus diusir dari tanah air mereka.

Latar Belakang Perang Boer

Sesama kulit putih berperang memperebutkan tanah orang Afrika. Memang perang yang satu ini sangat penuh dengan ironi.

Jika dalam perang 100 tahun, Inggris menghadapi Prancis, maka dalam Perang Boer, mereka berhadapan dengan penduduk Belanda di Afrika Selatan. 

Orang Boer sendiri adalah sebutan untuk penduduk kulit putih Eropa yang sudah cukup lama berdiam di Afrika Selatan. Mereka bekerja sebagai petani dan peladang. Berbeda dengan karakter saudara mereka di Eropa, Orang Boer sudah menganggap koloni mereka sebagai sebuah tanah air. Maka ketika Inggris datang, perangpun berkobar.

Perang Boer ini tidak terjadi sekali namun merupakan serangkaian konflilk bersenjata antara Inggris melawan negara-negara Boer dalam kurun waktu 1880-1902.

Para ahli sejarah sering membagi Perang Boer menjadi dua episode, yakni Perang Boer 1 (1880-1881) dan Perang Boer 2 (1899-1902). Semuanya terjadi di benua Afrika.

Orang Boer yang adalah keturunan Belanda ternyata sukses membangun dua koloni di Afrika Selatan, yakni Oranje Vry Staat / OVS dan Zuid Afrikaansche Republiek / ZAR. Dua koloni itu terkena dampak persaingan antara Inggris dan Prancis.

Inggris berusaha merebut koloni Afrika milik Belanda, walau negeri Beatrix itu secara hukum adalah jajahan Prancis.

Kedatangan pemerintah kolonial Inggris ke OVS dan ZAR ternyata menimbulkan perselisihan. Perangpun tak terhindarkan.

Perang Boer 1 dan 2

Perang Boer 1 terjadi antara 1880-1881. Ini semua bermula dari peristiwa penyitaan barang-barang milik seorang Boer bernama Piet Bezeidenhout. Ketika pemerintah setempat akan melelang barang tersebut, Piet datang bersama teman-temannya dan mengambil kembali miliknya.

Hal ini memancing pertikaian lebih lanjut antara para Boer dan pemerintahan koloni Inggris. Pada 16 Desember 1880, orang Boer mendirikan pemerintahan tandingan bagi koloni Inggris dan juga menyatakan perang secara resmi.

Perang Boer edisi pertama akhirnya meletus. Inggris mengalami banyak kekalahan. Pasukan reguler mereka ternyata bukan tandingan orang-orang Boer yang beberapa generasi sudah ditempa kerasnya alam Afrika.

Selain skill yang mumpuni, orang-orang Boer juga bertarung secara gerilya dan dalam kelompok kecil. Setiap kelompok melakukan aktivitas secara mandiri. Ini sangat menyusahkan pasukan Inggris.

Dalam Peran Boer 1 ini, pasukan milisi berhasil menyerang kota-kota besar milik koloni Inggris dan membuat mereka menyerah. Untuk menghadapi itu, pemerintah pusat di Cape mengirim banyak bantuan namun banyak yang sia-sia karena keburu hancur dicegat orang Boer di perjalanan.

Perang Boer pertama berakhir dengan diakuinya kemerdekaan ZAR secara terbatas di bawah naungan Inggris. Wilayah itu kemudian sering disebut dengan nama Transvaal.

Perang Boer 2 terjadi setelah ditemukannya emas di ZAR. Para penambang Inggris datang ke Transvaal dan makin lama jumlah mereka makin banyak.

Setelah merasa cukup kuat, mereka menuntut agar perwakilan mereka juga punya suara di Dewan Rakyat ZAR.

Perdana Menteri Koloni Cape, Leander Jammerson menyerang ZAR dengan tuduhan untuk melindungi para penambang Inggris. Mereka dihancurkan oleh pasukan Boer yang terlatih. Curiga Inggris akan menyerang lagi, Transvaal akhirnya menjalin aliansi militer dengan OVS.

Pemerintah Inggris menganggap hal itu bertujuan untuk memberontak atas pemerintahan kolonial. Perang Boer 2 pun akhirnya pecah.

Dalam perang edisi kali ini, pasukan Boer berhasil menyerang kota Natal dan melakukan pengepungan. 3000 prajurit Inggris mati. Hal ini langsung mendapat respon keras dari Pemerintahan kolonial.

Dalam waktu singkat pasukan tambahan dari koloni Inggris lainnya seperti Australia, Selandia Baru, India dan Kanada berdatangan. Serangan balik dilancarkan kondisi berubah, Inggris mulai mengambil alih keadaan, pasukan ZAR dan OVS terdesak.

Seiring berjalannya waktu, kondisi mulai tidak menyenangkan untuk milisi Boer. Inggris merekut pribumi kulit hitam sebagai mata-mata. Ladang dan kebun orang Boer dihancurkan. Mereka mulai kesulitan suplai makanan.

Serangan besar-besaran dilakukan. Bloemfontein, ibukota dari OVS ditaklukan. Menyusul kemudian Pretoria, ibukota ZAR jatuh ke tangan pemerintah koloni. Perang semakin berat untuk milisi Boer.

Walau ibukota negara-negara Boer sudah direbut, tetapi sisa milisi masih memilih melanjutkan pertempuran. ZAR kini berada di bawah komando Jendral Louis Botha, sedang pasukan OVS dipimpin langsung presiden mereka, Marthinus Steyn. Mereka memilih taktik gerilya.

sejarah perang boer
Perang Boer : Inggris vs Belanda

Akhir Perang Boer

Inggris melakukan taktik baru dengan mendirikan kamp konsentrasi. Selain itu serangan lebih masif semakin sering dilakukan.

Semua itu berbuah manis. Pada tahun 1902 Perang Boer resmi berakhir dengan kemenangan untuk pemerintah koloni Inggris. Wilayah itu lalu digabung dan diberi nama Afrika Selatan.

Para Boer akhirnya memilih jalur politik dengan mendirikan National Party bersama kulit putih lainnya. Mereka kemudian menguasai pemerintahan dan menjadikan apartheid sebagai landasan untuk perikehidupan Afrika Selatan. Apartheid sendiri adalah sebuah sistem pemisahan ras dan sangat merugikan penduduk asli Afrika. Itulah akhir dari pertikaian antar sesama kulit putih, yakni Perang Boer.