Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Selalu Ada Terang di Saat Gelap - Refleksi #4

Menjelang masuk 2023, banyak orang berkata bahwa dunia akan memasuki kegelapan yang mengerikan. Perang berkecamuk, ekonomi akan porak-poranda dan berbagai krisis sosial muncul berbarengan. Dan kini kita akan meninggalkan 2023, nyatanya dunia masih bertahan.

Raymond Chin, seorang youtuber muda yang kanal media sosialnya punya banyak pengikut, bahkan bukan sekali membuat konten tentang gelapnya tahun 2023. Banyak yang mengamini tetapi tidak sedikit yang menyanggah. 

Saya teringat ketika tahun 1998, negeri ini seakan-akan memasuki gerbang akhirnya. Kiamat seperti dekat sekali. Krisis membuat harga-harga melambung tinggi. Rakyat tidak puas lalu oknum-oknum tidak bertanggung-jawab menyulut kerusuhan. Warga Tionghoa menjadi kelompok yang paling menderita. Harta mereka dibakar, dijarah dan dihancurkan. Banyak juga korban jiwa termasuk juga wanita-wanita dari kelompok ini yang mendapatkan pelecehan yang tentu saja mengukir trauma seumur hidup.

Tapi berkat perlindungan Tuhan, negeri ini mampu melewati itu semua. Saya tumbuh dengan kenangan pahit seperti itu dan tentu saja tidak berharap hal itu terulang kembali di masa depan.

Dalam suatu kesempatan, saya mengikuti seminar yang cukup unik. Pembicara meminta panitia mengatur tempat duduk peserta agar sesuai dengan kategori generasi masing-masing, ada generasi baby boomers, generasi x, generasi milenial dan alfa.

Menyambung ke premis sebelumnya, ingatan akan mengerikannya tahun 98 pasti masih terpatri pada tiga generasi pertama. Sedang untuk generasi alfa yang menurut artikel Tempo lahir di kisaran tahun 2013-2025, tentu tidak mengalami kegetiran sejarah seperti itu. Mereka hanya tahu dari cerita-cerita orang tuanya, itupun jika orang tuanya bercerita.

Gelapnya tahun 1998 dan 1999 kini hanya jadi sejarah. Tetapi jangan lupa, sejarah adalah guru yang paling baik. "Sejarah bukanlah beban ingatan melainkan penerangan jiwa." kata John Dalberg-Acton, penulis dan tokoh Katolik Inggris ternama.

Fakta bahwa generasi sebelum generasi z sudah berhasil melampaui petaka 98/99 membuktikan setidaknya tiga hal: mereka mampu bertahan, kegelapan bukan suatu yang harus terlalu ditakuti, dan penyertaan Tuhan tidak pernah berhenti.

cahaya di tengah kegelapan
cahaya di tengah kegelapan

Mampu Bertahan

Masih bisa waras paska 99 sudah sangat baik. Saat itu kegentingan benar-benar dalam skala yang tinggi. Tindakan destruktif dimana-mana merebak. Nyatanya Indonesia bisa bangkit, bukan hanya bertahan.

Generasi-generasi sebelum anak-anak alfa mampu bertahan bahkan bisa dikatakan bangkit. Dan karena telah melewati hal-hal itu, maka kita semua sejatinya telah ditempa menjadi angkatan yang tangguh. 

Kegelapan Tidak Boleh Membuat Kita Menjadi Generasi Pesimistik

Apa yang kita takutkan akan membatasi kita jika terus-menerus kita percayai. Sejarah membuktikan bahwa kita telah melewati tahun 2023 ini dengan cukup baik. Maka sudahi ketakutan-ketakutan yang telah dipelihara di penghujung tahun lalu. 

Optimisme harus dipelihara dan ketakutan haruslah semata menjadi sarana untuk waspada dan melakukan mitigasi, bukan pembatas kita untuk melesat. 

Apapun yang membuat kita 'kalah' di tahun 2023 haruslah menjadi pelajaran dan pembelajaran kita untuk menghadapi tahun 2024. 

Penyertaan Tuhan Tidak Pernah Berhenti

Dalam Matius 28:20b, jelas tertulis: "Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Ayat ini bisa jadi modal iman untuk menyongsong masa depan, termasuk tahun 2024 nanti.

Sebagai orang percaya, kita harus yakin bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita. PenyertaanNya tidak pernah berhenti. 


Saya Adi, seorang yang mencoba untuk terus belajar dari kehidupan. Artikel yang sudah Anda baca adalah salah satu dari kumpulan refleksi yang saya tulis. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Anda bisa mendukung saya untuk terus menulis di blog ini dengan membagikan artikel ini sehingga makin banyak yang mendapatkan manfaatnya. Tuhan menyertai kita semua. 

Adi
Adi Saya adalah seorang bloger yang sudah mulai mengelola blog sejak 2010. Sebagai seorang rider, saya tertarik dengan dunia otomotif, selain juga keuangan, investasi dan start-up. Selain itu saya juga pernah menulis untuk media, khususnya topik lifestyle, esai lepas, current issue dan lainnya. Blog ini terbuka untuk content placement, sewa banner atau kerja sama lain yang saling menguntungkan.

Posting Komentar untuk "Selalu Ada Terang di Saat Gelap - Refleksi #4"