Kombatan ISIS Mau Balik Kucing? TOLAK!

Tolak ISIS / Catatan Adi

Kalo biasanya saya becanda dan cuma menulis hal-hal 'remeh temeh' macam rempahan rengginang, tapi kali ini berbeda. 

Ini artikel serius. 100% opini pribadi saya dan saya menganggap bahwasanya Anda juga harus bertindak. Setidaknya bersuara.

Jadi gini gaes....

Para kombatan alias anggota angkatan perang ISIS asal Indonesia berniat kembali ke tanah air. Setelah ISIS hancur lebur dihajar Kurdi dan SFA, mereka bingung.

Bagaimana tidak, jika sebelumnya mereka bisa begitu berkuasa menentukan hidup matinya seseorang, menjual wanita-wanita Yazidi atau menyembeleh leher loyalis Assaad, kini mereka keok.

Hanya ada sedikit pilihan. Melanjutkan perlawanan yang pasti berakhir tragis. Ditangkap Kurdi dan kemungkinan besar bakal menerima aksi balas dendam jutaan kali lipat lebih menyakitkan. Atau nyamar jadi korban, pura-pura jadi pengungsi dan balik kucing ke negara asal.

Dari sedikit opsi yang dimiliki, nampaknya mereka serius ingin kembali ke negeri kita.

Lha.... katanya mau ke syur-ga?

Kok balik kucing pengen kembali ke tanah air, eh tanah Indonesia?

Dari sini bisa kita lihat bahwasanya mereka tidak sepatriotik itu, khususnya dalam membela ideologi ISIS yang begitulah.....

Jangan terlalu tinggi membandingkan mereka dengan para samurai dan perwira Jepang yang harakiri karena tak mau takluk pada barat. 

Atau pemberani-pemberani asal Bali yang melakukan puputan nan suci.

Mereka cuma oportunis. Pingin berkuasa dan hidup makmur dengan cara menindas orang lain. Tetapi begitu keadaan berbalik, pingin pulang kampung.

Mereka ini, orang-orang ISIS ini, banyak yang ngaku tobat dan menyesal. Ya Lord...... ternyata kita butuh banyak Oscar dan Piala Citra!

Tunggu.... tapi bukankah atas nama kemanusiaan, kita harus menolong mereka!!?

Ga usah ngegas gaes... ga usah ngegas. Selow aja! 

Jadi gini....

Kadang memang membahas sesuatu yang sudah bersentuhan dengan ideologi itu gurih-gurih anjay bajay jijay.

Buktinya? Sudah jelas ISIS itu salah, salah total. Tapi masih bisa mengundang banyak anggota dari seluruh dunia.

Kenapa mereka, khususnya WNI kita yang sukarela meninggalkan Indonesia demi berjuang di bawah bendera Islamic State itu, pergi ke Suriah-Irak?

Dikutip dari Tirto, setidaknya ada beberapa alasan :

1. Mereka ingin hidup di bawah pemerintahan Khilafah.

2. Bertemu Imam Mahdi.

3. Ikut keluarga.

4. dll

Huft.......

3 alasan ini saja sudah layak bagi kita untuk MENOLAK mereka!

Kenapa? Menerima mereka berarti kita menyetujui pemerintahan Khilafah hadir! Jelas! Itu tujuan mereka dan akan tetap menjadi obsesi sepanjang hayat.

Kedua, tidak ada imam mahdi di Indonesia, apalagi yang dimaksud seperti Bahgdadi sang gembong ISIS itu. Yang ada manusia-manusia penuh kasih seperti Alwi Shihab, Mustofa Bisri, Romo Benny, dan Lucinta Luna. Mari kita peringatkan agar mereka tidak perlu susah-susah cari imam mahdi di sini.

Ketiga, kita harus ingatkan bahwa keluarga mereka di Suriah-Irak, jadi tidak perlu repot-repot kembali. Bukankah pejuang-pejuang ISIS lainnya yang adalah keluarga besar mereka masih di sana. Ya sudah, hidup saja di sana!

Potensi men-Suriah-kan Indonesia.

Entah apa yang ada di benak tokoh-tokoh papan atas negeri yang masih saja bermanufer aneh-aneh! Termasuk mendorong pemerintah membantu kepulangan mereka.

Dulu Suriah dan Irak tidak sekacau sekarang. Tetapi ketika ISIS berkuasa, maka neraka nampak hadir di sana.

Tidak ada kedamaian. Tidak ada kemakmuran.

Tetapi sadarkah mereka tentang itu semua? TIDAK! Karena ketika ISIS berkuasa, mereka juga berkuasa!

Dan kekuasaan itu memabukkan!

Indonesia terancam menjadi seperti Suriah jika kita tidak awas dan waspada.

Sekarang pilihan di tangan kita. Khususnya di tahun politik yang semakin panas ini. Satu kesalahan kecil berpotensi menjadi peluang bagi ISIS atau siapa saja yang berniat jahat pada negara ini, untuk mengambil kendali pemerintahan.

TOLAK!



2 Responses to "Kombatan ISIS Mau Balik Kucing? TOLAK!"

  1. Perlu digaris bawahi bahwa tidak semua dari mereka itu kombatan, ada anak-anak dan wanita, apa kita akan membiarkan mereka terlunta-lunta begitu saja? dan sebenarnya mereka juga korban propaganda ISIS, seolah ISIS itu adalah Khilafah yang telah dinubuatkan dalam agama, padahal bullshit.. kalau anda Muslim anda pasti paham mengapa mereka merindukan sosok datangnya Imam Mahdi dan tegaknya khilafah, sama seperti orang Yahudi dan Nasrani memimpikan datangnya kerajaan Tuhan mereka.. dan Indonesia tidak akan mudah disuriahkan begitu saja, mengapa? karakteristik Indonesia dengan Suriah jelas beda, persoalannya juga beda.. ISIS itu datang di akhir saat Timur Tengah memang sudah dalam kondisi kacau karena perang invasi Amerika dan konflik-konflik antar golongan, ISIS mengambil kesempatan itu untuk mendirikan wilayah yg konon akan menjadi kekhilafahan yg damai dan makmur, pokoknya mereka menjanjikan banyak hal.. tapi tidak semua Muslim mendukung ISIS, bahkan ada yg mengatakan ISIS itu ciptaan intelijen Amerika untuk menyudutkan dan mengacaukan perjuangan milisi2 Muslim lainnya khusunya di Suriah yg ingin menumbangkan pemerintahan Bashar Assad.. menelaah informasi sensitif seperti ini tidak bisa diambil dari kacamata media mainstream, tapi harus dikorek mendalam dan hal seperti ini tidak bisa dibicarakan vulgar. Jangan korbankan mereka yang sudah menjadi korban, terima kembali mereka dengan catatan tentu saja harus dideradikalisasi jika mereka sudah terterpa paham radikal, dididik ulang sesuai paham keagamaan di Indonesia. tempatkan mereka di karantina selama beberapa tahun sebelum dilepas kembali jadi WNI yang sudah berideologi Pancasila dan berpaham Bhineka Tunggal Ika.. mereka masih saudara-saudara kita, anak-anak ibu pertiwi, mereka hanya sesat jalan, sesat paham. Kemanusiaan itu harus ada di atas segalanya, termasuk di atas agama, di atas ideologi manapun, termasuk mereka yang pernah berkhianat dengan memilih pergi untuk tinggal di negara lain hanya karena persoalan ideologi.. Ketika kemanusiaan seseorang terjebak pada apa yang menurutnya benar dan salah, maka sebenarnya orang itu belum menjadi sosok humanis sejati.. kalau menerima mereka dianggap berbahaya, justru itu, potensi bahaya itu yg harus dilenyapkan dari dalam diri mereka sendiri dengan deradikalisasi.. kita bicara soal cinta dan kemanusiaan bukan soal akal dan ego. Kita Indonesia, kita berbeda dengan negara lain manapun di dunia. Kita punya Pancasila. Indonesia harus jadi negara yang manusiawi. Menjunjung tinggi ketuhanan, Kemanusiaan, persatuan, kebijaksanaan, dan keadilan.

    ReplyDelete
  2. Seperti judul, kalo memang mereka anak-anak dan bukan kombatan yang ikut perang dar der dor dan pingin kembali ke Ibu Pertiwi yang berlandaskan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, ga masalah kok.

    ReplyDelete

Komentar Anda akan muncul setelah kami review.

Baca Juga

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel