Riddle Edisi November 2019

Lima Riddle Misterius Edisi November 2019 


Hai pembaca setia Catatan Adi, kali ini kami akan tampilkan sesuatu yang baru. Apa itu? Tidak lain dan tidak bukan adalah rubrik Riddle. Bagi kalian yang adalah penggemar cerita hantu, misteri, detektif atau fenomena supranatural, mungkin tak asing dengan yang namanya Riddle.

Ya, Riddle adalah sebuah cerita, bisa panjang bisa pendek, dimana di dalamnya tersirat sebuah rahasia yang bisa bikin bulu kuduk berdiri. Kalian semua berhak menjawab semua Riddle di sini.

Namun pastikan dengan bahasa yang sopan dan tidak spam ya.

Untuk edisi November 2019 ini, kami akan berikan 5 Riddle. Semoga bisa menghibur pembaca setia blog Catatan Adi. Silahkan mampir juga di rubrik Fenomena yang membahas berbagai tempat dan kejadian mistis dari seluruh dunia.

Atau jika kalian penggemar h-a-n-t-u, silahkan mampir ke rubrik Supranatural. Kalian akan bertemu banyak wawasan perihal dunia astral!

Oke langsung saja, ini dia 5 Riddle pilihan dari Catatan Adi untuk kamu semua.

Tindihan


Riddle no 1, tindihan / catatanadi.com
Riddle #1, Tindihan

Sejak kematian ayah dan ibuku, aku tinggal bersama dengan keluarga pamanku. Mereka pada dasarnya baik, hanya saja sok mengatur. Terlebih istri pamanku yang selalu marah-marah. Aku tak pernah dimarahi oleh ayah ibuku, jadi ini semua terasa berat untukku.

Aku akhirnya memilih indekos. Aku sewa sebuah kamar kos yang dekat dengan kampusku. Ternyata pindahan lumayan capek. Begitu selesai mengangkut semua barang, aku langsung menyalakan kompor untuk memasak air. Aku ingin mandi air hangat, setelah itu tidur yang lama.

Tiba-tiba aku ingat tentang piyamaku. Apakah aku membawanya? Kubongkar lagi kardus-kardus itu. Cukup lama. Ah akhirnya ketemu. Ini piyama warisan dari ibuku. Aku langsung mengunci pintu dan memakai piyama itu.

Uh capek. Aku langsung tertidur. Nyenyak sekali rasanya. Mungkin karena aku kelelahan.

Tetapi tiba-tiba dadaku sesak. Rasanya seperti ada yang menindihku. Aku berusaha menjerit namun tak bisa. Tubuhku kaku, nafasku terengah-engah. Oh ada apa ini. Aku berusaha melawan. Cukup lama aku berjuang hingga akhirnya aku menyerah.

Seketika kubuka mata, aku terkejut. Ibu dan ayah sudah berdiri disampingku. Mereka tersenyum dan menyambutku. Oh, apakah aku sedang bermimpi. Tetapi tidak apa-apa. Aku senang bertemu mereka. Aku rela terus bermimpi.

Kematian Sang Pialang


Riddle no 2, Kematian Sang Pialang / Catatanadi.com
Riddle #2, Kematian Sang Pialang

Kepolisian Rheinstown sedang disibukkan oleh misteri kematian tuan Bobby Red, seorang pialang saham terkenal. Ia dipastikan tewas dengan pisau tertancap di lehernya.

Detektif Addler ditugaskan oleh Departemen Kepolisian untuk mengungkap kasus ini. Ada 3 orang saksi yang siap memberi keterangan.

Saksi 1, Ny. Catherine Red.

Aku sedang di apartemenku malam tadi bersama teman-temanku, Nadia dan David. Lalu pukul 11, seseorang yang mengaku dari kepolisian meneleponku.

Dia hanya mengatakan suamiku tewas mengenaskan dan polisi sedang bekerja untuk menyelediki tempat kejadiannya.

Aku sungguh sedih, aku sering meninggalkannya sendirian. Dia orang yang besar dan kuat, pasti mereka mengeroyoknya sebelum menghujamkan pisau dapur itu ke lehernya.

Saksi 2, Nadia.

Aku adalah asisten pribadi Ny. Catherine Red. Aku sudah bekerja untuknya sekitar 10 tahun. Ia memang sering bepergian, namun ia menyayangi suaminya, tak seperti yang dituduhkan banyak orang.

Waktu itu kami minum-minum sampai larut. Tiba-tiba ketika kami sedang di bawah minuman keras, seorang polisi meneleponnya dan mengatakan jika para bandit mengeroyok suaminya lalu menghujamkan pisau ke leher pria malang itu.

Sungguh aku tak tahu apapun karena bergitu kami di sini, kau dan beberapa polisi langsung menanyai kami. Bahkan melihat mayatnya juga aku belum sempat.

Saksi 3, David.

Well, aku memang menyukai Ny Catherine dan sudah beberapa tahun ini kami menjalin hubungan. Namun aku juga terkejut pria itu, maksudku Bobby, tewas mengenaskan. Siapapun mereka, haruslah dihukum berat. Dia orang baik. Lagipula, ia bahkan belum sempat menikmati macaroni yang baru saja ia beli dari toko.

Dua minggu kemudian, Detektif Addler dipromosikan menjadi senior officer di departemennya.

Tante Chen


Riddle no 3, Tante Chen / Catatanadi.com
Riddle #3, Tante Chen

Tante Chen adalah adik ibuku. Wajahnya cantik, mirip sekali artis film dari Korea. Ia juga montok.

Padahal umurnya sudah kepala empat. Suaminya Om Bram seorang pelaut.

Suatu saat Tante mengeluh sedang sakit perut. Ia bahkan tak masuk kerja berhari-hari. Gawat, padahal Om Bram sedang berlayar. Jadi tante hanya sendiran di rumah.

Akhirnya ibuku memintaku membawa Tante Chen ke dokter. Aku memang sering ke tempat tante. Walau masih SMP, namun aku sangat bisa diandalkan. Apalagi tubuhku besar dan berotot.

Sesampainya di klinik, tante langsung masuk ke ruangan. Maklum saat itu tidak ada pasien. Aku hanya duduk di depan pintu sambil menguping saja. Ternyata kata dokter, tante hamil. Aku langsung bahagia.

Pasti Om Bram juga senang sekali. Diam-diam aku kirim sms ke hape Om Bram dan ucapkan selamat.

Dua hari kemudian Om Bram langsung pulang. Mereka bertengkar hebat. Bahkan tante harus masuk rumah sakit lagi. Kali ini aku tak berani mengantar.

Jangan Nonton Tivi Saja


Riddle no 4, Jangan nonton tivi / Catatanadi.com
Riddle #4, Jangan Nonton Tv Saja

Aku sebal dengan ibuku. Ia selalu menasihatiku untuk tidak menonton tivi terlalu sering.

Hei, aku remaja dan tivi adalah duniaku. Maka wajar jika aku menghabiskan waktuku menonton tivi. Seperti pagi itu, ketika aku terbangun dari tempat tidur.

Kubuka kamar dan menuju ke kamar makan sambil mencomot beberapa biskuit. Sepi sekali. Kulihat jam di dinding, pukul 8 lebih.

Pasti ayah dan ibu sudah berangkat kerja. Aku lalu membuat segelas orange juice, mencomot beberapa biskuit lagi lalu pergi ke ruang keluarga.

Channel 1, sebuah quiz tidak bermutu yang norak dan dibuat-buat.

Skip!

Channel 2, pertandingan tinju. Lumayan. Tetapi hari ini aku ingin sesuatu yang seru.

Skip!

Channel 3, 4, 5, 6, 7, semua menyebalkan. Hanya ada sinetron, pertandingan basket, liputan pertanian, berita politik, dan musik jadul.

Skip!!!

Channel 8, sebuah drama pembunuhan. Wow ini dia baru seru. Baru sepuluh menit telepon berdering. Ratih mengajakku berkencan ke taman kota. Kutolak. Aku ingin nonton Tivi seharian.

Lagian panas gini, ngapain ke luar. Ku kembali ke ruang keluarga dan balik nonton tivi. Seseorang sedang menjelaskan tentang cara membuat pupuk kompos yang baik. Menarik juga. Lalu tiba-tiba perutku kram.

Kepalaku mendadak pusing. Kulihat kalender. Ah, hari Minggu, harusnya memang aku main di luar saja.

Tanpa mematikan Tivi, aku langsung keluar rumah. Cuaca memang panas.

Guru Killer


riddle no 5, guru killer / Catatanadi.com
Riddle #5, Guru Killer

Mr Hans adalah salah satu guru paling galak di sekolahku. Dia sering sekali memberi hukuman pada para siswanya.

Maklum, murid-muridnya memang bandel. Tetapi kadang kami merasa ada yang aneh dengan dia.

Walau begitu aku tak berani mengatakan ini pada siapapun. Katanya ia bisa mendengar apapun yang kami katakan. Ngeri, khan.

Hingga akhirnya aku tak kuasa lagi. Aku mengajak Ririn, Calista, Stephani dan Zahra untuk pergi ke kamar mandi.

Di sana, kami saling bergosip, khususnya tentang Mr Hans. Tak terasa bel berbunyi. Aku dan teman gengmasuk ke kelas lagi. Baru juga kami duduk, Mr Hans langsung masuk ke kelas sambil memanggil kami semua.

Ia menuduh kami membicarakan hal-hal negatif tentangnya. Kami malu dan menyesal. Ternyata benar, dia memang punya indera ke-enam.

--------------------

Itulah lima riddle edisi November 2019. Terus ikuti konten menarik lainnya hanya di Catatan Adi, blog kesukaan kalian semua.

Jika kalian bisa membantu 'memecahkan' riddle di atas, jangan ragu! Silahkan tulis analisa kalian di kolom komentar ya.

0 Response to "Riddle Edisi November 2019"

Post a Comment

Komentar Anda akan muncul setelah kami review.

Baca Juga

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel