Apa Kita Membutuhkan Motivator?

Motivator - Salah satu pekerjaan yang cukup legit adalah menjadi motivator. Di Indonesia, profesi ini mulai digandrungi karena dua hal : menjanjikan ketenaran serta berpotensi membuat orang jadi kaya raya.

Coba lihat di para motivator di televisi, youtuber penebar semangat positif di dunia maya atau bahkan toko buku kesukaan Anda. Ada banyak koleksi konten yang berkaitan dengan training, personal building ataupun motivasi. Namun pertanyaannya, apakah kita benar-benar membutuhkan seorang motivator.

Jawabannya tidak mudah. Bisa iya bisa juga tidak, tergantung dari kondisi diri kita dan tentu saja target yang ingin diraih. 

Motivator bisa saja memberi nasihat terkait banyak bidang, seperti psikologi, bisnis, politik hingga urusan rumah tangga. Banyak yang dianggap sukses dan berhasil membuat orang-orang yang mereka tolong berhasil. Namun ada juga opini yang mencibir dan nyinyir dengan profesi tersebut.

Dalam kesempatan kali ini, aku akan sedikit membagikan opini dan pengalamanku terkait aktivitas motivasi dan bagaimana sebenarnya banyak orang salah kaprah, baik yang memuja dan mengkultuskan para coach dan trainer mereka atau yang menolak mentah-mentah. 

Ini fakta pertama : Semua orang butuh motivasi. Kenapa? Karena sekuat-kuatnya Anda, pasti suatu saat akan mengalami kondisi yang terjepit, merasakan kesesakan serta butuh pertolongan. Semangat menurun dan hampir menyerah. Di sinilah kita butuh motivasi. Jangan salah baca, motivasi, bukan motivator.

Lalu darimana motivasi berasal. Di sinilah kuncinya. Nasihat maupun panduan yang kita butuhkan bisa saja tersedia gratis hanya tidak disadari dengan baik.

Bukankah ada internet dengan jutaan free content yang bisa dibaca setiap saat? Salah satu blog yang rutin dan fokus memberikan panduan seputar parenting, pendidikan atau pengembangan diri adalah ESAI EDUKASI.

Blog itu beralamat di esaiedukasi.com dan sudah cukup terkenal di kalangan para pendidik maupun mahasiswa. Salah satu artikelnya adalah tentang cara menjadi orang yang menarik yang bukan hanya berisi motivasi tetapi juga panduan praktis yang bisa Anda semua lakukan.

Selain itu, motivasi bisa Anda dapatkan dari diri sendiri, melalui proses merenung dan berkontemplasi dengan baik. Buku-buku gratis juga sudah mulai banyak bertebaran di perpusatakaan umum maupun digital library di internet. 

Jadi fakta kedua : Anda bisa mendapatkan motivasi dengan gratis tanpa perlu harus mendaftar ke sebuah sekolah pengembangan diri atau menyewa seorang coach profesional yang tentu saja butuh banyak biaya. 

Lalu kenapa orang tetap mengikuti berbagai seminar motivasi dan kelas-kelas pengembangan diri seperti itu laris dipasaran?

Karena orang tahu tetapi tidak mau melakukan. Mereka butuh seorang pelecut yang konsisten tidak hanya memberi motivasi namun juga evaluasi dan bahkan pendampingan. 

Jadi kesimpulannya, profesi motivator tetap ada karena banyak orang membutuhkannya. Semahal apapun itu, tetapi bila mereka sudah merasakan manfaatnya (atau seolah-olah mendapatkannya), maka mereka tidak akan merasa rugi.  

Jadi bagaimana? Apakah juga sudah mulai tertarik untuk memakai jasa motivator? Atau ingin beralih profesi menjadi seorang trainer, coach maupun personal assistant? Untuk diketahui saja, biaya menyewa profesi semacam itu tidak murah.

Sayangnya, banyak orang juga merasa tidak ada perubahan apapun  bahkan setelah melalui banyak sesi seminar serta membayar jasa seorang professional motivator. Tidak jarang juga ada yang berujar “hah cuma kaya gini?”

Kenapa hal itu bisa terjadi? Ada dua kemungkinan. Motivator yang disewa kapasitas dan kapabilitasnya tidak mumpuni atau mereka sebenarnya tidak membutuhkan seorang motivator.

*****************************

Catatan Penulis : Terima kasih sudah membaca. Butuh bacaan terkait produktivitas? Ingin tahu cara untuk meningkatkan kepercayaan diri. Kami punya. Silahkan eksplorasi Catatan Adi sampai puas. 

0 Response to "Apa Kita Membutuhkan Motivator?"

Post a Comment

Komentar Anda akan muncul setelah kami review.

Tulisan Menarik Lainnya

    Mau Kirim Artikel? Atau Tanya-Tanya? Boleh Kok

    Name

    Email *

    Message *

    Artikel Populer

    Artikel Terbaru

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel