Kisah Karl Marx, Bapak Komunisme Penentang Kapitalisme

Tokoh Sejarah - Karl Marx dikenal luas sebagai tokoh ideologi komunisme, khususnya marxisme. Seperti apa kisah hidupnya? Bagaimana pemikirannya bisa begitu mengubah dunia?

Siapakah Karl Marx?

Biografi Karl Marx
Biografi dan Pemikiran Karl Marx

Karl Marx adalah seorang pemikir, ekonom, organisatoris, politikus, dan sosiolog terkemuka dengan berbagai karya gemilang. Ia diakui dunia sebagai salah satu tokoh paling penting dalam sejarah perkembangan peradaban umat manusia.

Inilah biografi dan sejarah singkat Karl Marx. Ia lahir pada tanggal 5 Mei 1818 di Trier, sebelah tenggara Prusia (Jerman). Ayahnya bernama Heinrich Marx, sedang ibunya adalah Heinrietta Marx. Mereka berdua berasal dari golongan Yahudi yang kemudian minta dibaptis lalu masuk Kristen.

Ayah Karl bukan sembarangan orang. Heinrich merupakan keturunan rabbi Yahudi berpengaruh di Eropa. Ia sendiri berprofesi sebagai pengacara dan sangat menggemari filsafat.

Karl Marx dibaptis pada usia enam tahun bersama saudara-saudaranya. Perlu diketahui pada saat itu pandangan liberalisme dan sosialisme cukup menjadi isu yang hangat, khususnya di lingkungan kota Trier yang berbatasan dengan negeri Perancis. Karl melalui masa kecil dengan bersekolah di rumah atau homeschooling. Pada usia 12 tahun, ia melanjutkan pendidikan ke sebuah sekolah bernama Friedrich-Whilhelm Gymnasium sebelum akhirnya melanjutkan ke Universitas Bonn.

Banyak yang beranggapan bahwa Heinrich Marx adalah seorang pemikir zaman baru yang sangat terpengaruh oleh ajaran Hegel. Bahkan di sekolahnya, para staf dan kepala sekolah juga merupakan penganut liberalisme serta mengajarkan literatur politik yang cukup meresahkan pihak pemerintah. Apakah itu nantinya berpengaruh terhadap cara berpikir Karl Marx?

Ketika menjadi mahasiswa di Universitas Bonn, Marx langsung mendapatkan perhatian banyak orang. Ia aktif dalam berbagai kegiatan di kampus. Selain itu ternyata calon pendiri komunisme ini punya hobi mabuk-mabukan dan bikin ulah. Akhirnya ayahnya memindahkannya ke Universitas Berlin untuk memperdalam filsafat dan hukum.

Ternyata Berlin memberikan apa yang Marx butuhkan. Ia mendalami filsafat Hegelian dan karya-karya Feurbach. Bahkan Karl juga terlibat dalam gerakan pemuda Hegelian yang terkenal cukup radikal.

Pada tahun 1836, Karl muda memutuskan sebuah tahap baru dalam kehidupannya. Di usia yang belum menginjak 20 tahun, Marx akhirnya memutuskan untuk menikah. Ia memilih seorang wanita dari keluarga bangsawan kelas atas untuk sebagai istrinya. Wanita itu bernama Jenny von Westphalen.

Mulai tahun 1837, Karl mengembangkan pemikirannya. Ia menghasilkan banyak karya berupa esai, draft, buku, kisah roman, hingga puisi. Bersama dengan Bruno Bauer, mereka berpetualang ke Jena dan Bonn. Marx sering berhadapann dengan pihak berwenang karena dianggap menghasilkan karya yang provokatif. Tidak hanya mengkritik kaum Kristen, Gereja Katolik, Pemerintah Prusia, politikus lokal, Ia bahkan kelewat berani berurusan dengan penguasa kekaisaran Rusia, Tzar Nikolai I. Raja yang mudah tersinggung tersebut akhirnya memintah pemerintah setempat mencekal Karl.

Keluar dari Prusia, Marx dan istrinya pindah ke Paris. Di sana, ia berkerja sebagai jurnasi untuk sebuah surat kabar berbau sosialis. Tak disangka, jiwa radikalnya makin membuncah. Ia dikelilingi banyak orang hebat jaman itu, antara lain tokoh kiri terkemuka Paris, Arnold Ruge dan bapak anarkisme asal Rusia, Mikael Bakunin. Pada saat ini, pemikirannya tentang perjuangan kelas proletar mulai memiliki bentuknya.

Marx mengenal banyak pemikir hebat yang akhirnya mempengaruhi jalan hidupnya, membuatnya berhasil menghasilkan karya yang menerbangkan namanya jauh di atas mereka semua. Walau begitu satu-satunya sahabat seumur hidup Marx yang paling setia adalah Friedrich Engels. Ia seorang kiri dari Jerman yang berasal dari keluarga mapan. Pada 28 Agustus 1844 keduanya bertemu di sebuah kafe. Sejak saat itu, mereka berdua berkolaborasi dalam menghasilkan manuskrip-manuskrip hebat yang bertujuan untuk membebaskan kelas pekerja dan mendirikan sebuah dunia yang bebas, anti-kapitalis dan tentu komunistik.

Dari tahun 1845-1883, Karl berpeteluang menjelajah seperlima Eropa. Ia menjadi jurnalis, politikus, pemikir, dan pendiri berbagai organisasi. Semuanya ditujukan untuk kemenangan kelas pekerja. Terkadang ia ada di Brussels, lalu pindah ke London, mengunjungi Koln kembali ke Perancis dan akhirnya menetap di Inggris.

Untuk menunjang hidupnya, Karl mengandalkan kemampuan menulis artikelnya. Ia mengirim banyak tulisan ke berbagai surat kabar baik itu yang berbau borjuis maupun bersifat sosialis. Namun, itu semua tidak pernah cukup. Untung dia memiliki sahabat setia, Engels yang selalu membantunya secara finansial.

Akhir hidup Marx sangat menyedihkan. Ia punya enam anak dan hanya tiga yang tidak mati di usia belia. Sepanjang hidup ia didera kemiskinan, penderitaan, hutang, kelaparan dan kesulitan keuangan. Pada tanggal 14 Maret 1883, ia meninggal karena kompilasi penyakit berbahaya. Pria pendiri komunisme itu diketahui menderita rematik, gangguan pernafasan, jantung dan bronkitis. Bahkan ketika mati, ia tak mampu membeli jasnya sendiri. Dan upacara kematiannya hanya diikuti segelintir sahabatnya, tentu saja termasuk Friedrich Engels.

Apa Saja Pemikiran Karl Marx?

Agama itu candu masyarakat.
-Karl Marx. 
Karl Marx konsisten di jalur kiri, walau seiring berjalannya waktu ia terlihat berubah-ubah. Awalnya ia menggandrungi filsafat Hegel yang berkutat pada teologi dan politik. Namun kemudian ia meloncat ke Feurbach yang lebih praktis. Dialektika merupakan salah satu kehebatan pria Jerman berjenggot lebat itu.

Ketika membuat puisi, ia bisa cukup romantis. Saat mengurai buah pikir Adam Smith dan sistem kapitalisme ia akan terlihat sebagai ahli ekonomi brilian. Ketika mengomentari Komune Paris, ia akan tampil sebagai seorang revolusioner. Saat mengorganisasi Internasionalisme dan Liga Keadilan, Marx sangat egois namun tetap cerdas.

Karena banyak sekali buah pemikiran Karl Marx, mengikutinya harus sambil melihat sepak terjangnya. Ia tentu seorang komunis sejati dan sosialis tulen. Ia juga ateis namun tak ada bukti ia berkonflik secara langsung dengan kaum agamawan.Lalu bagaimana dan apa saja warisan filsafat Marx?

Teori Kelas ala Karl Marx merupakan sebuah warisan utama dari sobat Engels ini. Dalam teori tersebut, Karl Marx menguraikan tentang kapitalisme sebagai sebuah sistem yang busuk dan menindas para proletar. Untuk lebih jelasnya, inilah uraian Teori Kelas Karl Marx :

  • Sejarah manusia adalah sejarah kelas. Akan ada kelas penguasa dan tertindas. Kaya dan miskin. Borjuis dan Proletar.
  • Kapitalisme adalah sebuah sistem penindasan yang membuat para pekerja teralienasi dengan kehidupan.
  • Kapitalisme akan hancur pada waktunya nanti karena kelemahan yang ada dalam diri sistem itu sendiri.
  • Kaum proletar harus bersatu dalam sebuah partai yang bersifat komunis lalu mengambil alih kepemimpinan untuk kemudian mendirikan sistem komunis.
  • Perkembangan sejarah manusia berikutnya adalah melewati tahap sosialisme lalu ke puncak peradaban, yakni masyarakat komunis.
Selain itu, Karl Marx tentu saja dikenal sebagai Bapak Komunisme, khususnya mazhab Marxisme. Ini berbeda dengan Trotskyisme, Leninisme, Stalinisme, Maoisme atau Anarko.

Marxisme menghendaki adanya suatu keadaan yang sosialistik dan komunal dimana kepemilikan dalam skala luas harus dibatasi dan peran komunal melalui dewan-dewan diperkuat. Inilah pemikiran praktis dari Karl Marx. 

Marxisme juga berarti semangat dari kelas pekerja untuk menghancurkan golongan kapitalis, feodalis, fasis dan borjuis. 

Dalam posisinya terhadap agama, Karl Marx tidak terlalu fokus lagi. Ia hanya tidak suka jika agama dijadikan alat untuk melanggengkan kekuasaan dan membodohi rakyat kecil. Itulah mengapa ia mengatakan Agama adalah candu.

Karya Karl Marx

Apa saja karya Karl Marx? Ada banyak sekali dan sayangnya para ahli percaya banyak manuskrip Marx di masa awal maupun pembuangan hilang lenyap. Beberapa hasil tulisan Karl Marx antara lain : 

  • The Belgian Massacres
  • The Civil War in France
  • The Class Struggles in France 1848–1850
  • A Contribution to the Critique of Political Economy
  • Critique of Hegel's Philosophy of Right
  • Critique of the Gotha Program
  • Das Kapital, Volume I
  • Das Kapital, Volume II
  • Das Kapital, Volume III
  • The Difference Between the Democritean and Epicurean Philosophy of Nature
  • Economic and Philosophic Manuscripts of 1844
  • The Eighteenth Brumaire of Louis Napoleon
  • Grundrisse
  • Das Kapital
  • Marx/Engels Collected Works
  • Marx's notebooks on the history of technology
  • Mathematical manuscripts of Karl Marx
  • Notes on James Mill
  • On the Jewish Question
  • Oulanem
  • The Philosophical Manifesto of the Historical School of Law
  • The Poverty of Philosophy
  • Scorpion and Felix
  • Theories of Surplus Value
  • Theses on Feuerbach
  • Value, Price and Profit
  • Wage Labour and Capital
Itulah sekilas tentang biografi Karl Marx serta pemikiran dan karya-karyanya. Baca juga tulisan menarik Catatan Adi mengenai politik, filsafat dan sejarah. Apa Anda punya pendapat tentang artikel ini? Silahkan tulis di kolom komentar. Siapa tahu akan dibaca juga oleh Karl Marx. 

0 Response to "Kisah Karl Marx, Bapak Komunisme Penentang Kapitalisme"

Post a Comment

Komentar Anda akan muncul setelah kami review.

Tulisan Menarik Lainnya

    Mau Kirim Artikel? Atau Tanya-Tanya? Boleh Kok

    Name

    Email *

    Message *

    Artikel Populer

    Artikel Terbaru

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel