Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Panduan Memahami dan Manfaat Mempelajari Filsafat Untuk Pemula

Apa tujuan dan manfaat belajar filsafat? Ternyata faedahnya sangat besar, meski hal ini kurang disadari oleh masyarakat luas, termasuk para mahasiswa, pendidik, ahli dan pejabat pemerintahan.

Sangat kurang sekali artikel maupun tulisan yang membahas mengenai cara belajar filsafat secara mandiri dan bagaimana memanfaatkan filsafat bagi kehidupan sehari-hari. Padahal hal-hal tersebut sangatlah penting. 

Untuk itulah akhirnya kami memutuskan membuat tulisan ini dengan tujuan untuk membantu siapa saja yang ingin mengenal filsafat dan memanfaatkannya dengan baik untuk kehidupan. 

Apa Itu Filsafat?

Dalam tulisan ini kami akan membedah pengertian filsafat secara lengkap termasuk tujuan filsafat dan cara sederhana bagi pemula agar dapat memahami dan menggunakan filsafat dalam kehidupan sehari-hari.

Penjelasan ini bukan semata-mata teori saja, tetapi juga dilengkapi berbagai cara praktis dalam mempergunakan ilmu serta buah pikir para filsuf Yunani, Mesir, Eropa Barat dan Indonesia untuk meningkatkan kualitas hidup.

Pengertian Filsafat 

Mari kita mulai dengan memahami definisi dari filsafat. Secara umum filsafat adalah ilmu yang mempelajari tentang segala sesuatu, termasuk fenomena, penyebab dan hubungan antara manusia dengan semesta.

Kata filsafat berasal dari bahasa Yunani yaitu Philosophia. Arti dari kata ini adalah mencintai kebijaksanaan. 

Anda bisa mencari lebih lanjut perihal definisi filsafat dari para ahli seperti Harry Hammersma, Ibn Sina, Plato, Cicero, Immannuel Kant atau Bertrand Russel.

Tujuan Filsafat

Sebenarnya ada kritik yang keras yang harus ditujukan pada para akademisi jaman sekarang yang membuat filsafat seolah-olah sebagai suatu disiplin ilmu yang terpisah dengan sains, seni, dan politik.

Hal itu tidak bisa dibenarkan. Mereka membuat filsafat menjadi kerdil dan memasungnya dengan dogma serta doktrin yang kaku.

Padahal filsafat adalah sumber segala ilmu, dasar bagi seni dan panduan untuk politik, baik di ranah praktis maupun teori. Sehingga selain dipelajari tersendiri juga akan otomatis dipelajari ketika seseorang mendalami sains, mengasah keterampilan seni serta terjun ke dunia politik. Ini karena inti dari filsafat adalah kebijaksanaan.

Filsafat lahir dari keingintahuan manusia yang kemudian membentuk berbagai pertanyaan. Dari pertanyaan ini akan lahir proses penemuan dalam menjawabnya. Filsafat bersifat dinamis dan harus berdasarkan pemikiran yang jernih bukan lagi asumsi kosong yang tidak mendasar. 

Sehingga dari sana bisa ditarik kesimpulan, ada 5 tujuan filsafat : 

  1. Membantu manusia menjelaskan fenomena yang belum dimengerti.
  2. Pintu bagi lahirnya inovasi dan pengetahuan.
  3. Jalan untuk menciptakan keteraturan.
  4. Membedakan antara imajinasi dan fakta, bualan dan kenyataan, fiksi dan fakta. 
  5. Mempertinggi kualitas kehidupan.

Namun tentu saja tujuan dari filsafat tidak akan pernah tercapai jika manusia masih berada dalam bayang-bayang ketakutan akibat dari pemikiran-pemikiran yang ditanamkan orang lain dalam benaknya.

Orang yang seperti ini akan takut untuk membuka pikirannya pada hal baru, termasuk takut untuk mempertanyakan hal-hal yang jelas-jelas salah dan tidak sesuai dengan nuraninya.

Manusia atau masyarakat yang hidup dalam ketakutan seperti di atas tersebut tidak akan menemukan cahaya peradaban dan kemajuan, namun akan ditindas oleh oknum-oknum tanpa mereka sadari. Atau tanpa mereka berani melawan. 

Sejarah Filsafat

Untuk mempelajari sejarah filsafat cukup rumit karena pada dasarnya ini adalah suatu metode, pemikiran dan ilmu yang sangat tua dan berasal dari masa lampau.

Masyarakat Yunani adalah sumber dari banyak filsuf terkemuka. Pantas saja peradaban Yunani di masanya mampu mengungguli peradaban bangsa-bangsa lain.

Ada tiga filsuf generasi pertama yang sangat penting untuk disebutkan, yakni Socrates, Plato dan Aristoteles. Ketiganya orang Yunani Kuno.

Socrates kemudian menjadi guru bagi Plato. Selanjutnya Plato memberikan jalan bagi Aristoteles dalam mengembangkan buah pemikirannya.

Masih dari Yunani Kuno, ada banyak sekali nama yang bisa disebut. Beberapa yang sangat penting peranannya bagi masyarakat selain tiga tokoh di atas adalah Epikurus, Demokristus, Herakleitos, Eukleides, Thales, Pythagoras, Hippokrates dan Xenophanes.

Selanjutnya di era Romawi Kuno, dua nama yang harus disebut adalah Seneca dan Cicero. Para pemikir Kristen akhirnya mengambil alih dunia ilmu pengetahuan, teologi dan seni setelah Kaisar Konstantinus menetapkan Kristianisme sebagai agama negara.

Ada banyak filsuf dunia yang hebat dan berakar dari teologi Kristen, seperti Athanasius, St. Aquinas, St. Agustinus dari Hippo, dan Fransiskus dari Asisi.

Para filsuf kemudian adalah orang-orang yang melahirkan agama Protestan, antara lain Martin Luther, Simmo Mennon, Johanes Kalvin serta John Wesley.

Setelah era pencerahan, muncul banyak filsuf yang mengembangkan aliran yang sama sekali baru dari sebelumnya, yakni mulai melandaskan diri pada naturalisme, ateisme dan humanisme.

Orang-orang seperti Imanuel Kant, Feurbach, Hegel, Karl Marx, Descartes, David Hume, Bakunin, Adam Smith berhasil melahirkan pemikiran yang jenius, membuat filsafat menyatu dengan kehidupan masyarakat.

Di era modern, makin sedikit filsuf yang aktif memberikan perubahan mendasar, ekstrim dan fundamental. Tokoh seperti Mahatma Gandhi, Sukarno, Mao dan Lee Kwan Yee adalah para filsuf besar dari Asia.

Sedang beberapa tokoh papan atas yang masih eksis antara lain Bertand Russel, Noah Chomsky, Stephen Hawking, serta Nelson Mandela.

Mempelajari sejarah filsafat memang berguna, tetapi jauh lebih penting adalah memahami pemikiran-pemikiran yang sudah lampau lalu kemudian dikaitkan dengan apa yang sedang dihadapi di masa sekarang.

Anda bisa mencari referensi bagus di beberapa situs terkemuka atau buku kuliah dan sejarah tentang tokoh-tokoh dan kehidupan lengkap para filsuf, namun di momen berharga yang sangat terbatas ini, kami akan berfokus pada hal yang lebih penting, yaitu menyajikan cara mempelajari filsafat.

Panduan Memahami Filsafat Untuk Pemula

Sekarang sampailah kita pada bagian yang paling inti dari pembahasan ini. Di bagian ini kami akan paparkan beberapa metode untuk memahami dan menggunakan filsafat dalam kehidupan sehari-hari.

Logika, Instuisi, Ilmiah

Tiga hal yang harus diperhatikan ketika akan menggunakan filsafat adalah logika, intuisi dan ilmiah. Semua hal itu harus dipegang dan diasah terus menerus agar cara berpikir, berkata dan bertindak sesuai dengan koridor yang benar. 

Logika adalah bagian penting dalam filsafat. Bukan hanya di matematika, logika juga ada dalam ilmu linguistik, sains, bahkan seni. 

Logika mengutamakan adanya hukum sebab-akibat, pentingya membedakan antara fakta dan fiksi, kebenaran dan opini. 

Logika akan melahirkan kebajikan dan kebenaran. Namun logika harus dilandaskan pada hal-hal yang ilmiah, yakni bisa dibuktikan atau setidaknya akan mengarah pada kebenaran yang bisa dipertanggung jawabnkan. 

Untuk itu dalam memanfaatkan semua ilmu untuk kehidupan praktis, penting mengetahui cara berpikir secara ilmiah, termasuk metode ilmiah. 

Filsafat adalah ilmu tentang kehidupan, pemikiran dan kebajikan. Maka harusnya digunakan untuk menunjukkan kebenaran. Di sini, seseorang membutuhkan intuisi.

Ketika sudah terbiasa berpikir logis dan ilmiah, maka seharusnya akan muncul berbagai pertanyaan baru untuk dijawab. 

Selain itu intuisi berfungsi mengendus hal-hal yang nampaknya biasa-biasa saja tetapi di dalamnya tersembunyi berbagai rahasia. Seperti misalnya fenomena 1998 atau mangkok merah yang membuat masyarakat membunuh banyak etnis Tionghoa. 

Orang yang sudah belajar filsafat, berpikir logis serta memahami metode ilmiah, akan gelisah untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi. 

Langkah-langkah Dalam Mempelajari Filsafat

Selanjutnya kita akan bersama-sama membahas bagaimana langkah-langkah praktis dalam memahami filsafat sehingga menyadari bahwa filsafat bukanlah serangkaian omong kosong dari kaum kurang kerjaan, melainkan sebuah upaya untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. 

Mempelajari Gagasan Para Filsuf

Langkah awal tentu saja mempelajari buah pemikiran dari para ahli sebelumnya Mereka sudah mewariskan banyak hal yang tentu saja bermanfaat untuk kehidupan.

Meski demikian perlu dicamkan bahwa buah pemikiran mereka bisa saja berbeda-beda dan bahkan bertabrakan. Adam Smith percaya pada liberalisme namun sangat fokus membahas mengenai manfaat kapitalisme positif yang tertuang dalam bukunya Wealth of Nations.

Sementara filsafat dari Mikhail Bakunin menentang keras kapitalisme termasuk diantaranya adalah menantang eksistensi negara dan pemerintahan. 

Tahap mengenal para filsuf barat, Yunani, Timur Tengah dan bahkan Indonesia adalah awal bagi berkembangnya semangat untuk mengolah kebajikan dan mengundang pencerahan. 

Anda tidak perlu terlalu peduli pengertian filsafat menurut para ahli dan tujuannya, namun langsung saja pelajari gagasan dan pendapat dari para filsuf. Itu jauh lebih berguna. 

Pelajari apa yang sebenarnya dibicarakan oleh Sokrates atau Plato. Bahas ulang pendapat Karl Marx tentang ekonomi. Nikmati lagi tulisan Newton, Russel atau esai-esai Sukarno. Semuanya akan memberikan pencerahan baru yang luar biasa. 

Perlu diingat juga bahwasanya seorang filsuf pasti membahas banyak hal. Mereka bisa melompat dari satu subyek ke subyek yang lain. Jadi jangan heran jika filsuf sejati bisa berbicara tentang inflasi, sekaligus hakekat kemanusiaan lalu besoknya menjabarkan perihal strutur penyusun jagat raya dan menyerempet juga pada kritis sastra. 

Hal ini wajar karena filsafat adalah ibu dari segala ilmu. Sudah banyak contoh dalam sejarah orang-orang yang mempelajari filsafat dengan baik akhirnya mempunyai wawasan maha luas.

Karl Marx adalah ekonom, Einstein merupakan fisikawan dan Russel mempelajari matematika. Namun ketiganya mampu berfilsafat tentang hubungan antara manusia termasuk budaya, lingkungan dan ide-ide tentang dunia yang lebih baik.

Jaman dahulu, bisa jauh lebih hebat lagi, Socrates, Plato, Aristoteles, Phytagoras dan Cicero mengurai banyak hal, menulis beragam topik dan mengajar tentang segalanya.

Mempelajari gagasan-gagasan mereka tentu akan sangat membantu seseorang yang belum pernah mendapat pelajaran filsafat dari bangku sekolah. 

Mulai Melempar Pertanyaan

Anda bisa mulai membuat pertanyaan seputar hal-hal sederhana namun mendasar. Silahkan menjadi bingung dengan pertanyaan seperti : 

  • Apa tujuan kehidupan?
  • Mengapa manusia dilahirkan?
  • Bagaimana seharusnya manusia menjalani kehidupan?
  • Adakah kekuatan ghaib yang mengatur alam semesta?
Keempat pertanyaan di atas bisa menjadi pemancing. Carilah apa yang dikatakan orang Yunani, Eropa Barat, pemikir modern Amerika ataupun para bijak dari Asia Timur. Bebaskan diri Anda dari ketakutan. Orang yang hidup denga ketakutan yang ditanamkan oleh orang lain tidak akan bisa merdeka.

Buat daftar pertanyaan di buku khusus dan cobalah untuk mencarinya dari para pemikir terkemuka. Dari beberapa pertanyaan, Anda akan berpetualang melintasi berbagai disiplin ilmu : fisika, sejarah, linguistik, antropologi, kimia dasar, matematika hingga psikologi.

Berdialektika dan Berdiskusi

Selanjutnya adalah berdialektika dengan mencari teman diskusi. Anda bisa mencarinya di Facebook, forum internet maupun Quora. Ikuti pembahasan yang menarik minat Anda.

Jangan pernah berdiskusi : 

  • Dengan orang yang reaksioner dan beraliran keras / fundamentalis. Anda akan terjebak pada debat kusir yang tidak akan meningkatkan wawasan apapun.
  • Dengan tujuan untuk pamer atau menonjolkan diri. Itu berarti Anda tidak memahami filsafat.
  • Dengan tujuan merubah pola pikir lawan Anda. Tujuan Anda adalah mengasah kemampuan berdialektika dan menambah wawasan. Ini hal yang harus dipegang sebagai pemula. 

Cobalah untuk menggunakan bahasa yang sopan dan tidak menyinggung lawan bicara. Diksi dan bahasa adalah tulang punggung filsafat. 

Selain itu pastikan argumen yang Anda susun jelas, terstruktur serta bisa dipahami. Semua akan sia-sia jika Anda tidak paham apa yang ingin Anda utarakan. 

Jangan ragu untuk merubah pola pikir dan konsep jika pada akhirnya Anda mengakui kekeliruan. Semisal tadinya Anda adalah seorang penganut pemikiran Saint-Simonian, lalu kemudian hasil diskusi membuat Anda ingin berkembang ke jalan yang berbeda. Jangan ragu untuk berubah. 

Berpikir Kritis Pada Fenomena Sehari-hari

Itulah beberapa hal mengenai cara menggunakan filsafat dalam kehidupan sehari-hari termasuk cara mendapatkan manfaat dari filsafat. Jika sudah cukup terlatih, maka Anda siap ke tahap yang berikutnya yakni berfikir kritis pada fenomena sehari-hari.

Misalkan ada demonstrasi yang berkaitan dengan isu penodaan agama dan berakhir ricuh. Cobalah untuk memahami akarnya. Dialektika dan intuisi sangat berperan dalam hal ini. 

Latihlah untuk berfikir kritis. Akan ada banyak sekali manfaatnya : 

  • Anda akan terbiasa berpikir kritis, yakni tidak mentah-mentah menerima opini. 
  • Anda tidak mudah dimanfaatkan dengan teknik penggiringan opini.
  • Anda mampu membedakan mana kebenaran mana pembenaran. Mana fakta mana fiksi.
  • Anda akan mampu melihat dan mendengar hal-hal yang luput dari pengelihatan dan pendengaran masyarakat luas pada umumnya. 
  • Anda akan menjadi lebih bijak untuk menetapkan langkah. 
Seorang pecinta kebajikan tentu saja akan menjadi jauh lebih cerdas dari mereka yang malas berpikir dan menerima mentah-mentah ajaran-ajaran yang dibuat orang lain untuk dirinya. 

Merangkum Hasil Pemikiran

Sekarang Anda siap untuk membuat pemikiran Anda menjadi sebuah warisan berharga bagi masyarakat. Tulislah buku atau esai atau karangan. Rangkum pemikiran, ide, dan konsep yang ada di kepala Anda. 

Tulisan yang didasarkan pada logika, dasar ilmiah dan instuisi yang tajam akan terasa sangat menggigit dan menyentak. Di dalamnya ada api kesadaran. Silahan baca Das Kapital atau karya-karya Bertrand Russel. Atau tulisan menarik dari Albert Camus. Semuanya memberikan wawasan baru, meski yang dibahas adalah tentang ekonomi, pendidikan dan budaya. 


filsafat


Kesimpulan : Mari Berfilsafat

Dengan semua bahasa dan penjelasan di atas, maka sudah bukan waktunya lagi untuk ikut-ikutan arus besar yang menghina filsafat sebagai ilmu tentang omong kosong dan tiada gunanya.

Ingat, atom, fisika quantum dan novel hebat berjudul The Animal Farm sarat dengan falsafah. Mereka semua lahir dari rahim filsafat, meski terlihat samar-samar. 

Filsafat akan meningkatkan kualitas hidup dan membiasakan diri untuk berpikir dengan cara yang tidak biasa. Dan semua itu bisa dipelajari oleh siapapun, termasuk mereka yang bukan mahasiswa fakultas filsafat sekalipun. Karena filsafat adalah untuk semua orang. 

Catatan Adi
Catatan Adi Seorang penulis freelance dan pengamat fenomena sosial.

Posting Komentar untuk "Panduan Memahami dan Manfaat Mempelajari Filsafat Untuk Pemula "

Bisnis dan Peluang Usaha

Recent Posts Label

Artikel Pendidikan

Recent Posts Label

Foto dan Cerita Artis

Recent Posts Label

Berlangganan via Email