Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Polikarpus, Pengikut Yesus yang tidak Mempan Dibakar

Polikarpus adalah seorang tokoh besar Kristen dari masa jemaat mula-mula. Ia lahir di Asia Kecil antara tahun 70 dan meninggal pada tahun 158 Sesudah Masehi.

Polikarpus dari Smirna, Murid Rasul Yohanes
Polikarpus dari Smirna

Kisah Hidup Polikarpus

Nama Polikarpus sempat disinggung dalam Alkitab dan memang ia merupakan salah satu dari sedikit tokoh Kristen yang beruntung yang hidup sezaman dengan para rasul seperti Yohanes, Paulus, Petrus ataupun Yakobus.

Ia merupakan pelayan, penginjil, pengajar dan penulis Kristen yang meletakkan dasar-dasar iman yang kuat bagi masyarakat di Antiokhia, Efesus dan khususnya Smirna.

Polikarpus memang lebih banyak melayani jemaat Kristen di Smirna, mulai dari era para rasul hingga Kaisar Antonius Pius yang keji.

Ada banyak hal yang dilakukan Polikarpus, namun yang paling mengesankan adalah ketekunannya mengumpulkan surat-surat Injil lalu mengirimkannya kepada para jemaat. Ia memang teguh memegang ajaran para rasul dan berupaya untuk tidak melenceng dari itu semua.

Polikarpus juga adalah pembimbing bagi Ireneus yang nantinya menjadi uskup di Lyon, Prancis dan salah satu orang berpengaruh di Eropa.

Ia pernah berkunjung ke Roma untuk bertemu Uskup Roma. Mereka berdiskusi mengenai paskah dan khususnya bidat Marsion.

Seperti diketahui, Marcion adalah salah seorang tokoh Kristen yang menganut teologi Marsionisme. Ia memisahkan Tuhan Perjanjian Lama dan Baru dan menganggap Tuhan dalam Taurat sebagai seorang oknum yang jahat dan kejam.

Apa yang diajarkan Marcion adalah gabungan dari filsafat Yunani, Gnostik Timur dan sedikit bumbu kitab suci. Ia mendapat cukup banyak pengikut namun terus ditentang oleh Ireneus dan Polikarpus.

Pada akhir hidupnya, Polikarpus mendapatkan penyiksaan yang luar biasa dari para penduduk Smirna dan prajurit Romawi.

Orang Smirna menyebut umat Kristen sebagai kafir karena menyembah Yesus. Mereka lantas mengambil beberapa pentolan dari kelompok itu dan mengadu mereka dengan singa atau binatang buas lainnya.

Banyak tokoh Kristen mati karena menolak mengutuki Yesus ataupun memberitahu dimana Polikarpus, hingga seorang yang bernama Quintas membocorkan keberadaan uskup Smirna itu.

Para prajurit Romawi lalu mendatangi kediaman Polikarpus di sebuah ladang. Anehnya, dia justru menyambut para prajurit itu dan memberi mereka makan serta minum.

Kepala prajurit berusaha membujuk Polikarpus dan mengatakan, “Apa salahnya menyembah kaisar?” Namun Polikarpus terus menolak. Gubernur Smirna juga berusaha menyelamatkan Polikarpus yang sudah berumur 86 tahun itu dengan kembali membujuknya tetapi ia tetap teguh.

Akhirnya Polikarpus dibakar namun keanehan terjadi. Ia tidak terluka sedikitpun bahkan menurut kesaksian para algojo, dari api pembakaran keluar aroma yang begitu wangi. Walau begitu akhirnya ia mati dengan cara ditusuk tombak.

Kontribusi Polikarpus

Apa sumbangsih dari Polikarpus bagi jemaat? Banyak sekali. 

Pertama-tama karena ia melanjutkan pengajaran dari Para Rasul yang ia dengar sendiri. Polikarpus adalah yang terakhir dari golongan mereka yang masih mendengar pengajaran dari Yohanes, Paulus maupun Yakobus.

Polikarpus sangat ortodok dan memelihara ajaran dari para gurunya. Ia memang sempat menulis beberapa karya namun semuanya itu serasa seperti kutipan dari kitab-kitab para rasul.

Polikarpus juga teguh melawan bidat Marsion dan Gnostik yang mulai marak. Ia melihat ajaran itu sebagai sebuah ajaran sesat dalam Kristen yang harus dienyahkan karena membingungkan jemaat.

Selain itu ia memberi contoh akan sebuah keberanian dalam mempertahankan iman, termasuk akhirnya mati karena menolak menyembah Kaisar Romawi. Namanya harum dan sangat dihormati di kalangan Katolik Roma maupun Ortodoks Timur.

Kontroversi Polikarpus

Kisah selanjutnya nampak seperti kontroversi yang berselimut legenda, mitos atau cerita-cerita yang dilebih-lebihkan.

Sejak saat itu relikui atau sisa-sisa jasad Polikarpus disimpan lalu mendapat penghormatan berlebihan yang secara wajar orang akan menyebutnya sebagai aktivitas penyembahan. Walau orang Katolik Roma dan Ortodoks Timur menyangkalnya dan berkata hanya menghormati saja, tetapi jelas hal itulah yang ditentang oleh Martin Luther. 

Sebenarnya apa yang bagi sebagian orang merupakan hal yang wajar bisa sangat mengganggu bagi orang lain. Tidak dinyana, penghormatan dan pemberian gelar Santo pada akhirnya juga melahirkan skisma baru yakni terpisahnya Katolik Roma dan Kristen Protestan. 

Tauladan Polikarpus

Apa yang bisa diteladani dari Polikarpus? Pertama-tama tentu saja keteguhan. Walau dikutuk dan dihina sebagai orang kafir, umat Kristen di bawah bimbingan Polikarpus tetap teguh mempertahankan apa yang mereka anggap sebagai sebuah kebenaran.

Selanjutnya bisa dikatakan bahwa Polikarpus adalah martir yang pemberani. Ia menolak ajakan prajurit Romawi untuk mengkhianati dan mencaci Yesus dari Nazareth, Anak Allah. Walau itu berarti adalah sebuah hukuman mati.

Selama 86 tahun aku telah mengabdi kepada Kristus dan Ia tidak pernah menyakitiku. Bagaimana aku dapat mencaci Raja [Kristus] yang telah menyelamatkanku?
-Polikarpus dari Smirna

Semua hal di atas akhirnya membuat Catatan Adi tidak ragu menempatkan Polikarpus sebagai salah satu dari 20 tokoh Kristen dari masa ke masa.

Pada artikel berikutnya kita akan bertemu dengan seorang tokoh Kristen dari era kuno yang sangat menjunjung tinggi disiplin walau akhirnya dirinya dibuang oleh Gereja dan disebut pengkhianat.
Catatan Adi
Catatan Adi Seorang penulis freelance dan pengamat fenomena sosial.

Posting Komentar untuk "Polikarpus, Pengikut Yesus yang tidak Mempan Dibakar"

Berlangganan via Email