Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sosialis Libertarian

Andaikan cewek, maka Sosialis Libertarian ini bakalan seperti seorang gadis seksi yang diperebutkan dua cowok, kaum konservatif sayap kanan dan fundamentalis kiri.

Bagaimana tidak, dua kelompok yang saling berseberangan bagai Madrid dan Barcelona itu mengaku bahwa merekalah seorang libertarian sejati. Bahkan kabarnya, kaum anarkis juga tak mau kalah untuk turut serta berpartisipasi dalam perebutan aneh itu.

Nah, bingung kan? Lantas siapa yang benar?

Pengertian Sosialis Libertarian

Sebelum kita melangkah kepada intisari perebutan term libertarian, mari kita definisikan apa itu sosialisme libertarian.

Sosialisme libertarian adalah sebuah aliran politik yang mendambakan sebuah masyarakat tanpa hirarki, kekerasan dan pembatasan akses kepada sumber daya alam maupun alat produksi dan informasi.

Secara garis besar, dari pengertian di atas, maka Sosialis Libertarian termasuk geng leftis atau kelompok-kelompok yang berisi kaum Komunis, Sosialis, Anarkis, dan konco-konconya.

Mengharapkan sebuah masyarakat tanpa penindasan memang bukan impian kemaren sore, tetapi sudah terpikirkan bahkan oleh nenek moyang kita di masa lampau.

Kaum kiri yang mencetuskan revolusi pada tahun 1871 dan mendirikan pemerintahan sosialistik pertama di dunia dan mungkin satu-satunya di jagat raya, pemerintahan Komune Paris, adalah salah satu bentuk yang paling nyata dari kerinduan untuk mendirikan masyarakat tanpa pemerintahan dan rasa muak pada kaum penguasa yang terkutuk, laknat, penghisap serta bermental korup.

Mereka yang lelah menjadi budak para raja dan jenderal sialan, yang seenak udelnya menyuruh mereka berperang melawan Prusia, sebuah negeri yang juga sama kampretnya dengan pemerintahan feodalis dan militeris Perancis, akhirnya mengangkat senjata dan bersatu padu menguasai ibukota Paris.

Peristiwa pendirian Komune Paris menjadi suatu episode maha penting bagi segenap umat komunis, jemaat anarkis dan kaum sosialis dimanapun mereka berada dan pada zaman apapun mereka dilahirkan sesudahnya.

Komune Paris adalah bentuk nyata bahwa masyarakat berhasil mengenyahkan pemerintah dan mendirikan suatu susunan yang sama rata sama rasa tanpa campur tangan penguasa. Walaupun lemah, ini adalah bukti paling sahih bahwa Negara bisa saja dilenyapkan dan masyarakat tetap bisa baik-baik saja. Ngeri gak, cuy? Tetapi itu fakta!

Nah, ketika akhirnya Komune Paris terbentuk, sontak ini melahirkan jutaan euforia baru dan bahkan memberi energi yang tak pernah habis kepada semua umat manusia bahwa konsep masyarakat tanpa negara adalah mungkin.

Bahwa kaum buruh bisa menendang pantat para kapitalis dan bos lalu menjalankan roda produksi sendiri adalah bukan sebuah hal yang mustahil. Bahwa mewujudkan persatuan antar umat manusia tanpa embel-embel agama dan kepercayaan adalah hal yang bisa saja terjadi.

Walau pada akhirnya kaum Komune Paris yang terdiri dari interniran tentara yang lelah, buruh pabrik yang sebelumnya diinjak-injak bos mereka dan kaum tani yang menjadi budak penguasa, dibantai oleh gabungan tentara Perancis dan Prusia, (dua negara yang tadinya bermusuhan tetapi bersatu padu karena takut ide masyarakat tanpa negara ini menyebar ke seluruh Eropa dan mengguncangkan status quo serta mengusik para penguasa rakus yang sudah nyaman duduk di kursi emas mereka) tetap saja berdirinya Komune Paris menjadi penanda bahwa jika Rakyat sudah bertindak maka hasilnya bakalan sangar!

Lantas apa hubungannya dengan Sosialis Libertarian?

Jadi gini Ferguso, Sosialisme Libertarian menolak keberadaan negara dan mengharuskan alat produksi dikuasai masyarakat, bukan kaum kapitalis.

Contoh, masyarakat bersama-sama menentukan produksi suatu pabrik sepatu dan kemudian hasil produksi tersebut dibagikan gratis kepada anggota masyarakat yang lain. Hal yang sama juga terjadi di pabrik keju, pakaian, alat elektronik, dan roti. Masyarakat memiliki kebebasan untuk mengakses alat produksi untuk kepentingan publik bukan untuk segelintir manusia yang biasa disebut pemegang saham atau kapitalis.

Apa hal itu mungkin? Komune Paris sudah membuktikannya, walau sayang sangat lemah dan mati muda dibantai pedang orang-orang Prusia.

Nah, definisi di atas mirip dengan cita-cita kaum komunis awal, yakni hadirnya puncak peradaban masyarakat, yaitu terbentuknya masyarakat komunis. Tetapi nampaknya pada praktik tidak demikian, Marimar!

Uni Soviet, Cina, maupun Korea Utara justru menunjukkan hal yang sebaliknya. Pemerintahan Komunis malah melahirkan manusia-manusia bejat yang korup, amoral, gila kultus, arogan,
militeristik dan jahatnya sundul langit. Ada Stalin, Mao, Kim, you named it lah......

Hal yang demikian memunculkan suatu gerakan koreksi dari kaum kiri lainnya yang ingin mengkoreksi kembali cita-cita awalnya.

Nah, gerakan yang dipicu oleh seorang ganteng bernama Joseph Dejacque dari Perancis ini bernama Libertarian, alias pembebasan. Berasal dari kata perancis libertaire. Lahirnya varian politik baru bernama Sosialis Libertarian.

Loh kok jadi panjang gini? Yaudah, lihat foto ini dulu biar seger.

Seger! 

Udah? Nah lanjut ya.....

Di Ameriki, eh Amerika, muncul juga gerakan yang sama yang menginginkan setiap individu untuk menikmati kebebasan dalam suatu sistem ekonomi yang tidak diatur negara, melainkan sebuah free market dan free trade yang kemudia meluas menjadi sebuah free society. Nah sekilas saja bisa dipahami bila Libertarian di USA ini justru menginduk kepada kapitalisme. Mereka justru menginginkan liberalisme total.

Para Libertarian ini menyuarakan kebebasan dan penghentian campur tangan pemerintah, serta penguatan kebebasan individu dan penghormatan terhadap hak-hak warga negara. Nah bahanya, semua ini menjurus kepada Laissez-faire yang tentu saja membuat si kuat bertambah kuat dan si kere makin miskin melarat.

Apakah Sosialisme Libertarian sama dengan Libertarian Amerika Serikat?

Dalam hal menuntut adanya suatu kebebasan dan meminimalisir peran negara, dua libertarian tadi memang sepakat dan seia sekata. Namun Sosialisme Libertarian menghendaki suatu keadaan yang jauh lebih radikal, yakni menghilangkan keberadaan negara dan menggantinya dengan suatu masyarakat bebas yang merdeka, mandiri dan produktif.

Apakah suatu saat peristiwa Komune Paris akan terulang. Kita tunggu saja sambil makan jagung rebus dan minum bajigur.

Terima kasih sudah membaca.
Catatan Adi
Catatan Adi Seorang penulis freelance dan pengamat fenomena sosial.

Posting Komentar untuk "Sosialis Libertarian"

Artikel Bisnis dan Peluang Usaha

Recent Posts Label

Artikel Teknologi

Recent Posts Label

Artikel Pendidikan

Recent Posts Label

Kumpulan Cerpen

Recent Posts Label

Artikel Pilihan Hari Ini