Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Daftar 15 Organisasi di Masa Pergerakan Nasional

Setelah berjuang secara kedaerahan dan terpisah-pisah, sebagian rakyat Hindia Belanda menyadari pentingnya semangan nasionalisme dan mengubah arah serta bentuk perjuangan.

Paska memasuki jaman baru, beberapa organisasi muncul di berbagai belahan bumi Hindia. Mereka memiliki corak yang khas, yakni mulai menyadari pentingnya rasa solidaritas sebagai sebuah bangsa.

Pada masa itulah pergerakan nasional di mulai. Rakyat yang dipelopori oleh kaum cerdik pandai dan para bangsawan mulai membentuk organisasi. Meski banyak dari organisasi ini memiliki ideologi dan garis perjuangan yang berbeda satu sama lain, namun tetaplah hal tersebut harus dimaknai positif. Karena sejak saat itulah bentuk perjuangan rakyat Hindia Belanda menjadi lebih terarah, tidak lagi berjuang secara fisik tetapi juga secara politik. 

Inilah daftar lengkap organisasi yang ada di masa pergerakan nasional. Mereka masing-masin telah sangat berjasa bagi upaya untuk membentuk sebuah entintas baru bernama Indonesia yang merdeka. 

Budi Utomo

Budi Utomo atau Boedi Oetomo adalah pelopor organisasi pribumi di masa pergerakan nasional. Didirikan oleh para mahasiswa Stovia seperti Dr Sutomo, Suraji Tirtokusumo, Gunawan Mangunkusumo dan Wahidin Sudirohusodo. Mereka terpanggil untuk turut berjuang memajukan harkat dan kesejahteraan kaum pribumi.

Meski sering mendapat stigma Jawa-sentris, peran Budi Utomo tidak boleh dilupakan. Kapan Budi Utomo didirikan? Budi Utomo didirikan pada 20 Mei 1908. Tanggal pendirian BU akhirnya ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional. 

Sarekat Dagang Islam

Selain Budi Utomo, muncul juga sebuah organisasi yang perjuangannya tidak terbatas pada wilayah tertentu yang sempit. Organisasi itu adalah Sarekat Dagang Islam. Meski demikian, awalnya organisasi ini bertujuan untuk mengembangkan persatuan di kalangan pedagang muslim pribumi menghadapi geliat persaingan usaha yang cukup keras saat itu.

Sarekat Dagang Islam didirikan pada 16 Oktober 1905 di Solo oleh Haji Samanhudi. Pada perjuangan dan perkembangannya, akhirnya terjadi banyak dinamika, khususnya perpecahan antara Haji Samanhudi dan Tirtoadisuryo. Tirtoadisuryo sendiri ditengarai adalah inspirasi bagi Pramoedya Ananta Toer dalam menulis roman yang terkenal berjudul Bumi Manusia

Namun untungnya muncul tokoh bernama Haji Oemar Said Tjokroaminoto atau HOS Cokroaminoto. Tokoh terakhir ini melanjutkan perjuangan SDI dan mengubah bentuk organisasi menjadi Sarekat Islam atau SI. 

Sarekat Islam

Sarekat Islam adalah sebuah organisasi lanjutan dari Sarekat Dagang Islam dan merupakan partai politik Islam pertama di Indonesia. Tokoh utama dari SI adalah Tjokroaminoto. 

Indische Partij 

Indische Partij atau Partai Hindia adalah organisasi berbentuk partai politik pertama di Indonesia. IP didirikan oleh Tiga Serangkai pada tanggal 25 Desember 1912. Ketiga serangkai itu adalah Douwes Dekker, Cipto Mangunkusumo dan Ki Hajar Dewantara atau yang juga dikenal dengan nama Suwardi Suryaningrat.

IP unik karena memperjuangan juga persatuan antara bumiputera dan golongan indo / Belanda-Indonesia. Selain itu, IP juga merupakan organisasi yang berani karena menyerukan tuntutan Indonesia (Hindia) merdeka.

Perhimpunan Indonesia

Perhimpunan Indonesia adalah sebuah organisasi politik yang didirikan oleh pelajar dan mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Belanda / Eropa. Nama lain Perhimpunan Indonesia adalah Indische Vereeniging. 

Indische Vereeniging didirikan pada 1908 atas prakarsa tokoh pemudia Hindia, antara lain Sutan Kasayangan dan Raden Mas Notosuroto. Pada tahun 1912, Indische Vereeniging berubah menjadi Indonesische Vereeniging. Tokoh-tokoh terkenal yang berasal dari PI antara lain adalah Mohamad Hatta, Iwa Kusumasuwantri dan Nazir Datuk Pamuncak. 

ISDV

Selain golongan nasionalis seperti PI dan Indische Partij, serta golongan Islam seperti SI, kaum sosialis juga menyambut era pergerakan nasional dengan membentuk organisasi. Salah satu dan mungkin yang paling terkenal adalah ISDV.

ISDV adalah singkatan dari Indische Sociaal Democratische Vereeniging atau Perhimpunan Sosial Demokrat Hindia. Organisasi ini adalah sebuah pergerakan politik dan memiliki pengaruh yang kuat di kalangan serikat buruh di Indonesia.

ISDV didirikan pada tanggal 9 Mei 1914 oleh H.J.F.M Sneevliet, tokoh komunis kawakan asal Belanda. Dia dibantu oleh rekan-rekannya, antara lain P. Bregma dan J. A Brandsteder. 

ISDV pada perjalanan selanjutnya diperkuat oleh orang-orang SD/SDI. Hal ini membuat HOS Cokroaminoto tidak terlalu senang. Akhirnya SD/SDI pecah menjadi SI Putih dan SI Merah. SI Merah terdiri dari kader Muslim yang tertaut dengan ISDV. SI Merah kemudian disebut juga Sarekat Rakyat dan turut berkontribusi dalam mendirikan PKI, partai komunis kiri terbesar di Hindia. 

Pergerakan Nasional


PKI

PKI adalah partai komunis terbesar di Indonesia, bahkan Asia Tenggara. Berkali-kali coba dihancurkan, PKI tetap bangkit kembali dan bertransformasi hingga akhirnya benar-benar dilenyapkan oleh Orde Baru. 

Pada era pergerakan nasional, PKI menjadi organisasi yang sangat merepotkan pemerintahan Belanda. Bersama dengan kaum buruh, PKI sering mengadakan pemogokan. Aksi pemogokan tersebut dilakukan bersama dengan organisasi serikat buruh yang berafiliasi maupun bersimpati dengan PKI. Selain itu, PKI juga sering menggerakkan kaum tani untuk melakukan pemberontakan. 

PKI didirikan pada tahun 1924 sebagai transformasi dari Sarekat Rakyat dan Perhimpunan Sosial Demokratik Hindia. Tokoh-tokoh PKI pada masa pergerakan nasional antara lain Semaun, Tan Malaka, Darsono, dan Sneevliet. 

Partai Nasional Indonesia 

Pada masa pergerakan nasional, muncul juga sebuah partai politik yang mendapat simpati luas dari masyarakat Indonesia, yakni PNI. PNI adalah singkatan dari Partai Nasional Indonesia.

Sejak didirikan pada 4 Juli 1927 oleh Soekarno, PNI menjadi organisasi yang paling ditakuti penjajah Belanda. Itu karena agitasi dan kharisma dari tokoh-tokoh partai berlambang banteng tersebut yang mampu menghipnotis massa secara luas biasa.

PNI sendiri pada pemilu 1955 muncul sebagai partai terkuat di Indonesia, mengalahkan Masyumi, NU dan PKI. Meski demikian, pada era Orde Baru pimpinan Suharto, PNI semakin menciut peranannya dan digabungkan dengan partai lainnya untuk membentuk Partai Demokrasi Indonesia atau PDI.

Tokoh-tokoh PNI antarai lain Mohammad Hatta, Ciptomangkusummo, Sartono, Gatot Mangkupraja dan Sukarno.

PNI sendiri adalah partai marhaenis yang sejak awal bersifat ingin berjuang untuk Indonesia merdeka. Banyak organisasi dan partai politik yang ternyata berasal atau didirikan oleh tokoh-tokoh PNI. 

Partindo

Salah satu partai politik yang berasal dari PNI adalah Partindo. Partindo atau Partai Indonesia didirikan karena Pemerintah Kolonial menangkap tokoh-tokoh PNI. Setelah bebas, Bung Karno juga akhirnya aktif di Partindo.

Partindo didirikan oleh Sartono pada tanggal 30 April 1931 sebagai kelanjutan dari PNI. Sedang tokoh lainnya mendirikan Persatuan Pendidikan Nasional Indonesia yang dimotori oleh Mohamad Hatta. 

Gerindo 

Gerindo atau Gerakan Indonesia dibentuk pada tanggal 24 Mei 1937. Tokoh-tokoh Gerindo antara lain Amir Sjarifuddin, AK Gani dan Muhammad Yamin. 

Gerindo awalnya digunakan sebagai sarana perjuangan oleh tokoh-tokoh PNI dan Partindo setelah Belanda membekukan dua partai tersebut. Gerindo menjadi terkenal karena punya tuntutan agar Hindia Belanda memiliki parlemen yang kuat. Gerindo juga bersiap untuk menghadapi Jepang yang juga merupakan penjajah bagi Bangsa Indonesia. 

GAPI

GAPI atau Gabungan Politik Indonesia adalah sebuah organisasi yang menjadi front atau wadah kerjasama dari partai politik yang ada di Hindia. GAPI didirikan pada 21 Mei 1939. 

Muhammadiyah

Muhammadiyah didirikan pada tanggal 18 November 1912 oleh KH Ahmad Dahlan di Yogyakarta. Muhammadiyah bergerak untuk memajukan umat Islam Indonesia di bidang pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan.

Indonesia Muda

Indonesia Muda adalah nama dari organisasi pergerakan nasional yang didirikan pada 31 Desember 1930 oleh para tokoh bangsa dan seniman, antara lain Abdulrahman Saleh, Amir Hamzah, Ani Idrus dan Armijn Pane. 

Taman Siswa

Taman Siswa adalah sebuah organisasi yang berjuang di bidang pendidikan untuk kaum bumipetra. Pada masa itu, pemerintah hanya fokus menyediakan sekolah berkualitas bagi anak-anak Belanda dan Eropa. 

Taman Siswa didirikan pada 3 Juli 1922 di Yogyakarta. Pendiri Taman Siswa adalah Ki Hajar Dewantara.

Taman Siswa menjadi salah satu penggerak pergerakan rakyat, khususnya di bidang pendidikan. Meski memiliki banyak rintangan, tetapi Taman Siswa berjuang untuk terus eksis hingga hari ini.

Putri Mardika

Ternyata di era pergerakan nasional, kaum wanita juga tidak mau ketinggalan untuk menunjukkan eksistensi dan semangatnya. 

Salah satu organisasi perempuan yang ada di era pergerakan adalah Putri Mardika. Organisasi Putri Mardika didirikan pada tahun 1912 dan juga tidak bisa dilepaskan dari peran Budi Utomo.

Tokoh dari organisasi Putri Mardika antara lain adalah Raden Ayu Sutinah, Sabarudin, Rr Rukmini dan lain-lain. Tujuan dari Putri Mardika adalah untuk mengembangkan pendidikan di kalangan wanita dan anak-anak perempuan bumiputera. 

Itulah 15 organisasi yang lahir pada masa pergerakan nasional. Kesemuanya memiliki kontribusinya masing-masing dalam meningkatkan kesadaran bangsa Hindia Belanda untuk bersatu dan berjuang bersama. Solidaritas inilah yang pada nantinya melahirkan semangat untuk membentuk sebuah negara merdeka bernama Indonesia.

Catatan Adi
Catatan Adi Seorang penulis freelance dan pengamat fenomena sosial.

Posting Komentar untuk "Daftar 15 Organisasi di Masa Pergerakan Nasional"

Artikel Bisnis dan Peluang Usaha

Recent Posts Label

Artikel Pendidikan

Recent Posts Label

Artikel Teknologi

Recent Posts Label

Kumpulan Cerpen

Recent Posts Label