Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Jadi Agen Asuransi Sukses

Catatan Adi - Sudah banyak sekali panduan untuk menjadi agen asuransi yang sukses, namun rasa-rasanya kebanyakan hanya membahas secara umum. Belum pada inti permasalahan, seperti teknik praktis untuk mendapatkan nasabah.

Dalam kesempatan kali ini kita akan bersama-sama untuk membahas hal tersebut, yakni bagaimana cara mendapatkan nasabah asuransi dan menjadi agen asuransi yang baik

Pertama-tama, kita akan bahas keuntungan menjadi agen asuransi dan mengapa banyak orang mencoba menjajal profesi ini meski sudah punya pekerjaan tetap lain yang juga bergaji besar.

Kedua, kita akan membahas tentang cara menjadi agen asuransi, termasuk cara mendaftarnya dan tips memilih perusahaan asuransi yang baik dan benar.

Ketiga, kita akan mengupas secara tuntas langkah-langkah mendapatkan calon nasabah atau orang yang mau membeli polis asuransi yang kita tawarkan dan akhirnya menjadi sales asuransi yang sukses.

Baik, tanpa berpanjang kata lagi, mari kita mulai pembahasan kali ini dimulai dari topik yang pertama, yaitu keuntungan jadi agen asuransi. 

Keuntungan Menjadi Agen Asuransi

CARA JADI AGEN ASURANSI SUKSES
CARA JADI AGEN ASURANSI SUKSES

Mungkin sobat milenial yang tinggal di daerah perkotaan atau kerja di lingkungan perkantoran dengan lingkaran sosial yang terdiri dari para eksekutif atau pebisnis muda akan mudah menjumpai orang-orang yang sebenarnya sudah punya pekerjaan mapan, namun masih mau menyambi jadi penjual polis asuransi. Mengapa demikian?

Jawabannya adalah, karena menjadi agen asuransi sangat menguntungkan. Ini adalah salah satu peluang usaha milenial yang akan terus berkembang ke depannya. Ada banyak sekali keuntungan menjadi agen asuransi, diantaranya adalah : 

  • Komisi yang besar. Semakin banyak nasabah yang didapatkan, maka pendapatan juga akan semakin besar.
  • Fasilitas penunjang dan bonus yang menjanjikan. Sudah sering sekali kita dengar ada agen asuransi yang mendapatkan bonus jalan-jalan ke luar negeri, fasilitas mobil mewah hingga hadiah berupa jam tangan bermerk. Apakah semua itu bohongan seperti iklan mlm abal-abal? Tentu saja tidak, Ferguso. Semua itu nyata dan menjadi salah satu magnet kenapa orang mau jadi agen asuransi. 
  • Bisa dikerjakan secara freelance. Ini yang juga merupakan salah satu kelebihan profesi seorang penjual polis asuransi, yakni bisa tetap fokus pada pekerjaan utama. Pekerjaan ini juga tidak terikat jam kerja, tuntutan kerja ataupun beban kerja formal. Ingin uang? Maka carilah klien baru. As simple as that. 
  • Cocok untuk yang suka tantangan. Mendapatkan klien atau nasabah adalah hal yang dijauhi sebagian besar orang karena mereka sudah underestimate terhadap hal-hal yang berbau demikian. Padahal pada umumnya inti dari bisnis adalah sama, yakni marketing dan sales.  Nah, sebagian lainnya justru merasa hal tersebut cocok dengan dirinya, jadi mereka dengan sigap mengambil peluang ini. 
  • Cocok untuk yang suka berjejaring. Jangan kira agen asuransi yang tangguh akan langsung menyerah begitu mendapat penolakan. Meski ada klien menolak, mereka tetap merasa senang karena setidaknya bisa menambah daftar kenalan baru. Walau belum bisa mengkonversi seseorang menjadi klien tetapi setidaknya bisa memasukkan mereka ke dalam networking baru. Tentu ini modal yang baik untuk apapun. Bukankah banyak teman, banyak rejeki? Ingat itu. 
  • Berpeluang mendapat ilmu baru. Ada yang sebenarnya tidak suka berjejaring dan kurang berminat pada tantangan, tetapi tetap memilih jalur hidup sebagai penjual asuransi? Kenapa? Karena bidang ini sarat akan potensi untuk upgrade ilmu baru. Sobat, jika rajin mengambil peluang, akan mendapat banyak kesempatan untuk bisa meningkatkan skill penting dalam menghadapi era modern, seperti webinar, workshop, mentoring, dll. Ada yang berbayar tetapi banyak juga yang gratis. 
  • Pangsa pasar yang terbuka lebar. Jumlah penduduk Indonesia di atas 200 juta. Menurut data dari BPS (Biro Pusat Statistik), struktur kependudukan masyarakat Indonesia adalah : Gen X (21,88%), Milenial (25,87%), Gen Z (27,94%) dan Gen Post-Z (10,88%). Apa artinya ini? Ini berarti pangsa pesar ke depannya masih sangat terbuka lebar. 
  • Masyarakat makin sadar pentingnya perencanaan keuangan, termasuk asuransi. Ini juga bisa menjadi peluang bagi para agen asuransi. Bisa jadi, ke depannya, justru masyarakat yang aktif mencari informasi seputar dunia asuransi. 

Dengan banyaknya keuntungan yang bisa didapatkan oleh seorang penjual asuransi, maka sobat milenial sudah tidak heran bukan, mengapa banyak orang mencoba untuk turut serta meramaikan bisnis ini. 

Nah, sebelum kita lanjut, ada baiknya untuk selalu melihat semuanya dari dua sisi. Sekarang, kita akan mengupas tantangan dan resiko menjadi seorang agen asuransi

  • Stigma. Banyak perusahaan asuransi gulung tikar dan gagal membayar kewajiban pada para peserta asuransi. Tips mengatasi hal ini : Ini tantangan terbesar, yakni tidak menafikan hal tersebut tetapi membuktikan bahwa perusahaan asuransi Anda adalah institusi yang bertanggung jawab, profesional, berpengalaman serta legal. Jelaskan tentang profil perusahaan dan contoh kasus dimana perusahaan selalu membayar dengan baik kewajibannya.
  • Salah strategi marketing. Biasanya dialami oleh para agen pemula. Mereka menawarkan dengan sungguh-sungguh dan sangat baik kepada orang-orang yang tidak akan pernah membeli asuransi karena memang tidak membutuhkannya. Ini hanyalah buang waktu. Tips mengatasi hal ini : belajarlah dengan baik. Analisa lebih mendalam calon klien untuk Anda prospek. 
  • Ditolak. Ini adalah hal yang wajar. Semua lini kehidupan pasti beresiko terdapat adanya penolakan. Silahkan menyerah jika memang tidak kuat ditolak. Tips mengatasi hal ini : tingkatkan keterampilan komunikasi, public speaking dan persuasi. Bekerja-samalah dalam tim. Minta saran dari senior atau atasan. Tingkatkan jam terbang. Jangan menyerah. 
  • Perusahaan asuransi bangkrut atau gulung tikar. Ini resiko terbesar dan tidak ada solusi mutlaknya. Jika ini yang terjadi, berharaplah semua penyelesaian dan sengketa berakhir dengan baik. Meski tidak ada solusi apapun atas masalah yang satu ini, ada tips untuk mencegahnya. Apa itu? Hanya ikuti perusahaan yang sudah berpengalaman, punya kapital besar, profesional, dan besar. 

Semua pekerjaan pasti mengandung resiko, namun mengingat betapa besar potensi keuntungan yang bisa didapatkan, maka jangan heran banyak orang yang tetap menjadi agen asuransi. Untuk sobat milenial, sanagt penting untuk memahami dan mengetahui resiko ini sehingga bisa menghindarinya dan tidak terkejut jika suatu saat mengalaminya. 

Cara Menjadi Agen Asuransi 

cara jadi agen asuransi
cara jadi agen asuransi

Langsung saja, pada bagian kedua ini sobat milenial akan belajar untuk memahami langkah-langkah menjadi seorang agen asuransi yang legal dan bersertifikat. Ingatlah dua kata tersebut, yakni legal dan bersertifikat. 

Ada ratusan perusahaan asuransi dan masing-masing mungkin saja memiliki kebijakan yang berbeda satu dengan yang lain. Namun secara umum, langkah-langkahnya sama. 

Sebelum membahas langkah-langkah detailnya, silahkan membaca dua pasal dari Undang-Undang yang terkait asuransi dan agen asuransi. 


Dalam Pasal 1 Ayat 10 UU No 1992, jelas sekali bahwa pekerjaan sebagai agen asuransi sudah dikenal dan memiliki definisi yang telah ditetapkan undang-undang yang berlaku. Baca juga kutipan lainnya dari Pasal 27 di bawah ini. 


Kutipan Pasal 27 PP No 73 Tahun 1992, menjelaskan dengan sangat baik perihal penjelasan tentang agen asuransi dan tugas serta kewajibannya. 

Setelah paham penjelasan di atas, sekarang kita akan bahas langkah-langkah menjadi agen asuransi untuk sobat milenial yang berminat : 

  1. Memahami keuntungan dan resiko seorang agen asuransi.
  2. Memahami kewajiban dan tugas serta tanggung jawab seorang agen asuransi.
  3. Memilih perusahaan asuransi yang tepat. 
  4. Mendaftarkan diri untuk menjadi agen asuransi. 
  5. Mengukuti ujian sertifikasi, misal dari AAJI, bila diwajibkan. 

Itulah 5 langkah umum yang pada dasarnya merupakan tahapan untuk menjadi agen asuransi di Indonesia. Poin ke-5 harus sobat milienial lakukan apabila memang diwajibkan, karena ini menyangkut 4 hal : 

  1. Legalitas.
  2. Kewajiban.
  3. Pengetahuan dasar seputar asuransi.
  4. Kredibilitas. 

Lebih lanjut, ada beberapa hal juga yang mungkin Anda butuhkan untuk menjadi agen asuransi tergantung perusahaan asuransi yang Anda pilih, antara lain : 

  • Sudah menjadi nasabah / peserta asuransi.
  • Lolos tes internal dari perusahaan asuransi tersebut (misal tes My First Journey di Prudential atau training 2 hari di Manulife).
  • Tidak menjadi agen asuransi atau mitra dari perusahaan asuransi lainnya.
  • Memiliki KTP dan rekening tabungan.

Itulah gambaran untuk menjadi agen asuransi. Silahan cari informasi yang sebanyak-banyaknya di perusahaan yang sudah sobat milenial semua pilih. 

Tips Menjadi Agen Asuransi Sukses

Tips jadi agen asuransi
Tips jadi agen asuransi

Sekarang kita akan membahas bersama tips agar bisa menjadi agen asuransi yang sukses dan tentu saja memiliki banyak klien sehingga pendapatanpun meningkat

  • Yakin. Anda harus yakin bahwa apa yang Anda lakukan benar, bersifat membantu sesama dan jauh dari keinginan untuk mencari keuntungan semata. Anda tidak akan sukses bila menjual sesuatu kepada orang lain yang Anda sendiri tidak yakin manfaat maupun kelebihan dari produk yang Anda jual. Untuk itu, pastikan polis asuransi, premi ataupun perusahaan asuransi yang Anda promosikan benar-benar baik dan terpercaya
  • Kuasai produk. Pahami, ketahui dan kuasai produk yang Anda tawarkan sehingga apabila konsumen ingin bertanya lebih lanjut, Anda dengan mantab bisa menjawabnya
  • Tingkatkan skill. Ada beberapa skill yang wajib untuk Anda miliki terkait tujuan Anda dalam memasarkan premi, antara lain keterampilan komunikasi dan social skills lainnya. 
  • Miliki karakter yang tangguh. Apa saja itu? Karakter yang Anda harus bangun sedari awal adalah sebagai berikut : tidak malu, tidak gengsi, pemberani, pantang menyerah, tekun, ulet, rajin, tepat waktu, tidak suka menunda dan berkomitmen pada visi yang sudah Anda tetapkan
  • Bangun networking. Jaringan atau networking adalah sesuatu yang sangat penting untuk bisnis semacam ini. Bangunlah jaringan yang kuat antara sesama sales, atasan, teman, relasi, bahkan orang yang baru Anda kenal di jalan. 
  • Susun strategi. Aturlah jadwal untuk berkunjung atau menghubungi klien potensial. Buatlah kesepakatan untuk mengundang sekelompok orang mendengarkan presentasi Anda. Buat metode yang baik untuk mendekati orang-orang yang akan Anda prospek. 
  • Ciptakan Database. Bukan hanya membuat daftar berisi puluhan ribu orang dan latar belakang mereka, tetapi juga analisa seberapa besar kemungkinan mereka bergabung dengan Anda dan metode pendekatan apa yang cocok untuk diterapkan pada mereka. Database yang baik akan menciptakan efisiensi dalam alur kerja Anda. 
  • Bergabunglah di tim yang tepat. Dengan ada di tengah-tengah orang yang mendukung Anda, maka akan banyak benefit yang didapatkan. Carilah tim yang dapat memberikan mentoring atau pembinaan untuk karir Anda.
  • Lakukan pendekatan personal. Jangan langsung menawarkan produk, tetapi gali dan usahakan adanya kedekatan secara personal dengan calon nasabah. Tawarkan untuk membantu merencanakan strategi keuangan nasabah dan keluarganya.
  • Mintalah referensi kepada nasabah lama. Bisa jadi ada juga keluarga atau relasi dari klien Anda yang sama-sama membutuhkan layanan asuransi. Mintalah untuk merekomendasikan diri Anda kepada mereka. 
  • Tingkatkan jam terbang. Pengalaman adalah guru yang terbaik. Perbaiki kualitas presentasi Anda dan jadilah agen yang lebih baik dari hari ke hari. Semua itu hanya bisa didapatkan dengan sering melakukan aksi nyata, bukan hanya sekedar membaca buku panduan, mendengarkan pemaparan di video atau ikut pelatihan mahal. Di lapangan, Anda akan mendapatkan banyak insights berharga dan mungkin juga penolakan yang menyakitkan. Evaluasi itu semua sebagai sarana untuk memperbaiki strategi dan metode kerja Anda. 

*****

Itulah tips praktis yang bisa Anda lakukan untuk bisa menjadi agen asuransi yang sukses. Jangan lupa untuk tetap berbuat baik, menjaga hubungan yang baik dengan orang lain (baik klien maupun orang yang tadinya menolak Anda) serta jangan ragu untuk menawarkan bantuan terkait permasalahan apapun yang dialami oleh klien. Dengan itu Anda membangun citra diri yang sangat positif dan tentu saja hal tersebut akan mendatangkan benefit di masa depan. Cepat atau lambat. 

Semoga sukses. Baca juga artikel lain dari rubrik tips milenial, misalnya ancaman-ancaman yang akan membuat Anda bangkrut secara finansial sehingga bisa memberikan Anda pemahaman untuk menjadi lebih bijak dan terhindar dari jebakan keuangan khas milenial. 

Catatan Adi
Catatan Adi Seorang penulis freelance dan pengamat fenomena sosial.

Posting Komentar untuk "Cara Jadi Agen Asuransi Sukses"

Artikel Pilihan Hari Ini

Artikel Teknologi

Recent Posts Label

Artikel Bisnis dan Peluang Usaha

Recent Posts Label

Kumpulan Cerpen

Recent Posts Label

Artikel Pendidikan

Recent Posts Label