Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perlukah Milenial Memiliki Asuransi?

Catatan Adi - Kapan saat yang tepat bagi kaum milenial memiliki polis asuransi? Sebenarnya pertanyaan di atas kurang tepat. Justru yang perlu ditanyakan adalah perlukah untuk memiliki asuransi?

Asuransi adalah jaminan untuk aset ataupun diri kita. Lantas bagaimana dengan kaum milenial? Kita akan membahasnya dengan tuntas.

Kesalahan Dalam Membeli Asuransi

seberapa penting asuransi?
Pentingkah asuransi?

Asuransi bukan investasi. Ini poin pertama yang harus diingat. Memang ada asuransi yang juga bisa dianggap sebagai investasi, tetapi pada dasarnya asuransi bersifat sebagai pelindung. Misalkan saja asuransi jiwa berbasis unit link.

Kesalahan banyak orang adalah fokus pada uang yang didapatkan setelah melewati tempo atau tahun tertentu misalkan 20 tahun. Padahal perlu diingat bahwa porsi utama tetaplah asuransi jiwa. Nilai uang Anda memang bisa bertambah, bisa juga justru stagnan. Jika ingin mendapatkan hasil return tinggi, silahkan coba 6 instrumen investasi terbaik milenial saja, jangan asuransi. 

Fokus asuransi adalah mendapatkan UP atau uang pertanggungan, misal pada asuransi jiwa, ketika yang bersangkutan meninggal. UP ini bisa diberikan pada ahli waris. Bayangkan saja jika ada seorang ayah yang merupakan tulang punggung keluarga tiba-tiba meninggal. Tentu keluarga akan mendapat pukulan berat dari segi psikologis dan tentu saja finansial. Disinilah salah satu manfaat asuransi, yaitu memberikan UP bagi mereka yang ditinggalkan.

Asuransi juga bukan tabungan. Jika sobat milenial mengetahui cara menabung yang benar, pastilah sobat akan menaruh dana di kendaraan yang lebih aman, misal tabungan berjangka. Benar bahwasanya asuransi bisa sebagai tabungan masa depan, namun harus diingat ada kondisi-kondisi tertentu yang membedakannya dengan tabungan lain, misal tabungan konvensional yang bisa diambil sewaktu-waktu. 

Jadi jika sobat milenial menganggap asuransi adalah tabungan, sobat akan kesulitan apabila benar-benar membutuhkan uang pada saat tertentu. 

Terburu-buru membeli polis asuransi. Ini adalah kesalahan ketiga. Bisa jadi sobat terburu-buru karena beberapa hal, antara lain : 

  • Tergiur keuntungan yang ditawarkan.
  • Ikut-ikutan teman.
  • Tergoda fasilitas penunjang, misal cashback, diskon, dll. 

Jangan pernah terburu-buru dalam mengambil keputusan, apalagi keputusan penting seperti membeli polis asuransi. Bicarakan dengan keluarga dan pastikan sobat milenial memang memiliki dana untuk membayar tiap bulannya. Selain itu pastikan juga beberapa faktor berikut : 

  • Profil perusahaan asuransi.
  • Sudah membaca semua klausul dan dokumen yang ada.
  • Paham mengenai resiko apabila menunggak iuran. 
  • Mengetahui secara pasti keuntungan yang ditawarkan. 

Jadi ada baiknya sobat membaca benar-benar semua perjanjian sebelum memutuskan. Pahami juga jenis asuransi apa yang sobat milenial butuhkan. Untuk itu carilah info sebanyak-banyaknya, misalkan membaca panduan asuransi dan macam-macam asuransi di Indonesia terlengkap ini yang pasti akan membantu sobat milenial semuanya. 

Beberapa Alasan Harus Memiliki Asuransi 

Pada dasarnya penduduk Indonesia sudah terlindungi BPJS Kesehatan. Untuk kaum pekerja juga telah tersedia BPJS Ketenagakerjaan. Lantas, perlukah membeli asuransi pendamping layanan BPJS? Jawabannya tergantung kondisi dan situasi yang dialami oleh sobat milenial masing-masing. Setiap orang pasti memiliki latar belakang, kondisi dan pemikiran yang berbeda. 

Misal asuransi kendaraan seperti mobil. Sobat wajib mempunyai asuransi mobil jika dirasa intensitas penggunaan mobil cukup tinggi. Selain itu, pertimbangan lainnya adalah jenis mobil, harga  mobil dan rute yang biasa dilewati. 

Asuransi pendidikan untuk anak bisa juga dibeli jika memang sobat milenial ingin anak-anak nantinya mendapatkan layanan di sekolah swasta internasional yang jelas biayanya berbeda dengan sekolah negeri pada umumnya. Atau sobat ingin anak-anak nantinya menempuh pendidikan tinggi di luar negeri. 

Asuransi jiwa juga penting jika memang sobat merasa sebagai satu-satunya pemberi nafkah dan keluarga yang ditinggalkan, andaikan terjadi apa-apa, akan kesulitan secara finansial. Misalkan, anak masih kecil dan butuh dana pendidikan, pasangan tidak bekerja atau gajinya jauh di bawah biaya kebutuhan. 

Asuransi hari tua atau asuransi pensiun bisa juga dibeli jika memang sobat milenial mampu mengalokasikan dana khusus. Ingat, jika sobat sudah tergabung dengan BPJS Ketenagakerjaan, sobat sudah memiliki fasilitas Jaminan Pensiun dan Jaminan Hari Tua. Terlebih lagi jika sobat sudah memiliki aset investasi, misal investasi di P2P Lending yang saat ini dikenal memberikan return terbaik. Sobat bisa membayar premi dari profit yang didapatkan. 

Menjadi Agen Asuransi

Ternyata dunia asuransi sangat menarik. Bahkan sobat milenial bisa memanfaatkan asuransi sebagai peluang usaha yang menjanjikan dengan profit tinggi. Bagaimana caranya?

Caranya sangat mudah sekali, yakni menjadi agen asuransi. Namun jangan jadi agen asuransi biasa, jadilah yang sukses. Untuk itu, baca dengan baik panduan lengkap jadi agen asuransi sukses. 

*******

Jadi perlukah milenial membeli asuransi? Jawabannya tergantung dari diri sobat milenial masing-masing. Pertimbangkan dengan baik, khususnya kemampuan dalam membayar premi serta resiko yang mungkin ada, misal penurunan nilai karena faktor tertentu. Semoga bermanfaat. Baca juga artikel selanjutnya tentang kesalahan finansial kaum milenial yang tentu akan sangat membantu sobat semua mengatur keuangan. 

Catatan Adi
Catatan Adi Seorang penulis freelance dan pengamat fenomena sosial.

Posting Komentar untuk "Perlukah Milenial Memiliki Asuransi?"

Artikel Bisnis dan Peluang Usaha

Recent Posts Label

Artikel Teknologi

Recent Posts Label

Artikel Pendidikan

Recent Posts Label

Kumpulan Cerpen

Recent Posts Label

Artikel Pilihan Hari Ini