Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Daftar Pemimpin Uni Soviet 1917-1991

Uni Soviet atau USSR adalah nama sebuah negara besar yang dahulu pernah berjaya dan menjadi saingan terdekat Amerika Serikat dalam berebut pengaruh dari negeri-negeri lain di seluruh dunia.

Meski sudah bubar dan terpecah jadi banyak negara, Uni Soviet selalu menarik untuk dibahas. Selain adalah pelopor ideologi komunis, negara ini juga punya struktur pemerintahan yang unik.

Berbeda dengan negara lain, pada dasarnya Uni Soviet tidak memiliki jabatan presiden ataupun perdana menteri. Kepala negara dipegang oleh seorang Kepala Presidium Pusat, sedang untuk kepala pemerintahan diurus oleh seorang Ketua Dewan Menteri. 

Memang terdengar rumit namun pada dasarnya semuanya jauh lebih ruwet karena pemimpin tertinggi Uni Soviet adalah pemimpin tertinggi Partai Komunis. Jadi siapa yang berhasil menjadi pemimpin Partai Komunis dialah sebenar-benarnya penguasa tertinggi di negeri beruang merah tersebut.

Sejak didirikan tahun 1917 hingga pembubarannya di tahun 1991, sudah ada beberapa nama yang mengisi kursi pemimpin Partai Komunis. Sebutan pemimpin Partai Komunis sendiri adalah Sekretaris Jenderal, meski pada suatu waktu jabatan itu dibekukan dan diganti oleh Sekretaris Pertama.

Sekretaris Jenderal Partai Komunis

Lambang Partai Komunis USSR

Partai Komunis Uni Soviet (PKUS) atau nama resminya adalah Kommunisticheskaya Partiya Sovetskogo Soyuza merupakan partai tunggal yang ada di negara USSR. 

Partai Komunis memiliki akar sejarah panjang yang jika dirunut akan mengarah kepada sebuah organisasi politik di abad 18. Organisasi tersebut bernama Partai Buruh Sosial Demokrat Rusia. 

Pada awal 1900an, Partai Buruh Sosial Demokrat memiliki banyak faksi, dimana salah satu yang terkuat adalah Bolsheviks. Di faksi ini, Vladimir Lenin yang kelak adalah bapak pendiri USSR berada.

Setelah menjadi penguasa Rusia dan kemudian membentuk Uni Soviet, PKUS menyelenggarakan pemerintahan berdasarkan ideologi dan garis politik Marxis. Sejak awal pemimpin PKUS juga adalah pemimpin tertinggi negara.

Dalam PKUS, organ tertinggi adalah Kongres. Jika Kongres tidak sedang bersidang, maka wewenangnya dijalankan oleh sebuah komite yang bernama Komite Pusat Partai. Pada pelaksanaannya, seorang Sekretaris Komite Pusat akan menjadi penguasa tertinggi dengan dukungan dari Politbiro. 

Dalam perjalanan sejarah selanjutnya, pemimpin tertinggi dari USSR adalah juga pemimpin PKUS. Ada 8 orang yang pernah menjabat posisi ini mulai dari negeri ini berdiri hingga lenyap di tahun 1991.

Vladimir Lenin

Vladimir Lenin
Foto Vladimir Lenin

Lenin adalah pemimpin perdana dari Soviet Rusia sekaligus Uni Soviet secara keseluruhan. Selain berhasil menyingkirkan keluarga Romanov serta para anggota partai yang beraliran liberal, dirinya juga melahirkan konsep-konsep sosialisme yang khas yang kemudian disebut Leninisme. 

Nama asli Lenin adalah Vladimir Ilyich Ulyanov. Dia dilahirkan di wilayah Simbirsk pada 22 April 1870. Kakaknya dibunuh oleh kaum loyalis Tsar dan dari situlah dia kemudian bergabung dengan pergerakan sayap kiri.

Lenin memiliki sarjana di bidang hukum dan pernah berkuliah di Universitas Kazan. Sejak menjadi mahasiswa, dirinya mulai tertarik dengan politik. Ia bergabung ke dalam banyak forum diskusi dan organisasi sosial.

Pada puncaknya, ia kemudian tertarik dengan komunisme yang digaungkan oleh Karl Marx. Ia bahkan menemui salah satu kerabat Marx, yakni Paul Lafargue. Ia meneliti peristiwa Komune Paris, tertarik dengan politik praktis, berniat menghancurkan feodalisme Rusia, bergabung dengan Partai Buruh Sosial Demokrat, terlibat dengan pemogokan buruh, mengalami penahanan, berpetualang ke Eropa Barat dan akhirnya memimpin revolusi untuk mendirikan sebuah negara komunis yang disebut Uni Soviet.

Setelah Revolusi Oktober yang mengakhiri kekuasaan klan Romanov selesai, Lenin langsung naik jadi pemimpin tertinggi negara yang baru saja ia dirikan. 

Jabatan Lenin pada awalnya adalah Pemimpin Partai (Sekjen) lalu kemudian menjadi Ketua Dewan Komisariat Soviet. Ia memegang jabatan pemimpin PKUS/USSR dari tahun 1917 hingga wafatnya di tahun 1922. 

Sebagai seorang pemimpin negara yang baru terbentuk, Lenin bisa dianggap berhasil dalam memberikan fondasi yang luar biasa bagi negaranya, khususnya di bidang ideologi, birokrasi dan pemerintahan. Hal ini bisa terjadi karena adanya sosok Leon Trotsky yang setia mendampingi Lenin. 

Setelah Lenin wafat, maka jabatan pemimpin USSR sekaligus Sekretaris Jenderal jatuh ke tangan seorang monster yang mengerikan dan berdarah dingin, Joseph Stalin. 

Josef Stalin

Foto Joseph Stalin

Joseph Stalin atau Josef Stalin menjadi Sekjen dari tahun 1922 hingga 1954. Dalam periode kekuasaannya, birokrasi Soviet manjadi semakin rumit untuk dipahami. Ia juga menghapuskan jabatan Sekjen menjadi Sekretaris Pertama meski akhirnya penerusnya memulihkannya kembali.

Nama asli Stalin adalah Ioseb Besarionis dze Jughashvili. Ia merupakan pria Georgia yang sukses menjadi penerus Lenin. Lahir di kota Gori pada 18 Desember 1878, Stalin memerintah Uni Soviet hingga ia meninggal. 

Stalin berhasil mengkonsep suatu ideologi yang ia beri nama Marxis-Leninis yang kemudian diadopsi menjadi sebuah garis politik utama Soviet.

Sosok Stalin sangat unik. Pada masanya, Perang Dunia II meletus dan ia harus menerima serangan mematikan dari jutaan tentara Blok Poros. Meski demikian, sejarah membuktikan bahwa pria keji ini berhasil membawa Soviet pada jalur kemenangan dan bahkan bersanding dengan AS sebagai negara adikuasa. 

Semasa menjabat sebagai pemimpin Soviet, Stalin melakukan banyak hal gila, seperti membersihkan partai dari tokoh lama yang pro-Trotsky, membantai para perwira Soviet karena paranoid, membuat kesepakatan dengan Hitler meski akhirnya dikhanati, merombak jabatan kesekretariatan dan membuat Soviet semakin agresif.

Meski menurut wasiat Lenin Stalin harus dicopot dari jabatannya, namun anehnya yang jadi penerus bapak pendiri bangsa Rusia tersebut adalah dirinya. Inilah kecelakaan sejarah yang unik. 

Stalin memang adalah pemimpin partai, tetapi ia meminta sekutu setianya untuk mengisi jabatan tinggi resmi negara. Walau begitu, semua orang juga tahu bahwa pemimpin Uni Soviet adalah Josef Stalin. 

Gregori Malenkov

Foto Gregori Malenkov
Foto Gregori Malenkov

Setelah Stalin meninggal karena penyakit berat, Gregori Malenkov, salah satu orang kepercayaannya menjadi pemimpin selanjutnya.

Tidak banyak hal menarik yang terjadi saat Malenkov berkuasa. Ia mewarisi sebuah federasi yang luas dengan pengaruh luar biasa yang hanya bisa ditandingi Amerika Serikat.

Malenkov lahir pada 6 Desember 1901 dan wafat pada 14 Januari 1988. Ia merupakan seorang loyalis komunis yang turut berperan pada masa Bloshevik hingga PD 2. Malenkov semula menjabat sebagai petinggi Komite Pertahan Negara, tangan kanan Stalin dan juga petinggi PKUS.

Setelah Stalin wafat, Malenkov menjabat banyak posisi sekaligus, misal Presiden Uni Soviet (Presiden Presidium), Perdana Menteri (Kepala Dewan Menteri) dan tentu saja Sekretaris PKUS. Walau begitu, orang-orang di Politbiro dan Komite Pusat mencopot satu-persatu jabatan Malekov agar tidak ada pemusatan kekuasaan di satu orang saja.

Malenkov tidak mundur karena wafat. Ia berumur panjang meski tidak sempat melihat Uni Soviet bubar. Jabatan selanjutnya diserahkan pada Kruschev. 

Nikita Krushchev

Nikita Krushchev bersama Ir Soekarno
Nikita Krushchev bersama Ir Soekarno

Krushchev adalah penerus dari Malenkov. Ia memegang tampuk kekuasaan USSR dari tahun 1953 hingga 1964. Walau cukup baik dalam memimpin Soviet, nyatanya dia dilengserkan oleh para pengurus PKUS dan pejabat tinggi negara.

Pada masa Krushchev, tidak ada jabatan Sekjen Komite Pusat PKUS. Sebagai gantinya, ia membentuk jabatan Sekertaris Pertama yang mirip dengan jabatan sebelumnya. 

Krushchev menjadi terkenal karena kebijakannya melakukan de-stalinisasi total di berbagai bidang. Dirinya juga yang kemudian melakukan reformasi di bidang tertentu, seperti perencanaan pembangunan dan pertanian. 

Hal penting lainnya adalah peristiwa misil Kuba, dimana USSR nyaris berperang melawan Amerika Serikat. Untungnya hal tersebut berhasil dihindari. 

Krushchev akhirnya dilengserkan. Kepemimpinan Soviet kemudian berganti kepada trio kolektif, yakni Brezhnev, Kosygin dan Podgorny.

Leonid Brezhnev

Leonid Brezhnev
Fot Leonid Brezhnev

Brezhnev menjadi pemimpin USSR selanjutnya menggantikan Krushchev. Dirinya adalah seorang komunis yang lahir pada 19 Desember 1906. Sebagai pemimpin, ia pernah mengisi beberapa jabatan sekaligus, yakni Sekretaris Pertama/Sekertaris Jenderal dan Kepala Presidium Soviet Tertinggi.

Awalnya Brezhnev berbagi peran dengan Aleksei Kosygin (Presiden) dan Niloai Podgorny (Wakil Sekretaris). Namun, pada kelanjutannya ialah pemimpin tunggal Soviet.

Walau mundur karena wafat pada 1982, tetapi dialah pemimpin terlama kedua Soviet setelah Stalin. Pada masanya terjadi beberapa peristiwa penting, seperti Perang Vietnam dan konflik Soviet-Cina. 

Yuri Andropov

Foto Yuri Andropov

Yuri Andropov adalah Sekretaris Jenderal Komite Pusat PKUS menggantikan Brezhnev. Dirinya memerintah Soviet dari tahun 1982 hingga 1984. Tidak banyak yang terjadi saat Yuri berkuasa. 

Pada masanya, USSR terlibat perang di Afganistan dan dunia komunis mengalami tantangan dengan adanya pergolakan politik di Polandia dan negara-negara lainnya.

Pada 9 Februari 1984, Yuri meninggal. Dirinya menjadi pemimpin Soviet kesekian yang harus mundur karena mati. Penggantinya adalah seorang pria loyalis komunis yang juga menjabat deputinya, Konstanti Chernenko.

Konstantin Chernenko

Konstantin Chernenko
Konstantin Chernenko

Konstantin Chernenko lahir pada 24 September 1911. Dia adalah seorang pengurus teras dari Partai Komunis Moldova yang kemudian mengalami kenaikan karir yang pesat. Beberapa jabatan penting yang pernah diembannya antara lain adalah Sekretaris Kedua di Komite Pusat PKUS, Sekjend PKUS dan Kepala Presidum Soviet. 

Ia menyusul nasib Yuri, pendahulunya, yang harus mati saat menjadi pemimpin tertinggi USSR. Penggantinya adalah Mikhail Gorbachev, seorang visoner terbesar Rusia sekaligus pemimpin terakhir Uni Soviet.

Mikhail Gorbachev

Foto Mikhail Gorbachev
Mikhail Gorbachev

Ada dua persepsi dalam memandang Gorbachev. Pertama sebagai pahlawan, kedua sebagai pengkhianat. Meski dikudeta oleh militer dan anggota PKUS, namun ternyata Mikhail masih mampu bertahan. Meski tidak dengan negaranya.

Sejak dirinya menggelorakan glasnot dan perestroika, USSR goncang. Liberalisme dan reformasi nampaknya bukan hal yang mudah diterima oleh semua kalangan. Satu persatu krisis datang. Puncaknya, ketika harga minyak anjlok, ekonomi Soviet guncang.

Krisis pangan dan keuangan diperparah dengan adanya oknum-oknum di republik-republik Soviet yang menuntut berpisah. Akhirnya satu persatu anggota Federasi Soviet juga minta merdeka. 

Sejarah membuktikan, USSR yang begitu perkasa akhirnya lenyap dari muka bumi. Selain Soviet, ada 17 negara yang juga mengalami nasib yang sama. Baca ulasannya di 17 Negara yang Sudah Lenyap

Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan

Seperti yang sudah disinggung bahwa birokrasi di negeri komunis Soviet sangat rumit dan tak mudah dipahami. Ini karena adanya UU yang menyatakan PKUS sebagai pemandu jalannya revolusi, sehingga begitu berkuasa. 

Padahal sejatinya, USSR juga punya lembaga yang mirip dengan negara-negara lain, yakni berperan sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. 

Kepala Negara

Dalam struktur pemerintahan negeri Leninis tersebut, jabatan kepala negara dipegang oleh Ketua Majelis Presidium. Meski demikian, tidak jelas bagaimana sistem pemilihan seorang bisa menjabat posisi itu. Peran Politbiro PKUS dan anggota Komite Pusat lain diperkirakan sangat besar untuk menyeleksi siapa saja yang layak memegang jabatan ini.

Dalam perjalanan bangsa Soviet, ada beberapa orang yang berhasil menduduki jabatan Presiden Uni Soviet. 

  1. Mikhail Kalinin (1938–1946)
  2. Nikolay Shvernik (1946–1953)
  3. Kliment Voroshilov (1953–1960)
  4. Leonid Brezhnev (1960–1964)
  5. Anastas Mikoyan (1964–1965)
  6. Nikolay Podgorny (1965–1977)
  7. Leonid Brezhnev (periode kedua, 1977–1982)
  8. Yuri Andropov (1982–1984)
  9. Konstantin Chernenko (1984–1985)
  10. Andrey Gromyko (1985–1988)
  11. Mikhail Gorbachev (1 Oktober 1988–25 Mei 1989)
  12. Mikhail Gorbachev (25 Mei 1989–15 Maret 1990)
  13. Anatoly Lukyanov (15 Maret 1990–22 Agustus 1991)

Kepala Pemerintahan 

Selain kepala pemerintahan, Uni Soviet juga punya jabatan yang mirip dengan Perdana Menteri. Jabatan ini bernama Ketua Dewan Menteri. Ada kalanya Sekjen PKUS sebagai penguasa tertinggi Soviet juga menjabat sebagai Perdana Menteri USSR.

  1. Vladimir Lenin
  2. Aleksei Rykov
  3. Vyaceslav Molotov
  4. Josef Stalin
  5. Gregori Malenkov
  6. Nikolay Bulganin
  7. Nikita Krushchev 
  8. Aleksei Kosygin
  9. Nikolay Tikhonov
  10. Nikolay Ryzkov
  11. Valentin Pavlov
  12. Ivan Silayev

Kehancuran Uni Soviet disusul dengan tumbangnya rezim komunis di seluruh Eropa. Namun di beberapa negara, hingga saat ini, ideologi komunis masih berjaya. Baca selengkapnya di Daftar Negara Komunis yang Masih Ada hingga Saat ini.

Sumber Gambar 

  • Logo PKUS (Wikipedia)
  • Foto Vladimir Lenin (Seekpng.com)
  • Foto Joseph Stalin (Depositphotos.com)
  • Foto Malenkov (Veteran Resources)
  • Foto Krushchev dan Soekarno (Rusia Beyond)
  • Foto Yuri Andropov (Global Domain News)
  • Foto Chernenko (Encyclopedia of Ukraine) 
  • Foto Mikhail Gorbachev (Time)

***

Meski sekarang Uni Soviet adalah negara yang sudah bubar, namun kenangan terhadapnya nampaknya masih akan bertahan lama di kalangan umat manusia. Untuk membaca lebih lengkap seputar kelahiran dan pembubaran negara berlambang palu arit tersebut, baca artikel tentang sejarah lengkap Uni Soviet

Catatan Adi
Catatan Adi Seorang penulis freelance dan pengamat fenomena sosial.

Posting Komentar untuk "Daftar Pemimpin Uni Soviet 1917-1991"

Artikel Bisnis dan Peluang Usaha

Recent Posts Label

Artikel Teknologi

Recent Posts Label

Artikel Pendidikan

Recent Posts Label

Kumpulan Cerpen

Recent Posts Label

Artikel Pilihan Hari Ini