Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Negara Komunis yang Masih Tersisa Saat Ini

Komunisme adalah sebuah ideologi yang memperjuangkan penghapusan kapitalisme, beberpihakan pada kelas pekerja dan pengendalian sumber produksi untuk kepentingan bersama. Meski sejak 1990an, banyak negara komunis lenyap, tetap nyatanya masih ada beberapa yang bisa bertahan hingga kini.

Ini sungguh mencenangkan. Seperti apa kiprah dan daftar negara komunis yang masih ada hingga saat ini? 

Daftar negara komunis di dunia saat ini
negara komunis

Cina

Negara-negara mana saja yang masih menganut komunisme? Jika melihat peta, maka jawabannya sangat mudah. Pertama, mari menyebut salah satu yang terkuat di antaranya, yakni Republik Rakyat Cina.

Cina adalah negara komunis terkuat dan terbesar saat ini. Hal itu bisa dilihat dari beberapa aspek, termasuk luas wilayah, kekuatan ekonomi, militer dan pengaruh luar negeri.

Sejak Kapan Cina Menjadi Komunis?

Awal Cina menjadi komunis juga tidak mudah. Pada 1 Oktober 1949, Mao Zedong mendeklarasikan berdirinya Republik Rakyat Cina. Ini juga mengakhiri eksistensi dari Republik Cina.

Seperti diketahui, di tanah Cina, ada dua entitinas politik yang saling bermusuhan, yakni Republik Cina yang dimotori Partai Nasionalis Kuomintang (KMT) dan RRC yang disokong Partai Komunis.

Setelah memenangkan perang saudara, Mao akhirnya membuat semua daratan Cina menjadi komunis. Hanya Taiwan yang masih dikuasai oleh KMT.

Mengapa Komunis Masih Bisa Bertahan di Cina?

Jawabnya mudah. Karena komunis berhasil memajukan bangsa Cina ke taraf yang belum pernah mereka alami sebelumnya. Di masa kaisar-kaisar feodal, Cina menjadi sasaran serbuan bangsa asing macam Manchuria dan Eropa. Kini, di tangan Partai Komunis Cina menjadi sangat mengerikan.

Hampir semua bangsa di dunia menaruh kecurigaan pada Cina. Di Indonesia, berkali-kali terjadi fenomena anti-cina dan kebencian kepada masyarakat keturunan Cina. Sungguh itu sesuatu yang harus dihentikan dan sangat disayangkan. Namun jika dilihat, semua itu berpangkal pada ketakutan akan kekuatan Cina yang memang mengerikan. 

Vietnam

Vietnam juga adalah negara di dunia yang masih menganut ideologi komunis. Nyaris sama seperti Cina, Vietnam juga mengalami perkembangan yang pesat dan berhasil memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Sejak Kapan Vietnam Menjadi Komunis?

Bangkitnya komunisme tidak lain karena ketokohan seorang bernama Ho Chi Minh atau Paman Ho. Dialah bapak bangsa Vietnam yang berhasil mengusir pengaruh Eropa dari negaranya.

Selain sosok pejuang yang tidak kenal lelah, Paham Ho juga adalah pemimpin dari Partai Komunis Vietnam. Dialah yang mermpersatukan organisasi komunis di Indoncina/Vietnam agar menjadi satu dan makin kuat, khususnya dalam menghadapi Perancis dan Jepang.

Organ komunis sendiri sudah tumbuh subur di Vietnam sejak sebelum 1930. Banyak pengaruh dari Eropa Timur, khususnya Uni Soviet yang membantu menyuburkan perlawanan bangsa Vietnam melawan barat.

Pada tahun 1960an, ketika Perang Vietnam sedang panas-panasnya, orang-orang Komunis di Utara menyadarkan saudara mereka di Selatan bahwa mereka sedang dijajah oleh Amerika Serikat. Maka tak heran banyak sukarelawan Vietcong yang berasal dari selatan dan bersimpati pada komunisme juga melawan AS.

Meski Amerika adalah negara maju dan terkuat di dunia, mereka kalah telak di perang Vietnam. Pada tahun 1975, Vietnam Utara dan Selatan bersatu dan membentuk Republik Sosialis Vietnam, sebuah negara komunis di Asia Tenggara hingga saat ini.

Mengapa Komunis Bisa Bertahan di Vietnam?

Karena komunislah yang berjuang membebaskan orang Vietnam dan penjajahan Perancis, Amerika Serikat dan Jepang. Ketika bangsa-bangsa lain membuang komunisme, orang Vietnam tetap setiap pada ideologi yang dipengaruhi oleh pemikiran Karl Marx tersebut hingga saat ini. 

Selain itu, Vietnam cenderung stabil. Meski beberapa kali terlibat perang dengan negara komunis lainnya, yakni Khmer Merah dan RRC, tetapi di dalam negeri mereka kompak melestarikan ajaran komunisme dan kini menyongsong abad baru untuk menjadi bangsa yang maju. 

Laos

Laos adalah sebuah negara berhaluan sosialis yang terletak di Asia Tenggara. Negara ini berbatasan dengan negara-negara indocina lainnya, yaitu Myanmar, Kamboja, Thailand dan juga Cina. 

Sejak Kapan Laos Menjadi Komunis?

Hubungan antara Laos dan komunisme sudah terjalin cukup lama, khususnya pada saat perjuangan kemerdekaan melawan Perancis.

Nama resmi Laos sendiri adalah Republik Demokrasi Rakyat Laos. Dalam konstitusi negara Laos, negeri itu hanya mengijinkan satu partai politik saja, yakni Partai Revolusioner Rakyat. 

Laos menjadi komunis sejak 1975 yakni ketika pemerintahan feodal dihancurkan oleh komunis. Nasib Laos sendiri mirip dengan Vietnam, yaitu terjadi perang saudara antara Pathet Lao dan front demokratik yang disokong kekuatan barat seperti Amerika Serikat. 

Pada saat Laos menjadi negara komunis, negara itu mengalami kesulitan cukup besar di bidang keuangan dan ekonomi. Lalu Laos kemudian meniru langkah Cina dan Vietnam untuk membuka tirai hubungan luar negeri, perdagangan dan investasinya namun tetap berlandaskan sosialisme

Mengapa Komunis Bisa Bertahan di Laos?

Sejak 1959, yakni ketika perang terbuka antara pasukan sokongan AS melawan partai komunis berlangsung, rakyat Laos dilanda kengerian dan kemalangan. 

Amerika tak segan-segan untuk turun langsung menggempur Laos, sama seperti yang mereka lakukan pada Vietnam.

Ketika kaum kiri berhasil menang di Vietnam, mereka membantu Laos untuk mencapai kemerdekaan penuh dan menyingkirkan kaum feodal yang dibekingi Barat.

Komunis bisa bertahan di Laos karena mereka mampu mendapatkan simpati orang Lao. Kaum komunis melalui Pathet Lao adalah pahlawan yang berhasil menyingkirkan bangsa kulit putih. Selain itu Laos juga mendapatkan dukungan dari Vietnam dan Uni Soviet yang sama-sama negara komunis. 

Korea Utara

Satu lagi negara dari Asia yang masih kukuh memegang paham komunisme, yakni Korea Utara. Tetangga sekaligus musuh abadi Korea Selatan itu memilih langkah yang cukup berbeda dari sesama negara komunis lainnya. Mereka menggabungkan Marxis-Leninis dengan filsafat bangsa Korea sehingga lahirnya Juche. 

Sejak Kapan Korea Utara Menjadi Negara Komunis?

Identik dengan apa yang terjadi di Vietnam maupun Laos, komunis berkembang di Korea karena erat kaitannya dengan upaya kemerdekaan Korea atas Jepang.

Ketika Perang Dunia II pecah, semenanjung Korea diduduki Jepang. Saat itulah, tepatnya pada 1925, Partai komunis berdiri di Seoul. Partai ini kemudian menjalin hubungan dengan dua kekuatan komunis lainnya, yakni Uni Soviet dan RRC. 

Pada saat Perang Korea pecah, negeri itu terbagi menjadi dua, yakni Korea Selatan yang liberal dan beribukota di Seoul, serta Korea Utara yang sosialis dan berpusat di Pyongyang. Korut mendapat pengaruh kuat Cina dan Uni Soviet.

Invasi komunis ke selatan terjadi pada 25 Juni 1950. Korut gagal mencaplok Korsel karena Amerika Serikat turun tangan dan menghentikan semua itu.

Mengapa Komunis Bisa Bertahan di Korea Utara?

Tentu saja komunis mampu bertahan di Korut. Kombinasi antara rejim totaliter, kultus individu di luar nalar dan pengaruh kuat Cina membuat negeri ini tetap menjadi negara komunis hingga hari ini.

Meski demikian, sebenarnya pada ideologi Korut adalah Juche, yakni sebuah pandangan hidup yang dilandasi atas pemikiran Kim Il Sung. 

Kim dan anak cucunya hingga saat ini masih menguasai Korut. Juche telah menggantikan komunisme sejak 1955, meski pada dasarnya batang tubuh ideologi tersebut mirip dengan Marxis-Leninis.

Kuba 

Satu-satunya negara komunis di dunia yang masih eksis dan berada di luar Asia adalah Kuba. Negeri ini berada di halaman belakang Paman Sam dan selalu menjadi duri dalam daging. 

Mengapa Kuba Menjadi Negara Komunis?

Ini pertanyaan yang cukup mudah dijawab. Kenapa Kuba bisa jadi negara komunis? Berbeda dengan RRC, Laos, Vietnam ataupun Korut, Kuba tidak jadi komunis pada saat negara ini merdeka.

Kuba menjadi komunis karena revolusi yang digelorakan oleh Fidel Castro, Raul Castro dan Che Guevarra. Mereka berhasil menghancurkan rejim militer yang berkomplot dengan kekuatan kapitalis asing untuk kemudian membawa Kuba menjadi sosialis.

Mengapa Komunis Bisa Bertahan di Kuba?

Ini yang tidak mudah untuk dijawab. Beberapa kali AS mencoba menyusupkan mata-mata dan agennya untuk menciptakan pemberontakan rakyat tetapi buktinya semua itu gagal. Kuba tetap komunis. Padahal negeri ini miskin. Terlebih negara ini juga diembargo oleh AS.

Satu hipotesa yang bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan itu adalah, karena rasa cinta rakyat pada para pemimpinnya yang komunis. Bisa jadi Fidel Castro memimpin Kuba dengan pendekatan yang berbeda dari para presiden sebelumnya. Hal inilah yang menarik hati masyarakat Kuba. 

Meski kehidupan di Kuba tidak mudah, nyatanya tingkat buta huruf di negeri ini mampu ditekan. Negara ini juga bahkan mengimpor SDM yang cekatan, khususnya di bidang kedokteran dan olahraga. Terlebih setelah Uni Soviet bubar, Kuba memang harus berjuang dengan keras. 

Catatan Adi
Catatan Adi Seorang penulis freelance dan pengamat fenomena sosial.

Posting Komentar untuk "Negara Komunis yang Masih Tersisa Saat Ini"

Artikel Bisnis dan Peluang Usaha

Recent Posts Label

Seputar Artis

Recent Posts Label

Artikel Teknologi

Recent Posts Label

Artikel Pendidikan

Recent Posts Label

Kumpulan Cerpen

Recent Posts Label