Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Alasan Kenapa Rusia Menyerang Ukraina

Pada akhir bulan Februari 2022, Vladimir Putin mengejutkan dunia. Presiden dari Republik Federasi Rusia tersebut mengambil keputusan agar Rusia menyerang Ukraina. 

Tentu aksi Putin tersebut panen reaksi. Ada yang mendukung, tetapi lebih banyak yang menghujat. Serangan dari tiga jurusan tersebut berhasil menjebol pertahanan Ukraina. Kota-kota besar, termasuk diantaranya adalah ibukotar Ukraina Kiev, menjadi sasaran utama.

Sebenarnya ada banyak yang menyayangkan aksi dari Rusia tersebut, terutama ketika dunia masih dilanda pandemi seperti sekarang ini. Terlebih apa yang dilakukan oleh Rusia ini bisa memicu konflik yang lebih besar, termasuk meletusnya Perang Dunia III.

Negara Rusia memang bukan negara lemah. Pemenang dari WW2 ini adalah salah satu negara adidaya di dunia meski tentu saja masih di bawah Amerika Serikat. Selain di bidang militer dan persenjataan, Rusia juga memiliki ekonomi dan industri yang kuat. Lantas apa sebenarnya tujuan Rusia menyerang Ukraina?

agresi milter Rusia ke ukraina
agresi milter Rusia - Al Jazeera

Untuk mencari penyebab kenapa Rusia menginvasi Ukraina, maka jawabannya tidak mudah. Hal ini dipengaruhi oleh banyak hal, termasuk persaingan global antara negara NATO dengan Rusia dan kecurigaan masyarakat dunia tentang Putin yang ingin mengembalikan kejayaan Uni Soviet, sebuah negara yang sudah lenyap dari dunia sejak 1991.

Dalam perkembangannya, hingga beberapa hari setelah awal serangan, ada banyak sekali teori yang muncul untuk menjawab pertanyaan apa akar masalah dari konflik Rusia-Ukraina sebenarnya. Teori ini beberapa diperkuat dengan statement dari banyak tokoh politik dan akademisi, namun ada juga yang hanya ramai di forum, seperti Quora maupun Reddit. 

1. Untuk Melindungi Donets dan Luhansk

Seperti diketahui, ada dua wilayah di Ukraina yang memberontak dan memerdekakan diri dari negara induknya. Kedua wilayah itu adalah Donets dan Luhansk.

Donets dan Luhansk adalah dua daerah di Ukraina timur yang berada di bawah kendali milisi Pro-Rusia. Mereka membentuk negara dengan nama Republik Rakyat Donets dan Republik Rakyat Luhansk. 

Kelahiran Republik Rakyat Donets dan Republik Rakyat Luhansk masih terkait denga Revolusi Maidan. 

Diduga konflik pecahnya dua republik ini juga diwarnai campur tangan militer Rusia. Meski dunia internasional masih mengakui keduanya sebagai bagian dari Ukraina, tetapi pada prakteknya daerah tersebut dikuasai oleh para pendukung kemerdekaan sejak tahun 2014. 

Putin akui kemerdekaan Luhansk dan Donets
Rakyat di Donbass yang Pro Rusia

Rusia memang menaruh perhatian kepada dua wilayah yang dihuni oleh warga keturunan Rusia tersebut. Terlebih Vladimir Putin selaku Presiden Rusia selalu menyebutkan adanya serangan terhadap dua wilayah tersebut yang dilakukan oleh militer Ukraina.

Aksi militer Rusia ini disebut sebagai upaya untuk melindungi dua negara tersebut. Uniknya ada isu yang berkembang bahwa kedua wilayah itu akan dimasukkan ke dalam Federasi Rusia, seperti halnya Krimea. 

Pada tanggal 21 Februari 2022, Vladimir Putin mengakui secara resmi kemerdekaan Luhansk dan Donets yang langsung disambut oleh kegembiran warga Pro-Rusia. Ini merupakan langkah awal bagi agresi militer Rusia ke Ukraina yang efektif terjadi pada tanggal 24 Februari 2022. 

Pihak Rusia dan Donets-Luhansk selalu mengatakan bahwa milisi Ukraina selalu mengacau di wilauah tersebut. Berdasarkan alasan tersebut, maka melancarkan agresi militernya dengan dugaan tujuan : 

  • Melindungi warga Rusia di Donets dan Luhansk.
  • Melemahkan militer Ukraina agar tidak mengancam wilayah Donets dan Luhansk yang sudah diakui secara resmi kemerdekaannya oleh Rusia. 

Dua alasan itu menjadi dasar bagi Rusia untuk melancarkan serangan yang pada beberapa hari pertama menyasar ke pusat militer Ukraina. 

2. Untuk Mengganti Pemerintahan yang Sah

Pada Jum'at, 25 Februari 2022 Putin meminta militer Ukraina untuk bergerak menggulingkan presiden mereka sendiri, yakni Volodimir Zelensky. Hal ini memicu teori bahwa sebenarnya alasan agresi militer Rusia yang sudah memakan banyak korban berjatuhan tersebut adalah untuk mengganti pemerintahan Zelensky yang memang sering berseberangan dengan kepentingan Moskow.

Jika ini yang menjadi alasan utama Putin menyerbu tetangganya, maka jelas Rusia sedang memaksakan kehendak agar negara lain berada di bawah pengaruhnya. 

Viktor Yanukovych, Presiden Ukraina Pro Rusia
Viktor Yanukovych, Presiden Ukraina Pro Rusia

Perlu diketahui salah satu akar masalah berkepanjangan ini adalah lengsernya Presiden Ukraina yang pro Moskow, yakni Viktor Yanukovych. Yanukovych dari Partai Region dikudeta paksa oleh rakyat yang ingin Ukraina lebih mendekat kepada barat. Aksi itu lalu memunculkan konflik berkepanjangan, khususnya di daerah yang mayoritas warganya Pro-Putin. 

Tidak seperti Yanukovych, Zelenksy ingin menjauhkan Kiev dari Putin dan Rusia. Hal inilah yang menjadi pemicu Moskow menyerang Ukraina. 

3. Untuk Menguasai Ukraina Sepenuhnya

Teori ketiga yang berkembang selanjutnya terkait serangan militer Rusia ke Ukraina adalah keinginan dari Putin menguasai negerinya Zelenksy secara utuh dan memulai Perang Dunia 3

Rusia ingin agar Ukraina tidak mengikuti jejak tiga negara Baltik lainnya yakni Lithuaina, Latvia dan Estonia yang bergabung dengan NATO. 

Dengan menguasai Ukraina sepenuhnya, maka akan ada bearer atau pemisah antara wilayah yang sudah 'dikuasai' NATO dan perbatasan langsung Rusia. 

Putin mengungkit lagi janji NATO yang tidak akan meluaskan pengaruhnya ke Eropa Timur. Janji itu, dinilai Putin sudah dilanggar ketika negara-negara mantan satelit Uni Soviet, seperti Bulgaria, Rumania dan Polandia menjadi anggota NATO.

4. Untuk Menggertak NATO

Aksi Putin dengan menyerbu Ukraina ditengarai juga sebagai sebuah awal untuk menantang NATO yang sudah mulai bercokol di Eropa Timur dan Balkan. 

NATO tidak bisa membela Ukraina karena negeri itu belum masuk menjadi anggotanya secara resmi. Namun NATO ditengarai akan membantu dengan jalan menyuplai senjata. 

Zelenksy sendiri sempat menyindir negara barat yang hanya menonton saja tanpa mau turun tangan membela Ukraina. 

Vlodimir Zelenksy, Presiden Ukraina
Vlodimir Zelenksy, Presiden Ukraina

Dunia sendiri juga ketakutan karena aksi langsung dari NATO diperkirakan akan memicu perang lebih besar dengan Rusia yang akan merembet ke wilayah lainnya. 

Babak baru kemudian muncul pada 27 Februari 2022, dimana Putin memerintahkan pasukan nuklir Rusia dalam siaga tinggi. Apakah ini karena pergerakan NATO yang semakin vulgar atau gertakan saja, belum ada yang tahu. 

5. Untuk Membentuk Uni Soviet Kembali

Peta pembagian wilayah di Rusia
Gambar Peta Negara Rusia

Teori terakhir muncul, yakni dugaan bahwa Putin ingin menegakkan kembali Uni Soviet. Negeri bernama Uni Soviet pernah begitu berjaya namun kemudian pecah berkeping-keping menjadi 15 negara. 

Negara pecahan Uni Soviet itu ada yang sangat pro barat dan sudah bergabung dengan NATO, misalkan tiga negara Baltik. Namun ada juga yang mendukung Rusia, seperti Belarusia dan Kazakhstan. 

Rejim Putin yang sudah sangat lama berkuasa di Rusia ditengarai punya misi untuk menyatukan beberapa atau bahkan semua negeri pecahan Soviet ke dalam Rusia. 

Itulah lima alasan yang diduga salah satu atau beberapa diantaranya menjadi alasan bagi Rusia untuk menyerang Ukraina dengan aksi militer. 

Perlu diingat bahwa Ukraina adalah sebuah negara merdeka. Sedang Donets dan Luhansk adalah dua negara dengan pengakuan terbatas. Sama seperti Abkhazia dan Ossetia Selatan.

Ini bukan pertama kalinya Rusia berkonflik dengan Ukraina. Pada tahun 2014, Rusia menerima Republik Krimea dan Kota Sevastovol menjadi bagian dari wilayahnya. Hal ini tidak diakui oleh dunia internasional tetapi Rusia tidak peduli. Aneksasi Krimea oleh Rusia dan kemudian kemerdekaan Donbass adalah bukti bahwa Rusia memang punya kepentingan di Ukraina. 

Adi
Adi Saya adalah seorang blogger yang sudah menulis di blog sejak 2010. Blog ini terbuka untuk berbagai kerjasama, seperti sewa banner, content placement ataupun review produk.

Posting Komentar untuk "Alasan Kenapa Rusia Menyerang Ukraina"