Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Skenario Pemicu Perang Dunia 3

Dunia pernah terlibat dalam dua perang besar, yakni Perang Dunia 1 dan 2. Begitu besarnya efek dari dua perang tersebut bahkan masih terasa hingga saat ini. 

Apa saja efek dari kedua perang tersebut? Efeknya bisa dilihat dari banyak hal, seperti persenjataan nuklir, geopolitik yang masih rawan memunculkan konflik serta dominasi dari para pemenang perang. 

Persenjataan nuklir bahkan pernah dilombakan, khususnya antara Uni Soviet dan Amerika Serikat. Di luar dua negara itu, beberapa negara juga ternyata memilliki hulu ledak nuklir, seperti Korea Utara, Inggris, Perancis, India dan Iran.

Senjata nuklir adalah produk dari Perang Dunia II dan digunakan untuk melindungi diri, termasuk mengancam negara lain yang mengganggu kepentingannya. 

Geopolitik yang tercipta paska WW2 juga belum bisa dikatakan stabil. Meski Uni Soviet sudah runtuh, nyatanya konflik justru muncul di wilayah-wilayah pecahan negeri komunis tersebut.

Belum lagi negara-negara yang merupakan produk PD II, misalkan Korea Utara dan Selatan. Semuanya juga berpotensi menjadi pusat konflik selanjutnya. 

Di luar itu, para pemenang WW2 semakin mendominasi dunia. Terlebih sejak pecahnya Uni Soviet, maka bisa dikatakan AS dan sekutu baratnya menjadi pihak yang paling kuat dalam melakukan dominasi di berbagai sektor. Seakan-akan tidak ada lawan yang mampu menandingi secara global.

Ancaman Perang Dunia III

Perang Dunia 3
Perang Dunia 3

Sejak lama, para ahli dan penggila teori konspirasi sudah melahirkan banyak teori tentang penyebab perang dunia 3. Beberapa diantaranya menyebut krisis Irak-Iran dan konflik Palestina bisa menjadi penyebab. Namun nyatanya itu semua hanyalah perang skala regional.

Butuh kekuatan dari dua negara besar yang punya pengaruh global dan kemudian berkonflik untuk kemudian bisa melahirkan suatu perang skala internasional. 

Jika dilihat dari perang dunia pertama, adu kuat Austria-Hunggaria yang didukung Jerman dan Turki melawan Prancis-Inggris-Rusia yang didukung Amerika Serikat mengakibatkan konflik yang membakar seluruh Eropa secara nyaris keseluruhan. 

Perang Dunia 2 juga adalah lanjutan dari Perang Dunia 1, dimana Jerman menuntut balas atas tindakan sewenang-wenang sekutu dan kemudian membangun aliansi tangguh dengan Italia, Rumania, Jepang dan Prancis Vichy. 

Jadi untuk bisa memunculkan perang sebesar dua perang sebelumnya, kekuatan yang bersitegang haruslah punya pengaruh secara internasional serta didukung banyak aliansi negara.

Saat ini, sudah ada lima skenario yang bisa jadi merupakan penyebab dari lahirnya konflik besar berikutnya, yakni penyebab Perang Dunia 3. 

Skenario 1, Perang Eropa Timur

Inilah skenario pertama, yakni sebuah konflik di kawasan Eropa, khususnya Eropat Timur antara Putin dan pendukungnya melawan NATO. 

Skenario yang berjalan akan memusatkan diri pada perang antara Federasi Rusia melawan mantan saudara komunis mereka di masa lalu, Ukraina.

Teori akan berkembang menjadi seperti di bawah ini : 

  1. Rusia menyerbu Ukraina
  2. Ukraina diterima Uni Eropa
  3. Secara mengejutkan Ukraina yang didukung pasukan penyusup dari Turki, Polandia, Inggris dan negara NATO lainnya mampu menghadang laju gerak militer Rusia.
  4. Rusia kalap, menyerbu dengan kekuatan penuh.
  5. Serangan Rusia datang dari segala arah, termasuk Belarusia yang merupakan sekutu setia mereka.
  6. Kiev tetap bertahan bahkan Vlodimir Zelensky selaku Presiden Ukraina mendapat dukungan luas dan berlipat ganda.
  7. Rusia memotong rute bantuan dari Turki. 
  8. Milisi dari Belarusia menyerbu Kiev.
  9. Zelensky terbunuh.
  10. NATO tidak bisa menahan diri dan mulai melakukan serangan udara mengusir Rusia.
  11. Rusia menyerbu Polandia, Rumania, Moldova.
  12. Pasukan Turki berhadapan dengan Rusia di laut Hitam.
  13. Pasukan Turki gagal membendung serangan Rusia.
  14. Amerika dan Inggris mulai ikut campur dengan menyerbu dari Polandia.
  15. Rumania dan Moldova berhasil mengusir Rusia.
  16. Rusia menggunakan nuklir dan membom semua basis NATO di Eropa Timur.
  17. Swedia dan Finlandia langsung gabung NATO dan Rusia mulai diserbu dari utara.
  18. Belarusia dan Kazakhstan membantu Rusia mengirim pasukan ke Ukraina.
  19. Ukraina jadi medan tempur utama dan hancur lebur. Pengungsi membanjiri Polandia. Polandia kolaps. Rusia memasuki Polandia kembali.
  20. Perang total di sepanjang perbatasan Jerman-Polandia.
  21. NATO kalah, Eropa mulai diserbu Rusia-Belarusia.
  22. Amerika dan Prancis menghadang Rusia. 
  23. Armada Laut Hitam diserbu NATO lewat Turki.
  24. Rusia terpaksa menyerang Turki. Serbia ikut membantu dan mengambil kesempatan menghancurkan Bosnia, Kosovo dan Kroasia.
  25. Seluruh pasukan NATO datang dan menyerbu Rusia. 

Tentu konflik ini bisa meluas bisa juga berhenti. Mari kita tunggu saja tanggal mainnya. Namun yang pasti konflik di Eropa Timur akan meluas. Cina dan Korea Utara akan mengambil momentum ini untuk menyerang para tetangga mereka, khususnya Jepang, Taiwan dan Korea Selatan. 

Skenario 2, Perang Cina Selatan

Skenario kedua muncul paska konflik Kiev-Moskow selesai. Anggap Ukraina menurut dan tidak jadi masuk NATO. Zelensky mundur dan diganti seorang presiden boneka yang tentu saja pro Kremlin. 

Namun Cina berulah dengan memusatkan kekuatan militernya di sepanjang Cina Selatan, mencoba menguasai wilayah itu dan sekaligus merebut Taiwan. Pasukan Taiwan tidak tinggal diam. Konflik kecil di perbatasan berubah jadi besar. Dan inilah skenarionya : 

  1. Angkatan udara Cina membom ibukota Taiwan.
  2. Taipeh hancur.
  3. Angkatan laut mendekat ke Taiwan.
  4. Armada ke 7 Amerika Serikat menyerbu perbatasan Cina-Taiwan.
  5. Cina menang mudah. Armada ke 7 dihancurkan. 
  6. Cina belum masuk ke pulau Taiwan, NATO sudah mengirim pasukan lewat Australia dan dan Asia Barat.
  7. Perang Proxy. Xinjiang memanas, konsentrasi Cina terbelah. 
  8. Tibet memanas, India menyerbu Cina. 
  9. Korea Selatan dihabisi Cina dan Korea Utara, Jepang sasaran berikutnya.
  10. NATO kesulitan masuk Asia Timur karena akses dari utara terhalang Rusia.
  11. NATO lewat selatan menyerbu Cina. 
  12. Indocina memanas, Vietnam-Laos bertempur melawan Myanmar yang Pro-Beijing. 
  13. Filipina membantu Taiwan. 
  14. Australia dan Indonesia menyerbu Indocina, Singapura dan Filipina menjadi basis militer NATO.
  15. Cina menyerang menggunakan rudal balistik ke semenanjung Korea dan Singapura. 

Dalam skenario kedua ini Cina dan Taiwan menjadi pemicu. Sudah diketahui sejak lama bahwa Cina yang menganut ideologi komunis ingin mencaplok Taiwan. Namun militer Taiwan juga tidak bisa dianggap remeh. Terlebih Taiwan mendapat sokongan dari Amerika Serikat dan sekutunya.   

Skenario 3, Perang Korea

Kim Jong Un, Pemimpin Korea Utara
Kim Jong Un, Pemimpin Korea Utara

Skenario ketiga, semenanjung Korea menjadi pemicunya. Di wilayah ini, Korea Selatan terkepung oleh Rusia serta dua negara komunis yang tersisa, yakni Cina dan Korea Utara. Adanya dua Korea sebenarnya juga adalah produk dari Perang Dunia 2 yang masih belum bisa diselesaikan. 

  1. Kim Jong Un dikudeta.
  2. Kudeta gagal, Kim membantai para pemberontak.
  3. Kim menyerbu Korsel. Perang darat terjadi Korsel kalah.
  4. Armada ke 7 segera datang dan membantu Korsel.
  5. Serangan ini menimbulkan efek domino. Cina datang dan menyerbu Korsel. 
  6. Tak berselang lama, Sekutu datang dan menyerbu Cina lewat tiga jurusan. 
  7. Perang darat dikombinasikan dengan adu rudal balistik. 

Skenario 4, Perang Arab

Iran
Negara Iran

Berbeda dengan tiga skenario berikutnya, skenario yang melibatkan sejumlah negara Arab ini jauh lebih kompleks. Ini karena pada dasarnya mayoritas negara Arab sudah dalam pengaruh Amerika Serikat tetapi masih saling serbu. Aktor utamanya adalah Iran.

  1. Iran diserbu Israel dengan rudal.
  2. Iran membalas dengan menghancurkan Israel lewat Hezbollah.
  3. Pemberontak Sunni melakukan ilfitrasi ke Iran.
  4. Muncul pasukan pemberontak yang didanai AS.
  5. Iran dengan kekuatan penuh menyerbu Israel. Ternyata Iran diserbu juga oleh Turki dari Irak dan Suriah.
  6. Suriah bersekutu dengan Iran dan menyerbu Turki.
  7. Turki menghancurkan Suriah dan menganeksasi Irak.
  8. Arab diserbu oleh Houthi karena menyuplai dana untuk pemberontak Iran.
  9. Semua negara NATO menyerbu Suriah dan Iran.
  10. Iran meminta bantuan Rusia.
  11. Rusia menyerbu Turki dari Laut Hitam.

Memang Iran kurang memiliki pengaruh di tataran internasional dibanding Rusia. Namun banyak juga konflik tak terlihat, seperti Israel dan Turki atau Arab dan Turki. Semuanya berujung pada perang skala besar. 

Skenario 5, Perang Antar Wilayah

Ini adalah skenario paling mengerikan dan mungkin lebih realistis dibanding empat skenario sebelumnya. Kenapa? Karena negara yang maju perang sudah tentu punya hitungan akan dibantu oleh aliansinya, alias tidak berperang sendiri.

Dalam hal ini, maka PD 3 akan meniru format PD 2, dimana Jepang meramaikan keadaan dengan menyerbu Pearl Harbour dan menghancurkan kolonialisme di Asia.

Akan muncul dua aliansi hebat, yakni Amerika melawan Rusia-Kuba-Venezuela-Cina-Iran. Tentu perang akan berlangsung di semua belahan bumi. Jadi di sini ada negara yang mendukung Rusia dalam menghadapi NATO. 

Rusia akan fokus menyerbu Eropa Barat. Negara ini akan dibantu oleh sekutunya, yakni CSTO yang dimotori Kazakhstan, Armenia dan Belarusia. Sangat mungkin sekali, Serbia juga turun tangan. Aliansi ini akan berhadapan langsung dengan Perancis dan Inggirs. Jerman dan Skandinavia akan segera jatuh tapi untuk semakin ke barat, perang akan makin berkecamuk.

Di Timur Tengah, Iran dan Suriah akan dikeroyok Arab Saudi, Israel dan Turki. Turki harus berhadapan juga dengan Serbia, Kurdi dan Rusia di Eropa dan perbatasan di timur. Jadi bantuan dari Turki akan melemah. 

Di Asia Timur dan Tengara, serangan Cina atas Taiwan direspon oleh Australia. Namun Jepang sudah takluk oleh Cina. India akan mati-matian membantu Vietnam dan Laos agar pengaruh Cina tidak sampai menguasai Asia Tenggara. 

Sementara itu pekarangan belakang Amerika akan diserbu Nikaragua, Brazil, Kuba, Venezuela dan Bolivia. AS hanya butuh satu bulan untuk menang dan kemudian fokus menghadapi Rusia maupun Cina.

Di Afrika, Libya yang jatuh ke tangan pemberontak Turki akan diserbu oleh negara-negara yang dipengaruhi Cina. Perang Afrika akan berlanjut karena ada banyak sekali milisi bersenjata di sana dengan aneka kepentingan. 

Itulah gambaran imajiner tentang Perang Dunia 3. Tentu saja mari berharap agar imajinasi ini tidak pernah terjadi. Karena di atas itu semua, eksistensi manusia sedang dipertaruhkan. 

Adi
Adi Saya adalah seorang blogger yang sudah menulis di blog sejak 2010. Blog ini terbuka untuk berbagai kerjasama, seperti sewa banner, content placement ataupun review produk.

Posting Komentar untuk "5 Skenario Pemicu Perang Dunia 3"