Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apakah Mungkin Untuk Membagikan Kekayaan Kepada Seluruh Umat Manusia Dengan Rata?


Tidak mungkin bisa. Pertama itu melawan hukum alam. Kedua, itu melawan natur manusia yang senantiasa bahagia melihat orang lain sengsara.
Mari kita bahas.
cara menghilangkan kemiskinan
kemiskinan

Jika ada 11 orang miskin dan kau berniat membantunya, maka bersiaplah menjadi yang ke 12.
Dunia sudah bertumbuh melenceng dari yang seharusnya ketika ditemukan sistem dagang. Manusia tidak lagi memproduksi roti untuk dimakan atau jubah untuk dipakai, namun dijual. Jadi, seberapapun banyak orang mati kelaparan dan manusia menggigil kedinginan, tetapi jika mereka tak punya UANG, maka jubah dan roti itu tetap akan membusuk di etalase.
Paham?
Kapitalisme adalah natur manusia. Natur kita. Dan penemuan uang serta sistem trading membuatnya makin berevolusi selayaknya makhluk paling individualis yang pernah ada.
Dunia dan sumber daya alam, entah itu emas di Papua atau minyak mentah di Libya tunduk pada Undang-undang. Masalahnya bagaimana dan kemana undang-undang ini bermuara? Untuk membagikan kekayaan tersebut kepada semua orang adalah hal mustahil. 
Karena orang di sini merujuk kepada oknum alias makhluk super elit yang mana merekalah yang menentukan harga saham, inflasi, dll. Jika ada ancaman? Suap saja beberapa orang untuk bikin rusuh dan muncul kudeta. Setidaknya itu imajinasi yang bisa kita reka-reka.
Membagikan kekayaan pada semua orang memang berpotensi menghilangkan kemiskinan, namun sekaligus juga dapat dipastikan menurunkan keuntungan dan stok harta dari oknum tertentu. Dan tentu saja mereka tak akan sukarela melakukannya?
Lalu bagaimana? Akankah kekayaan hanya melulu dimiliki oleh manusia itu-itu saja? Kuncinya mudah.
Jika mereka tak mau membaginya dengan sukarela, maka buat mereka melakukannya dengan terpaksa. Disinilah ide komunisme lahir. Ingat pembantaian orang-orang kaya ketika komunis muncul pada awalnya? Itulah yang sedang kita bahas.
Bukan hanya komunisme, sosialisme, anarkisme dan sosial demokrat juga memimpikannya.
Tetapi apakah ada yang berhasil????? TIDAK!
Sekali lagi ini tentang natur manusia. Mereka akan terpicu untuk menyumbang beberapa lembar pada orang miskin namun tetap akan menikmati perbedaan kelas tersebut sebagai sebuah anugerah hidup. Buktinya, orang akan terus terpacu untuk mengumpulkan uang dan menjadi semakin kaya. Bukankah tidak ada yang namanya upah maksimum propinsi?
Dengan semakin kaya dan melampaui apa yang seharusnya (entah bagaimana mendefinisikan hal ini) maka akan ada yang semakin miskin. Ingat, sejak uang hadir di semesta ini dan jumlahnya terbatas, maka jangan harap semua bisa berjalan independen tanpa mempengaruhi keadaan yang lain.
Lantas bagaimana solusinya? Tidak ada. Perjuangan membebaskan diri dari kemiskinan adalah urusan pribadi masing-masing. 

Walau memang ada banyak faktor yang bikin siapapun jadi orang kaya, namun kerja keras tetaplah alternatif utama yang bisa dipilih, daripada menangis di kasur dan mengutuki hari kelahiranmu yang membuatmu hadir dunia via keluarga miskin yang tak bisa mengakses pendidikan yang bagus atau punya networking yang berguna.
Catatan Adi
Catatan Adi Seorang penulis freelance dan pengamat fenomena sosial.

Posting Komentar untuk "Apakah Mungkin Untuk Membagikan Kekayaan Kepada Seluruh Umat Manusia Dengan Rata?"

Berlangganan via Email