Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Efektif Menurunkan Tingkat Bounce Rate hingga 100%

Bounce rate adalah suatu metrik yang menandakan jumlah visitor blog dimana hanya membaca satu halaman saja lalu pergi. Semakin tinggi tingkat bounce rate maka menandakan semakin besar potensi kehilangan trafik.

Cara menghitung bounce rate atau tingkat pantulan adalah jumlah total trafik dibanding jumlah pengunjung yang hanya membaca satu halaman saja dikali seratus. Jadi jika ada 10000 trafik dan 5000 diantaranya hanya membuka satu postingan saja lalu pergi maka tingkat bounce rate adalah sebesar 50%.

Ada beberapa hal penting yang harus diketahui terkait bounce rate, khususnya untuk para pemilik situs yang ingin meningkatkan trafik serta menjaga agar web tetap bisa bersaing dengan para kompetitor. Hal-hal tersebut antara lain adalah penyebab bounce rate, akibat serta cara menurunkannya. 

Penyebab Bounce Rate

cara efektif mengurangi bounce rate
cara efektif mengurangi bounce rate

Pernahkan Anda mengunjungi sebuah blog lalu segera pergi bahkan tanpa menyelesaikan membaca satu artikel utuh yang disajikan? Itulah bounce rate. 

Untuk menginvestigasi penyebab bounce rate bukan pekerjaan yang mudah. Ini terkait dengan banyak hal, termasuk yang sangat sulit untuk ditanggulanggi, yakni reading habit dari masyarakat. 

Reading Habit

Ada banyak sekali tipe pembaca. Ada yang membaca secara skimming ada juga yang membaca untuk kesenangan atau reading for pleasure. Memahami ciri dan karakter masyarakat dalam membaca suatu konten juga hal yang penting, termasuk nantinya menentukan jenis konten apa yang akan diubah, target pasar dan metode optimasi. Untuk mengetahuinya, silahkan lihat di jenis-jenis membaca yang mengulas lebih dalam tentang hal tersebut. 

Jika Anda adalah pemilik web tutorial, maka jangan heran apabila memiliki tingkat bounce rate yang tinggi. Orang pada umumnya hanya membaca dan mencari informasi yang mereka butuhkan, lalu pergi.

Misal, ada orang yang ingin tahu situs-situs yang membayar penulis di tahun 2021. Maka setelah mengetahui cukup informasi, mereka bisa saja langsung pergi tanpa harus punya kewajiban untuk melihat-lihat postingan yang lain. 

Ini berbeda dengan misal web berisi cerita bersambung. Orang yang penasaran dengan cerita selanjutnya atau bahkan sebelumnya, akan mengeksplorasi laman yang lain. Jadi, blog memiliki tingkat bounce rate yang rendah. Meski demikian, harus diingat selain tingkat pantulan, masih banyak faktor lain yang membuat blog sepi trafik, misal cakupan pasar atau terget pembaca yang memang rendah. Apakah di tahun ini masih ada orang yang mau membaca cerita di blog, ketika sudah ada wattpad atau novelme misalnya?

Konten Buruk

Reading habit memang faktor eksternal yang sulit untuk diubah. Walau begitu, ada banyak tips yang bisa Anda coba untuk menanggulanginya. Tips tersebut akan kita bahas di bagian lain di artikel ini. Sekarang kita akan ke faktor kedua penyebab bounce rate yang ternyata sangat terkait dengan blog itu sendiri, yakni konten yang buruk. 

Banyak orang berpikir konten yang jelek selalu terkait dengan jumlah kata. Jika Anda juga termasuk golongan ini, maka bertobatlah. Laman yang tidak baik, pada dasarnya tidak melulu karena miskin paragraf atau kalimat.

Lihat saja bahwa di wikipedia, banyak laman yang kontennya terdiri kurang dari 1000 kata. Begitupula di laman miliki KBBI online. Tetapi nyatanya trafik organik tetap berdatangan.

Jadi jangan khawatir jika memang konten atau postingan kurang dari 500 kata tidak bisa bersaing di SERP. Namun perlu diperhatikan pula jika memang tujuannya adalah menulis artikel pilar, maka wajib menulis di atas 2000 atau 3000 kata. Di luar itu, menulislah seefektif mungkin. 

Jadi ini bukan hanya tentang jumlah kata. Justru ada beberapa hal yang membuat artikel jelek tetapi tidak disadari oleh para blogger, yakni : 

  1. Tidak informatif.
  2. Informasi ketinggalan jaman / salah.
  3. Tidak terstruktur.
  4. Banyak tipo.
  5. Kalimatnya tidak bisa dipahami.
  6. Tampilannya jelek.
  7. Banyak slot iklan yang menutupi konten.

Ketujuh hal di atas dan masih banyak lagi lainnya akan membuat konten menjadi buruk. Selain tidak SEO juga lebih parah lagi tidak disukai pembaca. Khususnya jika target visitor Anda dari kalangan akademik. 

Sebenarnya hal ini secara terang benderang harusnya disadari, namun karena tidak sadar diri dalam menulis, dan lebih parahnya lagi, tidak mau meningkatkan kemampuan menulis, alhasil yang lahir adalah konten dengan bahasa blepotan dan alur logika yang amburadul. 

Untuk itu jika memang ingin menjadi seorang blogger yang baik, mau tidak mau maka harus mengetahui cara menulis artikel yang baik dan disukai oleh pembaca. Hal utama yang sangat penting namun sebenarnya sederhana adalah belajar menulis kalimat dengan benar. 

Ciri artikel yang baik ada banyak, namun 2 di bawah ini merupakan yang terpenting : 

  • Menjawab pertanyaan atau menyajikan solusi dari permasalahan yang dialami oleh para pembaca blog dengan baik, jelas dan tepat. 
  • Enak dibaca.

Ciri yang kedua terkait dengan tampilan, misalkan jenis font, warna tulisan, layout blog secara keseluruhan, struktur paragraf dan lainnya. 

Keterkaitan Antar Konten 

Sangat disayangkan jikalau suatu blog memiliki pengunjung yang banyak secara stabil dan permanen namun juga tingkat pantulannya tingga karena visitor setelah membaca langsung pergi. 

Faktor ketiga yang menyebabkan bounce rate tinggi bisa jadi karena tidak ada keterkaitan antara satu konten dengan konten yang lain. Ibarat kata, konten dengan pengunjung yang besar, harusnya bisa dimaksimalkan untuk mengalirkan trafik ke postingan blog lainnya. 

Ada banyak opini yang berkembang mengenai hal ini. Anda bisa menyusun strategi link building, khususnya tautan internal dengan menampilkan postingan-postingan yang sejenis atau yang biasa disebut related post. 

Lalu bagaimana dengan blog personal? Sama saja, apapun niche yang Anda pilih, entah itu micro-niche, ataupun semua niche (blog gado-gado), keterkaitan antar konten tetap hal yang penting. Memang pada dasarnya blog dengan satu niche punya keunggulan tersendiri. Silahkan baca lebih dalam di artikel yang mungkin bermanfaat untuk Anda, yakni 10 niche blog dengan trafik besar tahun 2021 yang akan mengupasnya lebih lanjut. 

Tanpa adanya keterkaitan konten, visitor tidak akan tahu kalau selain postingan yang mereka baca sebenarnya juga ada artikel lain di blog Anda yang bisa membantu mereka menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Di pihak blogger, ini disebut kerugian karena potensi menambah view jadi hilang. 

Faktor Teknis

Untuk selanjutnya kita akan bahas faktor-faktor teknis yang menyebabkan suatu blog memiliki tingkat pantulan tinggi. Meski pada dasarnya penyebab dari faktor ini sangat mudah untuk diatasi, namun kesulitan justru ada karena seringnya para blog tidak menyadarinya. Khususnya untuk situs dengan jumlah postingan mencapai ribuan artikel. 

Apa saja faktor teknis penyebab bounce rate?

  1. Eror 404. Ini terjadi karena broken link atau halaman yang pernah ada di blog sudah dihapus. 
  2. Ukuran gambar yang tidak pas. Hal ini bisa terjadi ketika ternyata template yang digunakan jelek sehingga gambar-gambar tertentu yang harusnya membantu sebagai penjelas narasi atau tutorial menjadi terlalu kecil, tidak proporsional ataupun bahkan tidak muncul.
  3. Kode html yang dibagikan tidak bisa disalin. Ini adalah masalah fatal untuk blog tutorial kode, pemrograman atau hal-hal yang membahas tentang web desain. Pada dasarnya pengunjung datang ke blog itu untuk mendapatkan kode tertentu dan menyalinnya. 
  4. Halaman kacau karena kesalahan kode html atau kode html yang rusak. 

Selanjutnya kita akan membahas cara-cara untuk menurunkan tingkat bounce rate seefektif mungkiin, bahkan hingga 100%.

Cara Menurunkan Bounce Rate

memantau tingkat pantulan visitor blog
analisa metrik 

Apakah bisa menurunkan bounce rate bahkan sampai 100%? Secara teori sangat mungkin. Langkah-langlah praktis di bawah ini akan benar-benar sangat membantu Anda sebagai seorang blogger atau pemilik situs. 

Analisa Metrik

Hal pertama yang seharusnya dilakukan adalah menelaah perkembangan blog. Anda bisa menggunakan beberapa tools dari Google ataupun Blog, yakni : 

  • Google Analytics.
  • Google Search Console.
  • Statistik Blogger / Wordpress.

Jika menemukan ada yang janggal terkait rate pantulan kunjungan, barulah lakukan langkah penanggulangan. Tools terbaik adalah dengan memantau grafik yang disajikan Google Analytics. Dari sana bahkan bisa terlihat tingkat pantulan per halaman. 

Setelah menelaah, lakukan analisa untuk menentukan halaman atau postingan mana yang punya bounce rate tinggi. Kemudian cari tahu faktor penyebabnya, apakah merupakan salah satu dari faktor yang sudah dibahas di atas. 

Langkah Praktis Mengatasi Bounce Rate Tinggi

Jika memang hasil analisa dari Google Analytics menampilkan grafik yang buruk, segera lakukan tindakan. Selain itu, untuk mengurangi potensi pantulan tinggi, coba lakukan langkah-langkah berikut : 

  1. Percepat loading web.
  2. Pastikan web ramah diakses semua gadget, khususnya mobile friendly.
  3. Pastikan layout dan struktur blog rapi. Jangan sampai menyiksa pembaca dengan tampilan yang buruk. 
  4. Tempatkan widget, iklan dan banner secara rapi dan berikan ruang yang besar untuk postingan. 
  5. Buatlah konten yang informatif dan kredibel. Tidak perlu panjang jika memang hanya membutuhkan 1000 kata saja.
  6. Cobalah membuat artikel secara listicle. Untuk itu pelajari caranya di teknik membuat artikel listicle yang benar. 
  7. Menulis konten dengan spasi yang baik dan paragraf yang pendek agar mata pembaca tidak lelah ketika membacanya.
  8. Bangun link building, baik melalui related post, tautan dalam bentuk referensi, maupun catatan kaki. Ini sangat bermanfaat mengurangi resiko bounce rate hingga 87% per halaman tayang. Baca cara dan teknik praktisnya di langkah membangun internal link
  9. Selain dengan cara menampilkan internal link yang merupakan upaya mengembangkan keterkaitan antar laman dan post, cobalah juga menulis CTA atau call to action di akhir postingan. 
  10. Perhatikan struktur blog dan konten-konten yang ada. Aturlah supaya konten yang ada tergabung dalam satu tag atau label yang sama.
  11. Berlatihlah menulis judul yang tepat dan dapat mengundang orang untuk datang membaca konten. Judul adalah segalanya. Termasuk juga meta deskripsi. Nantinya ketika membaca sebuah postingan dan ada artikel lain dengan judul yang menarik, bisa jadi pengunjung juga akan mampir kesana.
  12. Buat gambar utama yang tepat dan menarik. Ini juga sama pentingnya dengan memilih judul yang tepat. 
  13. Buatlah widget dalam blog yang menampilkan artikel-artikel populer sehingga pengunjung juga bisa mampir ke sana setelah membaca sebuah postingan. 
  14. Buat menu atau sub menu dengan judul yang menarik dan membuat orang penasaran. 

Teknik Memotong Artikel

Apakah Anda pernah membaca berita dari Tribun atau web news sejenis, dimana untuk membaca sebuah artikel utuh harus pegi ke halaman berikutnya?

Ini bisa Anda lakukan namun lakukan dengan elegan. Jadi pengunjung tidak sia-sia ketika harus meng-klik halaman lainnya berkali-kali. Pastikan mereka tidak membuang-buang waktu mereka. 

Ini memang berisiko namun benar-benar efektif untuk mengurangi bounce rate seminim mungkin. Apakah ini SEO? Itu perkara yang lain. 

Akan lebih baik jika melakukan seperti yang dilakukan oleh wikipedia, yakni menyediakan referensi di setiap bawah postingan. 

menurunkan bounce rate
menurunkan bounce rate

Itulah cara-cara untuk mengurangi bounce rate. Langsunglah untuk mencoba dan melakukan trial-error agar bisa menentukan strategi mana yang paling efektif untuk dilakukan. 

Membangun blog memang sekaligus harus belajar banyak hal. Sekarang silahkan baca langkah-langkah meningkatkan SEO On Page. Terima kasih. 

Catatan Adi
Catatan Adi Seorang penulis freelance dan pengamat fenomena sosial.

Posting Komentar untuk "Cara Efektif Menurunkan Tingkat Bounce Rate hingga 100%"

Artikel Pilihan Hari Ini

Artikel Teknologi

Recent Posts Label

Artikel Bisnis dan Peluang Usaha

Recent Posts Label

Kumpulan Cerpen

Recent Posts Label

Artikel Pendidikan

Recent Posts Label