Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Distribusi Kekayaan yang Tidak Merata Adalah Tantangan Terbesar Umat Manusia

Kemiskinan terjadi karena dua hal : kemalasan dan sistem yang menindas. Dan uniknya, yang pertama seringkali dilahirkan dari yang kedua. 

Apa hubungan antara kemalasan dan sistem yang menindas? Tentu saja erat kaitannya. Namun sebelum kita berbicara mengenai itu semua, mari sejenak kita menyadari bahwa perjuangan mencapai kesejahteraan, di dunia yang sangat tidak idealis seperti sekarang ini, adalah urusan individu per individu.

Adalah yang banal dan naif jika terus menerus menyalahkan orang lain atas kemiskinan yang ada, meski pada hakikatnya keberadaan sistem yang menindas dan tidak adil jelas mengakibatkan kemiskinan akut yang pada akhirnya terus melahirkan orang-orang miskin. Masyarakat yang miskin. Dan kemiskinan abadi dari satu generasi ke generasi yang lain.

Terdengar bertentangan? Memang benar karena dunia ini penuh dikotomi. Namun juga sarat akan lingkaran setan yang tak kunjung berhenti berputar.

Mari kita sepakati bahwa kemiskinan adalah ketidakmampuan untuk memenuhi standar hidup yang seharusnya. Terlepas seperti apa mengukur standar tersebut, jelas kemiskinan itu nyata dan di depan mata.

pembagian kekayaan yang tidak merata
kesenjangan makin besar

Lantas, darimana datangnya kemiskinan? Seperti yang sudah tertulis di atas, faktornya hanya 2, yakni :

  • Kemalasan.
  • Sistem yang tidak adil.

Keduanya saling terkait, dalam beberapa kasus, bahkan tidak bisa dilepaskan. Ada sistem yang membuat orang menjadi malas. Ada orang malas yang ingin kaya dengan cara menciptakan sistem yang menghisap sesamanya. Sungguh ironi. Sebagai sebuah spesies dalam alam semesta nyatanya kita belum bisa berpadu dengan sempurna.

Baca : membagikan kekayaan secara merata kepada semua manusia, mungkinkah?

Harusnya manusia mulai memikirkan ide ini : bahwa kekayaan alam yang ada di suatu tempat harusnya dimiliki bersama oleh seluruh umat manusia. Hal ini nantinya akan menciptakan distribusi kekayaan yang adil sekaligus menghilangkan ketidak seimbangan. Eropa berhak atas minyak Amerika Latin. Asia punya hak atas hutan-hutan di Afrika. Dan kekayaan yang melimpah di balik kabut misterus yang melingkupi kedua kutub, adalah milik bersama semua manusia. 

Namun untuk mencapai itu tidaklah mudah. Manusia harus berani menghancurkan sebuah entinitas yang telah berdiri selama berabad-abad : negara.

Negara beserta aparatur yang ada di dalamnya mengelola sumber daya alam yang ada di wilayah mereka untuk kepentingan masyarakatnya, atau lebih sering, oknum tertentu. Hal ini akan membuat perebutan sumber daya alam menjadi sangat mungkin terjadi. Selamat datang Perang Dunia III.

Baca juga Ini Alasan Kamu Harus Jadi Kaya Raya!

Distribusi kekayaan secara merata pada hakikatnya adalah salah satu upaya untuk menghancurkan sistem yang memiskinkan umat manusia. Namun itu terkendala dengan adanya negara dan aparatnya. Masing-masing negara mengklaim SDA yang ada di wilayahnya adalah absolut milik mereka. Hal ini merupakan tantangan besar bagi semangat membagikan kekayaan alam dan planet ini pada seluruh umat manusia.

Andaikan semua minyak, padi, kayu, dan emas terbagi sama rata, maka kemiskinan akan segera lenyap dari peradaban umat manusia. Nyatanya hal itu bukan perkara mudah. Maka sistem yang ada akan terus dilanggengkan, terutama untuk memastikan bahwa kemiskinan akan tetap abadi demi menjaga stabilitas dan kekayaan beberapa gelintir oknum 'penguasa' dunia.

Mungkin jika dilihat secara sekilas, hal ini adalah sebuah kewajaran padahal sama sekali tidak. Kita adalah makhluk yang nomaden sejak semula. Mengklaim kekayaan alam secara sepihak, termasuk memberi kewajiban membayar iuran kepada turis yang ingin menikmati indahnya pantai, adalah sebuah kejahatan yang tidak disadari.

Masih sangat jauh jalan untuk menyadarkan manusia agar membongkar itu semua. Distribusi kekayaan tidak akan pernah terjadi. Alhasil untuk terhindar dari kemiskinan, maka jalan yang paling realistis adalah melakukan perjuangan secara individu dalam tataran sempit dan kecil. 

Meski demikian bukan tidak mungkin generasi mendatang akhirnya sadar bahwa ada banyak karya manusia yang sudah tidak sesuai lagi dengan zaman. Karya ciptaan manusia yang lebih baik dihapus demi keberlangsungan manusia itu sendiri. Dan kekayaan individu bukan lagi sebuah tujuan hidup. Semoga. 

Adi
Adi Saya adalah seorang penulis dan blogger yang sudah mendalami dunia blog sejak 2010. Saya menulis tentang banyak hal, seperti games, teknologi, filsafat, pendidikan, politik, fashion, olahraga, buku, kuliner, dll. Pernah mengikuti berbagai pelatihan dan kursus dari NGO maupun pemerintah.

Posting Komentar untuk "Distribusi Kekayaan yang Tidak Merata Adalah Tantangan Terbesar Umat Manusia"