Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Negara-negara Sekutu Rusia dalam Menghadapi NATO

Aliansi militer adalah sebuah keharusan, khususnya jika suatu negara sedang dalam menghadapi konflik dengan negara lain. Saat ini, Federasi Rusia sedang berhadapan dengan Ukraina. Ada banyak hipotesa apa sebenarnya alasan Rusia menyerang Ukraina, namun satu yang paling dipercaya adalah tindakan itu sebagai cara Putin menjauhkan Kiev dari NATO.

NATO sendiri adalah suatu pakta militer yang beranggotakan 30 negara, diantaranya adalah negara dengan militer kuat seperti Amerika Serikat, Inggris Raya, Perancis dan Italia. 

Dipercaya NATO didirikan untuk membendung pengaruh komunisme yang ditebarkan Uni Soviet di masa lalu. Kini USSR sudah bubar namun NATO tetap berdiri dan bahkan melakukan perekrutan terhadap negara-negara di Eropa Timur yang dahulu berada di bawah pengaruh Uni Soviet.

Beberapa negara itu secara geografis berdekatan dengan Rusia, yang kini menjadi pewaris Uni Soviet. Putin berulangkali mengatakan bahwa NATO sedang berekspansi dan ingin mengurung Rusia. Jelas dari sini terlihat bahwa Putin merasa NATO sebagai ancaman.

Jika terjadi perang langsung, tidak perlu perhitungan yang rumit, pemenangnya adalah NATO dan Rusia akan hancur lebur. Untuk itu, Rusia perlu aliansi atau setidaknya negara pendukung. 

negara sekutu rusia
Negara pendukung Rusia

Ada banyak sekali hipotesa yang muncul terkait negara mana saja yang mendukung Rusia. Alasan dimasukkannya negara itu dalam daftar pendukung Moskow juga bukan tanpa alasan. Berikut adalah daftar negara yang menjadi sekutu Rusia dan bisa saja mendukung beruang merah jika terjadi perang. 

Belarusia

Presiden Lukhasenko yang adalah pemimpin Belarusia saat ini dikenal punya kedekatan dengan Putin. Bahkan selain itu, negeri yang beribukota di Minks ini memang berbagai banyak hal dengan Rusia, termasuk sejarah, budaya dan bahasa. 

Bahkan secara ekonomi, Belarusia juga banyak terbantu oleh Rusia. Maka tak mengherankan bila negeri ini menjadi sekutu Rusia. 

Belarusia bahkan mengijinkan tank dan infantri Rusia melewati wilayahnya untuk menyerbu Ukraina dari utara. Selain itu, Belarusia adalah anggota CSTO, organisasi pakta militer dimana Rusia juga ada di dalamnya.

Kazakhstan

Sebelum Uni Soviet benar-benar bubar, Rusia dan Kazakhstan menjadi negara terakhir yang masih berada di bawah naungan Gorbachev, pemimpin USSR yang terakhir. Kazakhstan juga adalah anggota CSTO dan pendiri CIS atau Commonwealth of Independent States, yakni sebuah organisasi mantan negara-negara Uni Soviet. 

Kazakhstan juga terbantu setelah pada awal 2022, CSTO mengirim pasukan untuk memadamkan kerusuhan di Kazakhstan yang mengancam eksistensi negara itu. Pantas saja negeri ini disebut-sebut akan menjadi sekutu terdekat Rusia. 

Kirgistan

Kirgiztan juga adalah negara pecahan Soviet yang sampai saat ini dekat dengan Rusia. Kirgistan merupakan anggota dari CIS dan CSTO. Pada tahun 2010 Kirgistan memohon bantuan Rusia untuk mengatasi kerusuhan etnis yang melibatkan suku Uzbek di beberapa wilayah di negeri itu. 

Tajikistan

Banyak orang mengira bahwa poros pengaruh Rusia ada di Eropa Timur. Namun sebenarnya itu kurang tepat karena cengkeraman Moskow juga lebih kuat di Asia Tengah-Utara. 

Tajikistan, bersama dengan Kirgistan dan Kazakhstan adalah tiga negara Turkic yang punya kesamaan, yakni menjadi pendukung Rusia. 

Terlebih pada tahun 2021, Rusia berkomitmen mengirim bantuan militer guna mencegah Taliban menyeberang ke Tajikistan dan menguasai negeri itu.  

Armenia

Sudah sejak lama ada hubungan harmonis antara Armenia dan Rusia. Bahkan dalam perang Armenia-Uzbekistan, kehadiran Rusia bisa menengahi dan membendung kemenangan Azerbaijan yang diperkirakan akan terus melakukan serangan ke wilayah Yerevan, ibukota Armenia.

Meski begitu, hubungan Rusia-Armenia sempat mengalami pasang surut karena Rusia menolak membantu Armenia secara langsung meskipun negeri itu adalah anggota CSTO. 

Venezuela

Presiden Maduro, pemimpin Venezuela tegas mendukung agresi Rusia ke Ukraina. Dari pernyataan ini maka sudah terang benderang bagaimana posisi Venezuela, yakni mendukung Rusia.

Sejak dipimpin oleh Hugo Chavez, pendulum politik Venezuela selalu bergerak ke arah kiri. Sempat menjadi salah satu kekuatan ekonomi yang tangguh, kini Venezuela terseok-seok karena krisis moneter yang berkepanjangan.

Alasan negeri itu mendukung Putin kemungkinan karena kebenciannya pada Amerika Serikat yang dianggap terus menjadi biang keladi kekacauan di wilayah Amerika Latin. 

Nikaragua

Nikaragua, seperti juga Venezuela adalah pendukung Rusia. Negeri itu menolak mengecam agresi Rusia atas Ukriana.

Presiden Nikaragua, Daniel Ortega, bahkan menjadi salah satu pemimpin dunia pertama yang mengeluarkan sikap mendukung Rusia. 

Daniel Ortega adalah salah satu presiden di wilayah Amerika Tengah-Selatan yang berlatar belakang sosialis. Sedangkan sudah diketahui umum kaum sosialis dan komunis alergi pada Amerika Serikat. 

Kuba

Negeri yang dipimpin oleh Raul Castro ini juga loyal pada Rusia. Bahkan negeri ini menuding sikap Amerika Serikat sebagai pemicu konflik di Eropa saat ini.

Kuba sejak lama memang dikenal berkonflik dengan Amerika Serikat. Negeri ini menjadi sosialis setelah sebuah revolusi kiri yang dipimpin Fidel Castro dan Che Guevarra berhasil mengambil kekuasaan. 

Kuba bersama Laos, Korut, Cina dan Vietnam adalah daftar negara komunis terakhir yang masih tersisa hingga saat ini. 

Iran

Hipotesa bahwa Iran bisa menjadi sekutu Rusia didasarkan dari sikap politik Iran yang berseberangan dengan Amerika Serikat. 

Iran adalah negara mayoritas Islam bermazhab Syiah dan sudah lama berkonflik dengan Israel dan NATO, khususnya Amerika. 

Dengan mendukung Rusia, ini bisa menjadi pilihan bagus untuk memperkuat posisi Iran di mata negara-negara barat. 

Sebaliknya, dukungan Republik Islam Iran kepada Moskow akan menjadi bahan bakar bagi Putin untuk semakin percaya diri menantang NATO. Terlebih Iran dipercaya punya nuklir. 

Suriah

Ada alasan kuat kenapa pemerintah Suriah diduga akan menjadi sekutu Rusia jika perang melawan NATO benar-benar terjadi.

Suriah, khususnya As-Saad menikmati perlindungan dari Rusia saat pemerintahannya digoncang oleh Tentara Pembebasan Suriah, sebuah milisi pemberontak yang dipercaya didukung barat.

Selain itu, Rusia juga bergabung dengan Suriah dalam memerangi gerombolan separatis ISIS sejak bertahun-tahun lalu. 

Eritrea

Dukungan terhadap tindakan Putin atas Ukraina juga datang dari Eritrea, sebuah negara yang baru merdeka. 

Eritrea terletak di Afrika dan pernah menjadi bagian dari Etiopia. Tidak jelas mengapa Eritrea mengambil langkah berbeda dari mayoritas negara di bumi. Kemungkinan besar, Eritrea mendapatkan bantuan dari Rusia. Kemungkinan lain, pemerintah Eritrea memang memandang tindakan Putin sebagai sebuah hak untuk mempertahankan kedaulatan. 

Myanmar

Dari benua Asia, Myanmar tegas mendukung Rusia. Myanmar menyebut bahwa agresi militer Rusia adalah sebuah tindakan membela diri.

Myanmar sendiri merupakan negara yang dipimpin junta militer dan selalu terbakar konflik. Banyak pengamat juga menilai Myanmar berada di bawah pengaruh Cina saat ini. Bisa jadi saat perang, Myanmar akan mengambil sikap berada di sebelah Moskow.

Vietnam

Hipotesa bahwa Vietnam akan mendukung Rusia tidak berlebihan. Sejak lama ada hubungan manis antara Vietnam dengan Uni Soviet, dan selanjutnya Rusia.

Vietnam juga menikmati kebaikan hati dari USSR saat negeri itu dikeroyok Amerika Serikat dan milisi anti-komunis. Dukungan Vietnam akan memperkuat posisi Rusia dalam menghadapi NATO.

Korea Utara

Perwakilan Korea Utara di PBB menyatakan menolak resolusi yang menuntut Rusia memulangkan pasukannya dari wilayah Ukraina. 

Korea Utara memang sangat benci Amerika Serikat dan NATO. Bahkan Korea Utara sempat membuat ulah dengan mengadakan uji coba rudal mereka di saat agresi militer Rusia berlangsung.

Negara yang mendukung Rusia memang kebanyakan memiliki latar belakang ideologi sosialis, contohnya adalah Korea Utara. 

Cina

Sama seperti Korea Utara, Cina juga menolak resolusi PBB. Bahkan Cina menuduh barat sebagai biang keladi. 

Cina yang sekarang sangat jauh berbeda dengan Cina di masa 1950an. Dengan kekuatan ekonomi yang besar, Cina mampu menyebarkan pengaruhnya bahkan ke negara-negara di Afrika dan Amerika Tengah. 

Cina juga punya nuklir dan militer yang besar. Selain itu negeri ini adalah negara dengan penduduk terbesar di dunia. 

Adalah suatu kerugian bagi NATO jika mereka harus benar-benar menghadapi aliansi Rusia-Cina. Perang yang terjadi akan menjadi skenario terburuk bagi meletusnya Perang Dunia 3 yang sesungguhnya. 

Negara Separatis Lainnya

Itulah hipotesa mengenai siapa negara yang akan mendukung Rusia dalam perang menghadapi Amerika Serikat. Selain daftar negara di atas, akan ada juga negara-negara separatis berikut ini yang diperkirakan akan mendukung Putin : 

  • Abkhazia
  • Ossetia Selatan
  • Donets
  • Luhansk 
  • Transnitria 
  • Nagorno-Karabakh 

Mereka adalah negara yang tidak diakui secara mayoritas internasional. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai entinitas politik tersebut, silahkan baca : Daftar Negara dengan Pengakuan Terbatas

Adi
Adi Saya adalah seorang blogger yang sudah menulis di blog sejak 2010. Blog ini terbuka untuk berbagai kerjasama, seperti sewa banner, content placement ataupun review produk.

Posting Komentar untuk "Negara-negara Sekutu Rusia dalam Menghadapi NATO"