Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Negara beserta Penggolongan dan Unsur Pembentuknya

Sejarah terciptanya negara adalah bukti bagaimana manusia berhasil memaksimalkan kemampuannya untuk membentuk komunitas secara unik demi mencapai tujuan dan cita-cita yang diinginkannya. Meskipun pada kenyataan selanjutnya, hal tersebut sering berjalan tidak pada jalur yang sudah ditetapkan.

Seringkali manusia mengangkat senjata untuk bertempur melawan sesamanya karena alasan-alasan yang sebenarnya kurang masuk akal, seperti untuk mempertahankan ideologi yang ia percayai atau untuk membela kehormatan dari negara.

Mempelajari bagaimana terbentuknya negara di dunia ini beserta unsur-unsur pembentuknya, manusia harusnya kemudian sadar bahwa warisan masa lalu ini terkadang menjadi kontributor bagi terciptanya banyak sekali konflik sosial. 

Jadi, apa tujuan berdirinya negara? Bagaimana negara kemudian berperan menjadi kekuatan yang besar dan mampu mendikte kehidupan rakyatnya?

Pengertian Negara Menurut Para Ahli

teori pembentukan negara
definisi dan asal usul negara

Percaya atau tidak, definisi negara tidak sesederhana yang dibayangkan. Hal ini wajar karena ada berbagai kepentingan yang bermain di sana. Bisa saja dalam prakteknya, entinitas yang jelas-jelas layak disebut negara ternyata hanya diakui sebagai sebuah teritori. Atau juga sebaliknya, sebuah wilayah yang tunduk pada pemerintahan lainnya tetapi mendapat hak sebagai sebuah negara berdaulat. 

Lantas, bagaimana dan apa definisi dari negara. Berbagai ahli dari sepanjang zaman dan sejarah sudah mencoba untuk menguraikannya. 

Aristoteles

Seorang pemikir dari Yunani kuno bernama Aristoteles sudah pernah mencoba merumuskan definisi dari negara. Menurutnya, negara adalah perpaduan beberapa keluarga mencakupi beberapa desa, hingga pada akhirnya dapat berdiri sendiri sepenuhnya, dengan tujuan kesenangan dan kehormatan bersama.

Pengertian negara seperti yang diutarakan oleh Aristoteles bisa jadi sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial dan politik masyarakat Yunani pada saat itu. Seperti diketahui, di Yunani terdapat banyak sekali negara-kota atau yang disebut polis.

Polis ini biasanya berkembang dari desa-desa yang sejahtera dan beraliansi satu sama lain untuk mempertahankan diri dari tetangga-tetangga mereka. 

Menurut Karl Marx

Satu definisi lain yang patut untuk dikaji datang dari seorang pemikir sosial sekaligus sosok yang dianggap sebagai pendiri komunisme. Siapa lagi kalau bukan Karl Marx.

Menurt Marx, negara adalah alat kelas yang berkuasa untuk menindas atau mengeksploitasi kelas yang lain. Lebih lanjut ia menyebut kelas berkuasa dengan istilah para kapitalis dan borjuis. Sedangkan kelas yang ditindas adalah kaum proletar.

Alhasil negara menurut pengertian Marx selalu penuh konflik, khususnya pertentangan kelas. Upaya yang biasa dilakukan adalah menghancurkan penindasan ini dan memenangkan perjuangan kelas untuk kemenangan kaum proletar.

Nasib Negara Komunis

Setelah Perang Dunia II, bumi terbelah. Sebagian mengekor Amerika Serikat, yang lain menjadi negara komunis seperti Uni Soviet. Dan yang lain mencoba tetap netral meski tak mudah keluar dari dua pengaruh besar tersebut.

Meski pernah menjadi ideologi resmi dari banyak negara, komunisme akhirnya 'kalah' telak. Ceko, Polandia, Bulgaria, Mongolia dan bahkan Rusia akhirnya ramai-ramai meninggalkan komunisme.

Meski demikian ternyata hingga hari ini ada negara-negara yang masih menjadi negara komunis. Salah satunya bahkan sedang berkembang menjadi pesaing utama Amerika Serikat.

Max Weber

Nyaris mirip dengan apa yang diutarakan oleh Marx, pemikir sosial lainnya yakni Max Weber juga mencantumkan istilah monopoli. Baginya, negara merupakan suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu masyarakat.

Definisi Negara Menurut Para Ahli Dunia Lainnya

Telah banyak orang yang mencoba menelaah apa itu negara dan bagaimana seharusnya memandang istilah ini. Mereka semua berkutat pada pengertiannya masing-masing, meski mungkin sekali dilandasi pengalaman dan pandangan pribadi yang berkaitan dengan latar belakang pribadi masing-masing, entah itu sebagai seorang presiden, negarawan, politisi, hingga akademisi. 

  • Hegel : Negara adalah organisasi kesusilaan yang muncul sebagai sintetis dari kemerdekaan individual dan kemerdekaan universal.
  • Jean Bodin : Negara adalah suatu persekutuan dari keluarga-keluarga dengan segala kepentingan yang dipimpin oleh akal dari suatu kekuasaan yang berdaulat.
  • George Jellinek : Negara adalah organisasi kekuasaan dari sekelompok manusia yang telah berkediaman di wilayah tertentu.
  • Otto Bauar : Negara adalah suatu kesatuan perangai atau karakter yang timbul karena perasaan senasib.
  • Kranenburg : Negara adalah suatu organisasi yang timbul karena kehendak dari suatu golongan atau bangsanya sendiri.
  • Ernest Renan : Negara adalah satu gerombolan yang mau bersatu, yang merasa dirinya bersatu.
  • Gettel : Negara adalah komunitas oknum – oknum secara permanen mendiami wilayah tertentu, menuntut dengan sah kemerdekaan diri dari luar dan mempunyai sebuah organisasi pemerintah dan menjalankan hukum secara menyeluruh di dalam lingkungan.
  • Bellefroid : Negara adalah suatu masyarakat hukum, suatu persekutuan hukum yang menempati daerah tertentu dan yang dilengkapi dengan kekuasaan tertinggi untuk mengurus kepentingan bersama.
  • Logemann : Negara adalah organisasi kemasyarakatan (ikatan kerja) yang mempunyai tujuan untuk mengatur dan memelihara masyarakat tertentu dengan kekuasaan.Organisasi itu adalah ikatan-ikatan fungsi atau lapangan – lapangan kerja tetap.
  • Harold J. Laski : Negara adalah suatu masyarakat yang dipadukan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa yang secara sah lebih agung daripada individu atau kelompok dalam masyarakat.
  • Hugo De Groot : Negara merupakan ikatan – ikatan manusia yang insaf akan arti dan panggilan hukum kodrat.
  • Phillimore : Negara adalah orang – orang yang secara permanen mendiami suatu wilayah tertentu, dijilid dengan hukum – hukum kebersamaan, kebiasaan dan adat istiadat di dalam suatu kebijaksanaan.
  • Roger H. Soltau : Negara adalah alat atau wewenang yang mengendalikan persoalan-persoalan bersama atas nama rakyat.
  • Hans Kelsen : Negara adalah suatu susunan pergaulan hidup bersama dengan cara paksa.
  • Woodrow Wilson : Negara adalah rakyat yang terorganisasi untuk hukum dalam wilayah tertentu.
  • Robert M. Mac Iver : Negara adalah perkumpulan yang menyelenggarakan penertiban dalam suatu masyarakat wilayah tertentu dengan berdasar sistem hukum.
  • Menurut Konvensi Montevideo : Negara adalah organisasi kesatuan ikatan masyarakat yang memiliki kekuasaan yang dibentuk oleh sesuatu bangsa tujuan mencapai cita – cita dan kepentingan bersama.
  • Menurut Teori Individualisme : Negara adalah suatu masyarakat hukum yang disusun berdasarkan perjanjian

Pengertian Negara menurut Para Ahli dari Indonesia

Para ahli dan pemikir tanah air juga tidak mau ketinggalan. Beberapa dari mereka mengutarakan definisinya masing-masing mengenai apa itu negara. Sebagian memang memiliki persamaan namun ada juga yang berbeda. 

  • G. Pringgodigdo  : Negara adalah suatu organisasi kekuasaan atau organisasi kewibawaan yang harus memenuhi persyaratan unsur – unsur tertentu.
  • Dr. Wiryono Projodikoro : Negara adalah suatu organisasi di atas kelompok atau beberapa kelompok manusia yang bersama – sama mendiami suatu wilayah (teritori) tertentu, dengan mengakui adanya suatu pemerintahan yang mengurus tata tertib dan keselamatan sekelompok atau beberapa kelompok manusia tadi.
  • Prof. Miriam Budihardjo : Negara adalah organisasi yang dalam sesuatu wilayah dapat memaksakan kekuasaannya secara sah terhadap semua golongan kekuasaan lainnya dan yang dapat menetapkan tujuan-tujuan dari kehidupan itu.
  • Prof. Farid S : Negara adalah suatu wilayah merdeka yang mendapat pengakuan negara lain serta memiliki kedaulatan.
  • Prof. Nasroen : Negara adalah suatu bentuk pergaulan hidup. Oleh sebab itu, harus ditinjau secara sosiologis agar dapat dijelaskan dan dipahami.
  • Prof. Mr. Soenarko : Negara adalah organisasi masyarakat yang mempunyai daerah tertentu, dengan kekuasaan negara berlaku sepenuhnya sebagai kedaulatan.
  • Prof. Dr. Djokosoetono : Negara adalah suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia yang berada di bawah suatu pemerintahan yang sama

Unsur-unsur Negara 

Ada empat elemen umum yang disepakati secara luas sebagai unsur-unsur sebuah negara. Keempatnya adalah sebagai berikut : 

  1. Wilayah
  2. Pemerintah yang berdaulat
  3. Rakyat
  4. Pengakuan dari negara lain. 

Poin nomor 4 adalah yang paling krusial. Meski merupakan faktor eksternal tetapi negara yang sebenarnya berdaulat bisa mengalami pengucilan jika tidak diakui oleh negara lain secara luas. Beberapa negara bahkan mengalami nasib menyedihkan, yakni menjadi negara dengan pengakuan terbatas. 

Teori Sejarah Terbentuknya Negara

Lantas bagaimana negara-negara di dunia ini bisa terbentuk? Pada dasarnya ada berbagai macam peristiwa yang berbeda yang menjadi latar belakang terbentuknya negara. Namun satu yang pasti adalah semua itu dilandasi oleh kepentingan.

Teori Ketuhanan

Teori ketuhanan menyatakan bahwa terbentuknya suatu negara adalah kehendak dari Tuhan itu sendiri. Banyak negara menganut atau setidaknya mengamini teori ini namun apakah benar demikian adanya tidak ada satu premispun yang kuat sebagai pendukungnya jika dilihat dari sudut pandang ilmiah.

Israel, Negara Teokrasi Contoh Teori Ketuhanan?

Seperti diketahui, bangsa Israel adalah salah satu bangsa yang sempat mencoba menggunakan sistem pemerintahan Teokrasi. Setidaknya itu yang diceritakan oleh kitab suci. 

Mereka muncul dari sumber yang sama, yakni Abraham, Ishak dan Yakub. Pada saat berada di Mesir, keturunan Yakub yang tadinya hanya 12 orang berkembang menjadi sangat banyak. Merekapun akhirnya keluar dari Mesir untuk menagih janji Yahweh, Tuhan Israel, untuk mendapatkan Tanah Perjanjian. Inilah cikal bakal orang dan negara Israel.

Perjalanan panjang orang Ibrani tersebut pada akhirnya harus menghadapi banyak rintangan. Orang Het, Amori, Yebusi, dan Filistin tidak rela menyerahkan tanah mereka. Namun naas semua bangsa itu berhasil dihancurkan dengan perang dan kekerasan. 

Jika kita melihat dari sudut pandang ini, sebenarnya apa yang melatarbelakangi munculnya negara Israel adalah invasi. Israel pada jaman dahulu tidak diperintah oleh raja, melainkan para hakim yang memerintah sesuai Taurat. Di samping itu ada nabi, pelihat, dan imam yang memiliki pengakuan luas bisa berkomunikasi dengan Tuhan. Inilah mengapa Israel pada suatu masa dikatakan menganut Teokrasi, yakni dipimpin bukan oleh manusia, melainkan Tuhan sendiri.

Namun setelah invasi Roma, orang Israel mengalami kehancuran. Tanah Israel diganti namanya menjadi Provinsi Yudea, kemudian Palestina. Orang-orang Israel tersebar ke seluruh dunia. 

Meski setelah perang dunia 2, mereka mampu merebut tanah perjanjian tersebut, tetapi nyatanya banyak pihak tidak mengakui eksistensi Israel. K

Teori Kekuatan

Pembentukan suatu negara bisa jadi terjadi karena invasi dari bangsa luar. Negara yang kalah akhirnya bergabung dengan penyerangnya. Contoh nyata dari ini semua adalah pembentukan kekaisaran Mongol dimana keluarga Khan berhasil menaklukkan klan lainnya dan kemudian menguasai wilayah lain.

Teori Kontrak Sosial

Negara lahir karena adanya kontrak-kontrak sosial dari masyarakat kepada sekelompok orang. Pembentukan polis di Athena, Sparta dan Thebes bisa jadi menjadi contoh terbaik dari hal ini. Masyarakat dari berbagai desa dan kampung kemudian menjalin komunikasi dan membentuk kesepakatan untuk membuat sebuah negara-kota. 

Teori Hukum Alam

Para filsuf juga mencoba memberikan kontribusi terkait landasan dan alasan terbentuknya negara, yakni sebagai sesuatu yang natural dan alamiah. Inilah yang kemudian disebut teori hukum alam, dimana negara tumbuh secara alami sebagai kehendak sejarah. 

Bentuk-Bentuk Negara

Di dunia yang luas ini, ada banyak sekali negara dengan bentuknya masing-masing. Bentuk negara ini dipengaruhi oleh banyak hal, seperti keanekaragaman masyarakat, sejarah di masa lalu, luas wilayah hingga karakter dari bangsa yang mendiami negara itu sendiri.

  • Negara Federal : Adalah sebuah negara yang terdiri atas subyek pemerintahan dimana masing-masing cenderung memiliki keleluasaan dalam mengatur dirinya sendiri. Contoh adalah Amerika Serikat, Australia, Rusia, dan India yang memang terdiri dari negara bagian. 
  • Negara Kesatuan : Contoh nyata dari ini adalah Indonesia, Jepang maupun Arab Saudi dimana pemerintah pusat memiliki wewenang yang luar biasa kuat dalam mengatur keseluruhan bagian administrasi dari negara tersebut. 
  • Negara Konfederasi : Terdiri dari berbagai wilayah yang secara kasus tertentu memiliki kekuasaan yang luas dan sejarah sebagai entinitas yang merdeka. Swiss dan Uni Emirat Arab adalah contoh negara konfederasi di masa modern. 
  • Negara Kota : Vatikan dan San Marino, karena wilayahnya yang kecil kerap disebut negara kota. Ini karena mereka tidak punya propinsi seperti negara lainnya. 

Penggolongan Negara

Ada banyak cara untuk melakukan penggolongan negara. Semua tergantung indikator dan perspektif mana yang digunakan. Seperti sudah diulang-ulang di atas, definisi negara sangatlah dinamis dan penuh nuansa kepentingan. Hal yang sama juga bisa dilihat dari proses penggolongan negara-negara berdasarkan ketentuan tertentu.

Berdasarkan Benua

Pada umumnya disepakati ada lima benua : yakni Asia, Afrika, Eropa, Amerika dan Australia. Kesepakatan ini bisa ditemukan di berbagai buku pelajaran sekolah, meski beberapa mencoba untuk membagi benua Amerika menjadi Amerika Utara dan Amerika Selatan.

Benua Asia adalah benua terbesar diantara yang lain. Negara-negara di benua Asia nyaris semuanya pernah mengalami penjajahan yang dilakukan oleh bangsa Eropa. Namun menggunakan hal ini sebagai premis utama yang menghubungkan negara-negara tersebut masihlah mentah. 

Benua Eropa sering disebut sebagai benua biru. Dari sinilah muncul tindakan yang disebut sebagai kolonisasi dan imperialisme massif. Korbannya berasal dari benua-benua lainnya. Pelakunya tentu saja negara-negara benua Eropa, khususnya Inggris, Perancis, Spanyol dan Belanda. Di benua ini juga terdapat negara-negara yang sangat dingin, khususnya yang terletak di ujung utara. 

Benua Afrika adalah yang paling mengenaskan. Dihajar oleh imperialisme yang panjang, wilayah ini juga penuh dengan daerah yang tandus, tidak subur dan tidak terlalu menunjang kehidupan. Negara-negara Afrika juga banyak yang mengalami konflik berkepanjangan.

Benua Amerika sempat terputus dari tiga benua di atas sebelum akhirnya menjadi benua yang paling penting. Di sinilah terdapat negara terkuat di alam semesta, yakni Amerika Serikat. Negara-negara di Benua Amerika pada umumnya menggunakan Bahasa Inggris atau bahasa penjajah mereka, misal Perancis, Spanyol dan Portugis. 

Benua Australia adalah yang paling kecil sekaligus paling unik. Selain karena paling muda ditemukan oleh peradaban, wilayah di benua Australia hanya terdapat satu negara. Meski demikian harus disadari bahwa wilayah Australia juga terdiri dari negara bagian dan teritori Australia

Lantas bagaimana dengan Selandia Baru, Mariana Utara ataupun Fiji. Biasanya negara-negara ini disebut sebagai negara Pasifik atau negara Oseania. Meski mungkin ukurannya kecil, tetapi mereka punya peran penting, khususnya bagi negara tempat mereka 'menginduk'. 

Penggolongan Negara Berdasarkan Ideologi

Berdasarkan ideologi, negara di dunia bisa digolongkan ke dalam kelompok tertentu. Meski demikian hal ini sebenarnya sangat subyektif. Bahkan bisa jadi sistem penggolongan itu tidak diakui oleh rakyat dari negara tersebut. 

  1. Negara Komunis : meski USSR sudah lama hancur, namun hingga saat ini masih ada negara yang menganut komunisme  yang masih berdiri. Salah satu yang terkuat dan terbesar tentu saja RRC atau Republik Rakyat Cina.
  2. Negara Sosialis : Sulit untuk menyebutkan negara-negara sosialis. Mereka semua pada dasarnya memiliki keterkaitan dengan ideologi komunis. Beberapa negara sosialis yang pernah hadir di dunia antara lain adalah Yugoslavia. 
  3. Negara Sosial-Demokrat : Beberapa negara di Skandinavia sering disebut sebagai negara sosial-demokrat atau istilah lainnya yakni negara kesejahteraan. 
  4. Negara Liberal : Negara barat yang dimotori oleh Amerika Serikat dan Inggris adalah kiblat bagi kapitalisme dan liberialisme. Kebebasan individu dan pasar bebas menjadi penanda utamanya. 

Penggolongan Negara Berdasarkan Luas Wilayah

Banyak orang yang mencoba membuat daftar negara berdasarkan luas wilayah, baik yang memperhitungkan laus lautan dan teritori seberang lautan maupun yang tidak. Dari penggolongan ini maka muncullah dua kategori : Daftar negara terluas di dunia serta di lain pihak ada juga daftar negara terkecil di dunia

Penggolongan Negara Berdasarkan Agama

Berdasarkan agama yang dianut, maka akan ada sebutan non formal atau istilah berikut : 

Negara mayoritas Islam : Banyak negara di dunia melandaskan hukum nasional berdasarkan Al-Quran ataupun aturan syariat. Selain itu, ada juga negara yang mayoritas penduduknya adalah Muslim namun menganut konsep negara nasional / sekuler. Meski tentu saja dalam praktiknya budaya dan aturan Islam sangat terasa. 

Negara mayoritas Buddha : Negara dengan penganut agama Buddha mayoritas terletak di Asia Tenggara dan Timur, meski pada dasarnya agama ini lahir di Asia Selatan. Dahulu banyak negara kuno yang melandaskan diri pada ajaran Buddha sehingga benar-benar layak disebut negara Buddhis, meski tentu saja istilah itu mengandung banyak hal untuk diperdebatkan.

Negara mayoritas Kristen : Negara di Amerika dan Eropa masuk golongan ini. Selama ratusan, bahkan ribuan tahun kekristenan telah merasuk ke dalam jantung budaya masyarakat barat. Namun uniknya sekarang tidak ada satu negarapun yang menjadika Kristen sebagai ideologi negara, kecuali mungkin Vatikan. 

Negara mayoritas Hindu : Agama Hindu lahir dan berkembang di India. Meski begitu, ada beberapa negara yang ternyata memiliki mayoritas penduduk beragama Hindu. Kini, agama ini berkembang pesat di Barat. 

Keempat agama tersebut memang merupakan agama utama yang berkembang dengan baik hingga saat ini. Selain punya penganut jutaan, bahkan milyar, agama tersebut bisa mempengaruhi sistem ketatanegaraan dan pemerintahan suatu negara. 

Negara yang Sudah Lenyap

Perkembangan sejarah umat manusia memang sering mengejutkan. Di masa lalu ada negara-negara kuat yang punya wibawa yang besar namun pada akhirnya lenyap bagai tak berbekas.

Lenyapnya suatu negara bisa terjadi karena kekalahan perang atau konflik internal. Baca uraian selanjutnya mengenai daftar negara yang sudah hilang

Negara Paling Bahagia

Ternyata ada satu lagi penggolongan yang bisa dipakai untuk mengklasifikasikan negara, yakni dengan mengukur tingkat kebahagiaan dari rakyatnya. Meski terdengar lucu, namun hal ini nyata adanya.

Dari indikator itulah maka kemudian muncul daftar negara-negara paling bahagia di dunia. Siapa saja yang masuk daftar tersebut? Apakah Indonesia juga termasuk?

Kesimpulan : 

Negara adalah buah karya peradaban. Ada banyak hal yang berbeda yang menjadi latar belakang terbentuknya sebuah negara. Meski suatu negara terlihat sangat hebat dan kuat, namun bisa saja di masa depan negara itu lenyap dan menghilang. 

Sebagian orang lagi menganggap negara sebagai sebuah kekuatan yang menindas, karena hanya diisi oleh orang-orang yang ingin memuaskan kepentingannya serta menindas kelompok lain. 

Apapun itu, keberadaan negara adalah fakta sejarah yang tidak bisa dibantah. 

Adi
Adi Saya adalah seorang penulis dan blogger yang sudah mendalami dunia blog sejak 2010. Saya menulis tentang banyak hal, seperti games, teknologi, filsafat, pendidikan, politik, fashion, olahraga, buku, kuliner, dll. Pernah mengikuti berbagai pelatihan dan kursus dari NGO maupun pemerintah.

Posting Komentar untuk "Pengertian Negara beserta Penggolongan dan Unsur Pembentuknya"