Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Konten yang disarankan

Daftar Lengkap Silsilah Keluarga Pandawa dan Kurawa

Silsilah Keluarga Pandawa dan Kurawa. Salah satu hal yang paling menarik dari cerita wayang Mahabarata adalah adanya rivalitas dua klan yang sebenarnya masih satu keturunan, yakni Pandawa dan Kurawa.

Bagaimana kedua klan tersebut bisa saling berperang? Seperti apa hubungan kekerabatan diantara masing-masing keluarga?

Nenek Moyang Keluarga Pandawa dan Kurawa

Silsilah Keluarga Pandawa dan Kurawa
Pandawa dan Kurawa

Ketika berbicara mengenai Mahabarata, maka tidak akan lepas dari dua klan terpenting, yakni Pandawa dan Kurawa. Meski saling berperang, keduanya berbagi nenek moyang yang sama.

Jika dirunut, maka nenek moyang awal kedua keluarga tersebut berawal dari Candra, yakni Dewa Bulan. Dewa Candra adalah ayah dari klan kuno bernama Chandrawangsa.

Dinasti Chandrawangsa atau Candra masih berkerabat dengan Dinasti Surya yang merupakan keturunan dari Dewa Matahari, Surya.

Baca juga enam jurus silat paling berbahaya di muka bumi

Dinasti Bharata

Dari sisi Chandrawangsa kemudian berkembang menjadi dua klan besar, yakni Puru dan Yadu. Dari Puru inilah akhirnya menurunkan raja-raja legendaris di India, salah satunya Raja Bharata yang keturunnya disebut dinasti Bharata.

Raja Bharata sangat terkenal karena mampu menguasai daratan luas di India. Dari Dinasti Bharata, lahirnya Raja Kuru. 

Baca juga tiga konsep Kejawen dalam film Doctor Strange.

Dinasti Kuru

Raja Kuru disebut sebagai raja yang diberkati oleh Dewa Wisnu. Ia mengabdikan dirinya agar wilayah Kuru menjadi suci. Wilayah suci itu akhirnya diberi nama Kurusetra.

Di wilayah yang bernama Kurusetra itu jugalah nantinya akan digelar pertempuran besar antara para keturunan wangsa Bharata yang disebut Mahabharata.

Dinasti Hastinapura

Selanjutnya Raja Kuru menurunkan seorang anak bernama Pratipa dari istrinya yang bernama Yamadi dan menurunkan Raja Pratipa. Raja ini bertahta di sebuah wilayah yang bernama Hastinapura sebagai pusat kekuasaaan. Maka dari itu muncullah kemudian istilah Dinasti Hastinapura.

Raja Pratipa menikah Ratu Sunanda, puteri Raja negeri Siwi. Dari keduanya, lahirnya tiga orang yakni Sentanu, Bahlika dan Dewapi.

Bahlika memutuskan menjadi raja di Siwi, negeri ibunya. Sedangkan Dewapi memilih menjadi pertapa dan petualang. Maka Sentanu kemudian dipilih menjadi raja. Dari raja Sentanu inilah pada akhirnya kronik Mahabharata dimulai.

Raja Sentanu dikisahkan jatuh cinta dengan seorang wanita sakti yang merupakan jelmaan Dewa Gangga. Ia menikahi wanita tersebut setelah sebelumnya menyetujui sebuah syarat, yakni apapun yang akan dilakukan sang Dewi, Sentanu tidak boleh bertanya atau mencegah.

Dewi Gangga lalu hamil dan melahirkan seorang anak. Tetapi anak itu dibunuh dengan ditenggelamkan ke sungai. Pun begitu seterusnya hingga anak ketujuh. 

Raja Sentanu atau Santanu yang melihat itu tentu tak bisa berbuat banyak karena terikat pada sumpahnya. Namun ketika istrinya itu akan melakukannya untuk yang kedelapan kali, Raja mencegah.

Sang Dewi lalu menceritakan semuanya, bahwa anak-anaknya adalah inkarnasi dari para wasu yang sudah berbuat dosa. Karena Sentanu sudah melanggar sumpahnya, Dewi Gangga lalu menghilang membawa sang anak. Anak itu pada akhirnya bernama Dewabrata.

Lalu setelah waktu yang cukup lama, Dewabrata hadir kembali dan bertemu ayahnya. Semua orang bangga pada Dewabrata yang jujur, berjiwa kesatria serta sakti. Sentanu lalu menobatkan Dewabrata sebagai pewaris Hastinapura.

Tapi kemudian Sentanu jatuh cinta kepada seorang perempuan bernama Satyawati anak dari seorang nelayan bernama Dasabala.

Dasabala memberi syarat kepada Sentanu, jika ingin menikahi Satyawati, maka keturunan wanita itu yang kelak harus jadi raja Hastinapura. Tentu ini menyiksa bagi Sentanu karena ia telah menobatkan Dewabrata sebagai penerus tahtanya.  

Namun dengan jiwa kesatria dan demi kebahagiaan ayahnya, Dewabrata melepas status putera mahkota. Ia bahkan bersumpah untuk tidak memiliki keturunan agar mencegah potensi perebutan tahta. Atas perbuatannya itu, maka Dewabrata dipuji banyak orang dan kemudian dikenal dengan nama Bisma yang agung.

Pandu dan Destarata

Sentanu dan Satyawati kemudian melahirkan dua anak, yakni Citranggada dan Citrawirya. Citranggada menjadi raja Hastinapura dengan bimbingan Bisma.

Pada suatu hari, Hastinapura diserang oleh raksasa yang juga bernama Citranggada. Ia berkeinginan hanya ada satu orang saja yang memakai nama itu, maka salah satu dari mereka harus mati.

Raja Citranggada putra Sentanu akhirnya tewas. Ia digantikan oleh Citrawirya, adiknya. Bisma, atas nama Citrawirya, memenangkan suatu sayembara di negeri Kasi sehingga memperoleh tiga putri sebagai hadiah. Mereka adalah Amba, Ambika dan Ambalika. Hadiah itu diserahkan pada Citrawirya untuk diperistri. Namun Amba menolak ikut karena sudah jatuh hati pada orang lain.

Sayang sekali Citrawirya juga harus mati namun tanpa meninggalkan keturunan. Karena tidak boleh ada kekosongan, maka Ambika dan Ambalika diserahkan pada Begawan Wyasa untuk memperoleh keturunan, melalui sebuah ritual.

Pada waktu menjalankan ritual dengan sang Resi, Amba menutup matanya. Akhirnya ia melahirkan seorang putera yang buta bernama Destarata. 

Sedangkan Ambalika ketakutan dan pucat saat melakukan ritual, maka anaknya yang bernama Pandu memiliki wajah yang pucat dan menderita anemia.

Baca juga dentang gamelan dari negeri Pasifik Selatan.

Pandawa dan Kurawa

Destarata harus menyerahkan tahta Hastinapura kepada adiknya karena dirinya cacat. Namun Pandu tidak lama memerintah karena wafat. Tahta kembali kepada Destarata. 

Destarata menikah dengan Gandari dan melahirkan setarus orang pria yang bernama Kurawa. Putra tertuanya, Duryudana adalah pemimpin Kurawa.

Pandu memiliki dua istri. Dari Kunti, ia memiliki putera bernama Yudhistira, Bima dan Janaka atau yang biasa disebut Arjuna. Dari istri bernama Dewi Madri, Pandu punya dua anak kembar, yakni Nakula dan Sadewa.

Kerabat Pandawa dan Kurawa

Pada perang Bharatayudha, ada banyak tokoh yang terlibat yang sebagian besar ternyata masih berkerabat, baik secara keturunan dekat atau jauh, dengan wangsa Kuru maupun Dinasti Hastinapura yang bertahta di negeri Astina.

Tokoh yang paling terkenal adalah Sengkuni, penasihat agung Destarata dan Duryudana. Ternyata ia adalah saudara laki-laki dari Dewi Gandari.

Karakter lainnya adalah Prabu Salya, raja negeri Madri. Ia berada di pihak Duryudana, meski setengah hati membela Kurawa. Prabu Salya ternyata adalah kakak dari Dewi Madri, istri kedua Pandu.

Kemudian ada tokoh bernama Widura, salah satu mentri Astina. Ia ternyata adalah adik dari Destarata dan Pandudewanata. Ia juga merupakan anak dari Resi Wyasa atau Kresnadwipayana. Pada ritual yang ketiga, harusnya salah satu dari dua perempuan itu yang datang. Namun keduanya malah menyuruh seorang pelayan. Dari pelayan itu lahirlah Widura. 

Tokoh lainnya adalah Karna atau yang biasa disebut Adipati Karna, seorang pahlawan gagah perkasa pembela Kurawa yang bernasib malang.

Ia adalah putera Kunti yang dibuang ke sungai. Jadi, Karna adalah kakak dari Pandawa. Oleh Kurawa, Karna diangkat menjadi sosok pembesar, meski ia dikenal sebagai anak dari kusir kuda. Sebagai balas budi, ia membela Kurawa dan negeri Astina sampai mati.

Kresna dan Balaram juga memiliki peran dalam Mahabharata. Keduanya adalah keturuan Bangsa Yadawa, yang masih terhitung sebagai bagian dari Dinasti Yadu. 


Itulah silsilah dan nenek moyang dari Pandawa maupun Kurawa. Ternyata mereka berdua masih bersaudara dekat. Maka tak heran jika perang keduanya disebut Bharatayuda, yakni pertempuran antara para keturunan Raja Barata. 

Bersama Ramayana, Mahabarata adalah kisah pewayangan paling terkenal. Wayang sendiri adalah salah satu produk budaya Nusantara. Selanjutnya baca juga artikel tentang sejarah dan asal-asul wayang kulit

Adi
Adi Saya adalah seorang blogger yang sudah menulis di blog sejak 2010. Blog ini terbuka untuk berbagai kerjasama, seperti sewa banner, content placement ataupun review produk.

Posting Komentar untuk "Daftar Lengkap Silsilah Keluarga Pandawa dan Kurawa"