Misteri Mumi Tutankhamun, Mati Dalam Keadaan Burung Berdiri

Salah satu misteri yang belum terpecahkan adalah mumi Tutankhamun yang mati dalam keadaan ereksi. Sungguh menakjubkan bagaimana mayat berusia ratusan atau bahkan ribuan tahun mampu tetap ereksi. Apakah ini hasil ilmu sihir atau fenomena yang bisa dijelaskan secara ilmiah?

Siapakah Tutankhamun? 

misteri mumi Tutankhamun - catatan adi
Mumi Firaun Mesir

Tutankhamun
adalah salah satu Firaun Mesir yang paling terkenal. Meski ia hanya memerintah dalam waktu singkat 10 tahun. Secara harafiah, namanya memiliki arti Citra Hidup Dewa Aten.

Tutankhamun memerintah kawasan pinggir Sungai Nil di utara Benua Afrika selama 1333 hingga 1324 Sebelum Masehi. Satu hal yang luar biasa adalah sang raja sudah bertahta bahkan ketika masih 9 tahun, lalu meninggal dalam usia muda kemungkinan akibat terserang malaria.

Tutankhamun memang lebih populer dibanding Firaun Mesir lainnya. Penyebabnya adalah karena makamnya yang ditemukan arkeolog inggris Howard carter dan George Herbert pada 1922, relatif paling utuh dibanding raja-raja lain.

Mumi Firaun Tut, demikian dia akrab disebut, dikuburkan di Lembah Para Firaun (Valley of the Kings), sebuah tempat khusus untuk menyimpan mayat para mumi penguasa Mesir.

Ia juga dibalsem dengan cara tak biasa. Jantungnya hilang, organ kemaluan yang dibalsem pada sudut 90 derajat alias tegak lurus, dan tertutup lapisan tebal cairan hitam yang membuat jasad Firaun muda itu terbakar.

Mumi Dengan Kemaluan Berdiri

mumi ereksi dari mesir - catatan adi
Burung berdiri tegak

Mesir kuno memang terkenal dengan mumi dan mumifikasi. Mumi adalah sebuah mayat yang diawetkan, dikarenakan perlindungan dari dekomposisi oleh cara alami atau buatan, sehingga bentuk mayatnya relatif tetap terjaga daripada dikuburkan secara biasa. Ada tiga cara mumifikasi, yaitu : menaruh tubuh tersebut di tempat yang sangat kering atau sangat dingin, ketiadaan oksigen, dan penggunaan bahan kimiawi.

Mumi paling terkenal adalah mumi yang dibalsam dengan tujuan pengawetan tertentu, terutama dalam Mesir kuno. Orang Mesir percaya bahwa badan adalah tempat  seseorang yang sangat penting dalam masa setelah hidup. Selain para raja, bangsawan dan orang kaya juga dimumifikasi.

Saat makamnya ditemukan tahun 1922 oleh tim yang dipimpin Howard Carter, sejumlah keanehan ditemukan dalam mumi sang firaun. Salah satunya, alat kelaminnya yang berdiri tegak.

Pada saat kematiannya, Raja Tutankhamun diperkirakan masih sangat muda dan terhitung remaja. Banyak yang berspekulasi bentuk alat vitalnya adalah akibat hormonnya yang bergejolak. Namun, sesungguhnya, alasan memumikan sang firaun dengan posisi demikian punya maksud, yang tak ada hubungannya dengan seksualitas.

Dilansir Mirror Online, ada upaya untuk menyamakan Firaut Tut dengan dewa Osiris. Dalam agama Mesir Kuno, Dewa Osiris adalah penguasa kematian dan salah satu sesembahan utama.

Keanehan lainnya yang mengundang perhatian para ilmuwan juga media adalah tidak ditemukannya organ jantung serta adanya cairan hitam di sekujur tubuh sang raja.

Dalam makalah anyar yang dipublikasikan jurnal ilmiah berbahasa Prancis, Etudes et Travaux, ahli Mesir Salima Ikram memiliki beberapa pendapat tentang alasan mengapa Tutankhamun pada muminya.

Menurut dia, kemaluan yang tegak lurus dan keanehan lainnya bukan disebabkan karena kecelakaan selama selama proses pembalseman. Namun, diduga kuat hal ini sebagai kesengajaan agar sang firaun mirip dengan Osiris, dewa dunia setelah mati.

Baca Juga : Asal-usul Hantu Wanita Leher Panjang dari Jepang

Konon, organ intim yang tegak membangkitkan kekuatan regeneratif Dewa Osiris. Memang cairan hitam untuk membuat kulit Tutankhamun berwarna mirip dengan sang dewa. Dan, hilangnya jantung mengingatkan pada kisah Dewa Osiris yang dipotong-potong oleh saudaranya, Seth dan jantungnya lalu dikubur.

Membuat penampilan Tutankhamun mirip Osiris diduga juga punya tujuan lain, yakni untuk membatalkan revolusi keyakinan yang digagas Akhenaten, Raja Mesir yang diyakini sebagai ayah Tutankhamun.

Dalam sejarah, Akhenaten mencoba untuk memfokuskan kepercayaan Mesir dengan hanya menyembah satu dewa, yakni Aten.

Akhenaten ini menolak semua sesembahan selain Aten dan menghancurkan gambaran dewa lain. Sementara Tutankhamun di masa pemerintahannya bertolak belakang dengan sang ayah. Raja muda ini ingin mengembalikan Mesir ke tradisi awal, menyembah banyak dewa.

Salima Ikram mengakui, idenya itu spekulatif. Tapi, seandainya benar, itu bisa menjelaskan sejumlah misteri terkait pembalseman Tutankhamun dan pemakamannya.

Ikram percaya, bahwa Raja Tut dimakamkan dengan alat kelamin berdiri 90 derajat untuk meniru Osiris.

Namun, menurut Ikram, alat kelamin Tutankhamun sudah patah sebelum makamnya ditemukan, walau ada spekulasi bahwa itu dicuri.

Konon, organ intim yang tegak membangkitkan kekuatan regeneratif Osiris, cairan hitam yang ditemukan dalam peti berlapis emas untuk membuat kulit Tutankhamun berwarna mirip dengan sang dewa.

Keanehan lain pada mumi Tutankhamun adalah ketiadaan jantung. Hilangnya organ tersebut mengingatkan pada kisah Dewa Osiris yang dipotong-potong oleh saudaranya, Seth dan jantungnya lalu dikubur.

Jantung yang Hilang

Gambar dewa Osiris dari Mesir - catatan adi
Ilustrasi Dewa Osiris

Anomali misterius lain adalah tidak adanya jantung dan penggantinya. "Padahal, organ itu adalah kunci kebangkitan kembali jasad," kata Ikram.

Dalam mitologi Mesir, jantung akan ditimbang dengan bulu, yang mewakili Dewa Maat, untuk menentukan apakah si mati layak mengalami kebangkitan.

Namun, Ikram menambahkan, hilangnya jantung Tutankhamun bukan karena pencurian. Namun, sebagai referensi terhadap kisah terkenal dalam legenda Osiris.

Bukti lain yang menunjukkan pengaruh Osiris juga bisa dilihat di dinding utara ruang makam Tutankhamun. Di mana dekorasinya menggambarkan Tut sebagai Osiris.

"Tutankhamun ditampilkan sebagai Dewa Osiris sepenuhnya, alih-alih hanya mumi dibungkus," kata Ikram. "Raja ini ingin merepresentasikan Firaun sebagai Osiris relatif unik di Lembah Para Firaun."

Makam Firaun lain menggambarkan sang penguasa saat itu menyembah Osiris atau melakukan ritual persembahan. Bukan digambarkan sebagai Osiris. Jika pendapat Ikram benar, pendapat itu akan melengkapi penyelidikan tentang mumi Tutankhamun.

Baca Juga : Cara Mengatasi Perut Buncit 100% Berhasil

Namun, Carter lah yang kali pertama menulis soal firaun yang digambarkan sebagai Osiris. "Saat membuka mumi itu, Carter mungkin berpikir; firaun ini digambarkan sebagai Osiris, lebih dari kelaziman pemakaman lain," tulis Ikram.

Tutankhamun atau para pembalsemnya mungkin bertujuan membatalkan revolusi kepercayaan pada masa itu, yang dilakukan oleh pendahulunya.

"Mungkin kala itu dianggap, model transformasi firaun tidak cukup, sehingga imam pembalseman membuat tubuh sedemikian rupa sehingga benar-benar menekankan keilahian firaun dan identifikasi dengan Osiris," kata Ikram

Sejarawan Salima Ikram asal Mesir menjelaskan keunikan jasad Firaun Mesir generasi ke-18, Tutankhamun. Penguasa termuda sepanjang era Mesir Kuno itu dibalsem dalam keadaan penisnya ereksi.

Salima Ikram, akademisi dari American University Cairo, mengatakan temuan arkeologis membuktikan bahwa alat vital Tutankhamun sengaja dibuat tegak 90 derajat ketika dimumikan.

"Tak ada mumi lain yang ditemukan dengan kondisi penis tengah ereksi selain (Tutankhamun)," ungkapnya seperti dilansir situs berita Mirror.

Berdasarkan penelitian Salima, Tutankhamun dibalsem dalam kondisi ereksi, untuk melawan tradisi peninggalan sang ayah. Firaun sebelumnya mewajibkan setiap rakyat memeluk agama Akjenaten, yakni monoteisme hanya pada Dewa Matahari.

Sementara Tutankhamun sepanjang hidupnya menyembah banyak dewa, terutama Osiris, sang dewa kematian. Salima menduga gagasan mengubur jasad dalam kondisi ereksi diperintahkan langsung oleh Tutankhamun kepada pewarisnya.

"Pemakaman yang unik ini merupakan simbol kekuasaan era Tutankhamun yang ingin mengembalikan kepercayaan Kerajaan Mesir Kuno menyembah banyak dewa," kata Salima.

Bukti lain mendukung teorinya adalah ketiadaan jantung di mumi Tutankhamun. Menurut Salima, pencabutan jantung dari jenazah biasa dilakukan penyembah Osiris. Artinya, politeisme memang berkembang lagi sepeninggal Tutankhamun.

Topeng pelindung mumi Tutankhamun yang bersepuh emas murni, menjadi simbol kerajaan Mesir Kuno paling terkenal bagi masyarakat modern. Makam Tutankhamun sekaligus paling banyak berisi perhiasan, sehingga beberapa kali dijarah maling artefak.

Cairan Hitam Aneh

Ada dugaan mumi Tut pernah terbakar. Bukti terkuak dalam film dokumenter baru-baru ini, yang menunjukkan bahwa mumi Tutankhamun pernah terbakar, diduga dipicu adanya minyak hitam dan resin yang dibalurkan di tubuhnya.

Pada bulan Oktober 1925, Howard Carter, arkeolog yang memimpin tim yang menemukan makam Tutankhamun menulis, "Sebagian besar detil tersembunyi di balik lapisan mengkilap hitam yang disiramkan ke peti dalam jumlah besar."

Menggunakan sejumlah besar cairan hitam, yang membuat mumi sang firaun kehitaman, disengaja untuk membuatnya mirip Osiris. "Berhubungan dengan Osiris sebagai penguasa tanah Mesir, yang hitam dengan humus dan subur. Serta sumber kesuburan dan regenerasi," kata Ikram.

Para Penggali dan Peneliti Mati Misterius

Alat vital yang berdiri hanya salah satu misteri dari sosok Tutankhamun. Hingga saat ini para arkeolog belum bisa memastikan apa membuat firaun itu mati muda. Pada usia 19 tahun.

Teka-teki lain yang juga belum menemukan titik terang adalah soal 'kutukan' yang akan menimpa siapapun yang berani melanggar kesucian para mumi, mereka terlibat dalam pembukaan makamnya.

Sejumlah orang terkait pembukaan makam tersebut satu per satu meninggal dunia. Dengan penyebab yang misterius. Dari penjaga keamanan hingga arkeolog.

Salah satu yang tewas adalah Lord George Herbert yang mendanai proyek arkeologi yang bermuara pada penemuan makam sang penguasa. Ia meninggal pada 25 Maret 1923, setahun setelah makam Tut dibuka.

"Orang-orang berkata, rentetan kematian tersebut ada kaitannya dengan mumi. Namun faktanya, ia menderita sakit sebelum tiba di Kairo. Tewas akibat penyakit malaria yang berkaitan dengan nyamuk," demikian dimuat LiveScience.

Baca Juga : Tempat Misterius Pembuangan Bayi Hasil Hubungan Gelap Pejabat

Namun, Howard Carter, arkeolog yang membuka langsung kamar makam itu hidup hingga 1939, 16 tahun setelah ia menemukan kuburan Tut. Ia meninggal di usia 64 tahun akibat kanker.

Ide bahwa ia korban kutukan dicetuskan tokoh terkenal, penulis novel  detektif Sherlock Holmes, Sir Arthur Conan Doyle. Juga dari Carter sendiri, untuk menjauhkan orang-orang dari temuan berharganya kala itu.

Organ Intim yang Tegak

mumi firaun tutankhamun - catatan adi
Misteri Mumi Firaun Tut

Organ intim Tutankhamun yang sudah dibalsem putus dari tubuh setelah muminya ditemukan. Spekulasi muncul di media, bahwa kemaluan itu telah dicuri.

Detil seperti itu, diakui Salima Ikram, tidak ditemukan pada mumi lain. "Sejauh yang saya ketahui, tak ada mumi lain yang ditemukan dengan kemaluan yang ereksi," kata dia kepada situs sains LiveScience.

Ia yakin, itu ada kaitan dengan Osiris. "Kemaluan tegak membangkitkan kekuatan regeneratif Osiris yang paling kuat dan menjadi fitur 'mumi jagung', simbol klasik dari kelahiran kembali dan kebangkitan," tulis dia dalam makalahnya.

Mumi jagung adalah mumi artifisial yang diciptakan dalam periode berikutnya sebagai penghormatan untuk Osiris. Dibuat dari material campuran, termasuk biji-bijian.

Itulah kisah tentang misteri mumi Firaun Tutankhamun yang ditemukan dalam keadaan ereksi serta tanpa jantung. Semoga menambah wawasan kita semua. Jangan lupa terus baca artikel menarik lainnya, seperti kisah 10 pasukan terkuat dalam sejarah peradaban dunia.

0 Response to "Misteri Mumi Tutankhamun, Mati Dalam Keadaan Burung Berdiri"

Post a Comment

Komentar Anda akan muncul setelah kami review.

Tulisan Menarik Lainnya

    Mau Kirim Artikel? Atau Tanya-Tanya? Boleh Kok

    Name

    Email *

    Message *

    Artikel Populer

    Artikel Terbaru

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel