5 Duet Terhebat Sepanjang Masa Dari Liverpool

Kubuang batang yang tinggal tiga hembusan itu sambil menenggak kembali kopi tubruk tanpa gula. Puas sudah, Liverpool menghajar West Ham United dua gol tanpa balas, kini harus bersua Southampton. Prediksiku The Reds menang banyak.

  Duet Pemain Legendaris Liverpool
Duet Pemain Legendaris Liverpool

Nampaknya musim 2019 - 2020 adalah milik anak-anak Jurgen Klopp. Banyak orang berpendapat ini dan itu, mulai dari pandit internasional hingga bocil kelas warung kopi. Semua memuji licinnya Mo Salah, liarnya Sadio Mane atau jeniusnya Alexander Arnold. Mereka dianggap dewa yang membuat Liverpool akan menjuarai Liga Primer Inggris 2019 - 2020.

Kuangkat satu kaki. Nyamuk terkutuk hinggap di sana. Bagai para nyamuk dan parasit, fans dadakan yang latah ini juga sering membuat telinga bising.

Mereka tak tahu bagaimana susahnya menjadi fans Liverpool selama ini, dipecundangi tim gurem dan sering masuk angin ketika sudah dipuji. Para pendukung karbitan ini hanya tahu Salah, Mane, Arnold dan Alisson padahal di era yang lalu The Reds juga pernah punya banyak pemain sakti.

Kekompakan adalah DNA Liverpool. Mereka bangkit dari klub pecahan Everton kemudian menjelma menjadi salah satu penguasa Eropa.

Bicara tentang kekompakan ada beberapa pasang pemain yang nampaknya memiliki jiwa yang saling terikat. Mereka bersatu padu memimpin pergerakan atau membangun tembok kokoh yang ditakuti musuh. Para fans karbitan dan bocil mana tahu.

Baca juga Misteri Mumi Tutankhamun, Mati Dalam Keadaan Ereksi & Tanpa Jantung

Carragher - Hyypia, Tembok Merseyside

  Duet Jamie Carragher dan Sami Hyypia
Duet Jamie Carragher dan Sami Hyypia

Pertama ada pasangan raksasa, Jamie Carragher dan Sami Hyypia. Dua defender tenggah itu merupakan momok bagi para penyerang lawan.

Jamie Carragher lahir di Merseyside pada 28 Januari 1978. Kapten legendaris The Anfield Gank tersebut merupakan sosok yang sangat dicintai para Kopites. Kemampuannya mengkoordinasikan tim sekaligus memepet penyerang lawan membuat para kiper The Reds sedikit lega.

Pada suatu kali, Carra berujar bahwa selama bertahun-tahun berbaju merah darah, ia paling klop berduet dengan Sami Hyypia. Sosok raksasa tinggi besar yang pandai menghalau bola-bola atas.

Sami Hyypia terkenal dengan loncatannya yang mematikan sebelum akhirnya mengirim bola ke jala musuh. Sedang Carra lebih sering mengambil peran gembok terakhir tim. Pada musim 2013, Jamie Carragher resmi pensiun setelah mempersembahkan banyak gelar bergengsi, termasuk trofi Liga Champions.

Baca juga Asal Usul Vlad, Pangeran Drakula Sebenarnya

Agger - Skrtel, Para Preman Anfield 

Duet Daniel Agger dan Martin Skrtel
Duet Daniel Agger dan Martin Skrtel
Bukan hanya bermuka garang, duet yang satu ini juga beringas di atas lapangan. Semua gibol lawas apapun klub favoritnya pasti mengingat mereka berdua, Daniel Agger dan Martin Skrtel.

Daniel Agger adalah seorang pesepakbola profesional asal Denmark yang dibesarkan oleh Brondby FC sebelum pindah ke Anfield. Di sana ia berhasil mempersembahkan juara Liga Super Denmark pada tahun 2004.

Bek tangguh kelahiran Desember 1984 tersebut juga adalah punggawa tim nasional Denmark. Ia sering dipercaya masuk line-up utama kala tim berjuluk Dinamit tersebut berlaga di pertandingan internasional. Di LFC, Daniel Agger bertahan hingga musim 2014.

Sedang Martin Skrtel bertahan lebih lama. Selain memiliki determinasi dan daya tahan yang di atas rata-rata, pemain plontos tersebut juga punya kesamaan dengan Agger, yakni kharisma dan keberanian berduel menghadapi musuh.

Di tim berlambang bangau itu, dua pemain penuh tato tersebut mendapatkan tempat tersendiri di hati para Liverpudlian. Mereka adalah punggawa yang hebat walau kadang sering tampil sedikit ceroboh. Duet Agger dan Skrtel juga adalah saksi langsung kemenangan Liverpool atas Milan di malam penuh keajaiban dalam final Liga Champions Eropa 2007.

Baca juga Anak Konglomerat Surabaya Tewas Dalam Keadaan Telanjang

Alonso - Gerrard, Motor Penggerak Liverpool

Duet Xabi Alonso dan Steven Gerrard
Duet Xabi Alonso dan Steven Gerrard

Jika duet sebelumnya adalah para pemain belakang, maka kali ini kita punya dua jenderal lapangan tengah super tangguh yang cerdas, dinamis serta memiliki gaya elegan nan unik.

Xabi Alonso didatangkan dari Liga Spanyol ketika Benitez menukangi Liverpool. Itu adalah salah satu transfer paling sukses dari LFC setelah serangkaian pembelian zonk yang hanya menghadirkan pemain mahal namun minim kontribusi.

Steven George Gerrard menghabiskan masa jayanya untuk tim bangau merah hingga akhirnya memilih Major League Soccer sebagai tempat pamungkas sebelum gantung sepatu.

Duet singkat tersebut memberikan warna tersendiri bagi permainan The Reds. Sebelum Klopp memperkenalkan gegenpressing yang mengerikan itu, LFC bersama Rafa sudah memainkan taktik dinamis dengan sentuhan kick and rush yang progresif.

Tentu saja dengan Alonso dan Gerrard sebagai motornya. Keduanya sangat mirip. Memiliki akurasi umpan brilian, jenius menjadi jangkar permainan, mampu mencetak gol dari jarak jauh hingga dianugerahi kecepatan di atas rata-rata.

Baca juga Tersesat & Nyaris Dicabuli Mahkluk Halus di Pasar Malam Berhantu

Heskey - Owen, Duet Licin Saling Melengkapi

  Duet Michael Owen dan Emile Heskey
Duet Michael Owen dan Emile Heskey

Sayang sekali Alonso datang di saat Heskey sudah pensiun. Jika tidak, mungkin sekali puasa gelar LFC tidak akan terlalu lama.

Emile Heskey, pemain berkulit gelap dari tim nasional Inggris ini bukan hanya lincah di darat tapi sangat tangguh di udara. Bahkan kemampuannya mencetak gol dari kepala membuat partnernya, Micahel Owen cukup terbantu.

Ketika Heskey di tengah, Owen akan menjemput bola, memecah konsentrasi para pemain belakang dengan skillnya yang lebih mirip pesepakbola Brazil tinimbang Inggris. Kadang ia melipir sedikit ke sisi kanan atau kiri kotak pinalti, kadang juga langsung menusuk ke tengah untuk membuat kiper memungut bola dari jalanya.

Baca juga Mimpi Karl Marx, Bapak Komunisme Dunia

Stuarez, Sturridge dan Suarez

Duet Daniel Sturridge dan Luiz Suarez
Duet Daniel Sturridge dan Luiz Suarez

Alkisah sebelum Mane dengan kecepatannya, Firminho dengan kecerdikannya dan Salah dengan keluwesannya membuat para fans dadakan berdecak kagum, Liverpudlian sudah punya jago gedor. Bukan hanya satu, tapi dua orang yang saling padu. Mereka adalah Daniel Sturridge dan Luiz Suarez.

Sturridge berpaspor Inggris sedang Suarez membela Uruguay, namun keduanya saling bahu membahu bikin kiper tak bisa duduk tenang. Walau lebih sering angin-anginan dan cedera, namun jika dalam performa terbaiknya, duet penyerang Anfield ini akan bikin pundi-pundi gol The Reds menggendut dengan cepat.

Pemain datang dan pergi, tetapi legenda tetap bertahan untuk berjuang.

Tak salah jika kemudian Barcelona kepincut pada Suarez. Sayangnya pemain berjudul Vampir ini pergi dengan meninggalkan luka. Ia yang adalah pengganti Fernando Torres nampaknya loncat ke Blaugrana hanya untuk mengejar gelar dan uang. Namun itu wajar, bung! Ini industri sepak bola, bukan olahraga abad pertengahan.

Walau pada akhirnya ketika di musim lalu Liga Champions mempertemukan Liverpool vs Barcelona, Suarez harus malu sambil menangis bombay, tetap itu bukan alasan untuk mengutuki kepergian si vampir.

Kopi tubruk sudah habis. Wasit sudah meniup peluit. Liverpool menang lagi. Kali ini menghajar Southampton 4 - 0, skor telak yang bikin melonjak. Gol diciptakan Chamberlain, Henderson, dan Moh Salah dua kali. Namun pemain terbaik tetaplah tak bisa dibantah, Bobby Firminho.

Akankah tiga penyerang kesayangan dunia itu menjadi legenda hingga bertahun-tahun kemudian, atau pergi satu persatu meninggalkan Liverpool? Biarlah waktu yang berbicara. Fans dadakan lebih baik diam saja sambil minum kopi susu.

0 Response to "5 Duet Terhebat Sepanjang Masa Dari Liverpool"

Post a Comment

Komentar Anda akan muncul setelah kami review.

Artikel Terbaru

Mau Kirim Artikel? Atau Tanya-Tanya? Boleh Kok

Name

Email *

Message *

Artikel Populer

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel