Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Agama di Mesopotamia Kuno

Mesopotamia adalah sebuah wilayah yang luas yang terletak di antara dua sungai besar, yakni sungai Tigris dan Efrat. Daerah ini sangat subur dan berkali-kali mengalami pergantian penguasaan. Di sana juga lahir peradaban yang cukup maju di masa itu, termasuk juga agama-agama kuno.

Dalam perkembangannya, peradaban di Mesopotamia akhirnya hancur dan lenyap. Walau begitu, secara historis, wilayah ini sangat penting. 

Selain meninggalkan banyak peninggalan berharga, Mesopotamia juga berkali-kali masuk dalam kitab suci berbagai agama, khususnya Yahudi dan Kristen.

Agama Mesopotami Kuno
Agama Mesopotami Kuno

Agama Mesopotamia harus dilihat sebagai sebuah sistem kepercayaan yang dinamis dan tidak berdiri sendiri. Hal itu karena dalam sejarahnya, muncul banyak dewa-dewa baru sebagai sesembahan utama menggantikan dewa sebelumnya.

Karakter ini berasal dari bangsa di luar bangsa Sumeria yang berhasil menaklukkan Mesopotamia dan kemudian melakukan asimilasi dan ilfitrasi budaya.

Jadi jangan heran ada banyak dewa-dewa dengan kisah yang mirip atau bahkan sebaliknya, tidak ada tautan mitologi sama sekali namun muncul dan disembah penduduk di wilayah ini. 

Letak Mesopotamia

peta Mesopotamia
peta Mesopotamia

Mesopotamia terdiri dari dua kata, yakni mesos dan patomos. Mesos artinya diapit atau ditengah, sedang Patomos artinya sungai. 

Karena letaknya yang terletak di antara dua sungai, tanah di sana sangatlah subur. Hal ini mengundang banyak komunitas, suku ataupun bangsa-bangsa di sekitarnya untuk datang dan berusaha menguasainya.

Seperti di ketahui, pada dasarnya kebudayaan kuno berpusat di daerah-daerah yang subur dan kaya air. Hal ini akan menunjang lahirnya peradaban yang bermula dari munculnya suku-suku kecil kemudian berkembang menjadi sebuah bangsa.

Jika dibandingkan dengan kondisi saat ini, maka mesopotamia terletak di negara-negara Turki, Irak, Siria dan Kuwait. 

Bangsa yang Tinggal di Mesopotamia

Karena tanahnya subur, pantas saja banyak bangsa yang silih berganti menguasai wilayah Mesopotomia. Mereka saling meninggalkan dan menumbuhkan kebudayaannya masing-masing.

Beberapa bangsa yang pernah menguasai Mesopotamia adalah : 

  • Sumeria
  • Akkadia
  • Babel atau Babilonia
  • Asyur
  • Media dan Persia
  • Yunani
  • Romawi
  • Arab

Uniknya, ketika era Mesopotamia kuno, yakni sebelum penguasaan Romawi, bangsa-bangsa di sana saling berbagi kebudayaan, sistem pemerintahan termasuk juga agama. 

Ada banyak sistem kepercayaan dan agama yang tumbuh di wilayah Mesopotamia. Umumnya mereka dianut oleh bangsa yang menguasai wilayah itu dan kemudian menghilang atau tergantikan oleh agama baru yang dibawah bangsa selanjutnya. 

Agama di Mesopotamia Kuno

Banyak sekali keunikan dan hal menarik dari agama kuno Mesopotamia. Selain terdapat banyak kisah dan epik menarik yang ternyata mirip dengan yang terdapat di Kitab Suci, juga banyak sekali hal yang dikaitkan dengan pemahaman adanya alien. 

Agama yang paling awal ada di wilayah tersebut adalah agama orang Sumeria yang bisa disebut sebagai agama Sumeria. Ini adalah salah satu bagian dari agama Mesopotamia Kuno yang menjadi fondasi bagi agama dan kepercayaan sesudahnya. 

Orang Sumeria kuno sendiri telah meninggali Mesopotamia sejak abad perunggu. Mereka membangun kota-kota dan desa-desa yang terpisah yang dalam perkembangannya menjadi sebuah kerajaan bernama Sumeria.

Agama Sumeria Kuno merupakan politeisme, yakni penganutnya menyembah banyak dewa. Kebanyakan dewa-dewi yang ada merupakan perwujudan kekuatan alam dan berhubungan langsung dengan kehidupan mereka. 

Ada tiga dewa terpenting dalam agama Sumeria Kuno, yakni :

  1. Anu
  2. Enlil
  3. Enki

Ketiganya adalah dewa utama yang sangat berperan dalam sistem kepercayaan kuno bangsa Sumeria. Anu sendiri merupakan Dewa Langit yang memiliki simbol berupa rasi bintang Draco.

Anu adalah ayah dari Enlil dan suami dari Inana yang disebut sebagai Ratu Surga. Meski pada beberapa sumber pemujaan terhadap Anu justru jarang dilakukan, tetapi bangsa Sumeria menganggap Anu sebagai pendiri Anunaki, yakni klan para dewa.

Agama Sumeria Kuno kemudian mengalami perkembangan, khususnya saat bangsa itu ditaklukkan oleh Sargon, seorang raja dari Akkadia. Ia kemudian membentuk kerajaan Akkadia yang terdiri dari orang Sumeria dan Akkadia.

Dalam agama Akkadia, Isthar atau Inana justru mendapatkan perhatian penting. Selain menjadi demi kesuburan, Isthar juga disebut sebagai dewi cinta dan kekuatan.

Sedang dalam versi Babilonia lama muncul tuhan utama yang disebut Marduk yang menggantikan peran dari Enlil. Marduk kemudian digantikan oleh Dewa Asyur, dewa utama bangsa Asyur. 

Ketika bangsa Babel, khususnya Babel Baru / Babilonia, menyerbut Mesopotamia, mereka membawa dewa mereka yang disebut Baal. Uniknya ada hubungan antara Baal dengan Isthar atau yang disebut sebagai Asytoret oleh orang-orang Kanaan dan Israel.

Jika dirunut, maka selanjutnya akan muncul Zoroaster sebagai agama utama orang Persia yang seperti diketahui menjadi penguasa dari tanah Mesopotamia.

Pada masa kuno memang saling meminjam dewa atau tuhan merupakan hal yang wajar. Termasuk juga menghilangkan karakter sakral tertentu dan menggantinya dengan karakter baru sebagai penegas kemenangan suatu bangsa atau bangsa lainnya. 

Dewa-Dewi Mesopotamia

dewa agama mesopotamia
salah satu dewi Mesopotamia

Berikut adalah beberapa nama dewa agama Mesopotamia kuno, baik yang disembah orang Sumeria, Babel, Asyur ataupun Kanaan.

  • Abgal : Tujuh utusan dari langit yang berbentuk manusia setengah ikan. Mereka membangun peradaban dan memberikan pengetahuan kepada manusia. Pada agama Babelonia, Abgal berbentuk sebagai makhluk mirip singa dengan sayap dan bisa terbang. 
  • Absu : dewa air tawar, suami dari Tiamat yang merupakan dewi air asin. Absu dan Tiamat akhirnya menyatu dan melahirkan banyak makhluk sakti dan para dewa muda lainnya.
  • Tiamat : Dewi air asin (laut?) dan ibu dari Ea. Ia juga istri dari Absu. Berdua, mereka merupakan karakter awal di Enuma Elish dan merupakan dewa orang Sumeria maupun Akkadia.
  • Adad / Ishkur : Adalah dewa petir dalam agama kuno orang-orang Mesopotamia. Ia digambarkan memiliki palu sebagai senjatanya. Keberadannya mengingatkan kepada tokoh Thor, dewa petir dari agama Nordik.
  • Adapa : Salah satu dari Abgal. Enki sempat akan memberinya makanan dewata yang akan membuatnya abadi. Tetapi Ea membujuk Adapa agar jangan mau makan apapun di tempat dewa karena ia tak mau manusia menjadi abadi. Pada akhirnya Adapa gagal menjadi dewa dan ia justru jadi manusia pertama. Ia sering disamakan dengan Adam, manusia pertama dalam Agama Kristen.
  • Adramelech : Dalam Kristen, dia adalah setan yang menuntut pengorbanan manusia, namun di agama Babelonia dia adalah dewa matahari.
  • Amurru / Martu : Dewa yang disamakan dengan dewa Adad meski sebenarnya ia merupakan dewa asing dari bangsa Amori. Ia dibawa ke Sumeria dari wilayah asal suku Amori dan Het sejak 2100 SM.
  • Antum : Dewi sembahan orang Babel kuno, dikenal sebagai dewi bumi dan kesuburan.
  • Anu : Dewa utama dan pertama yang merupakan ayah dari Enlil dan suami dari Antu. Dialah yang menciptakan Annunaki dan dewa-dewa lainnya. Bentuknya digambarkan seperti banteng.
  • Asyur : Sebenarnya merupakan dewa bangsa Asyiria namun terbawa juga ke dalam agama Mesopotamia kuno. Dia digambarkan sebagai dewa tertinggi dan penguasa surga meski pada perkembangan selanjutnya karakternya menjadi lebih mirip Marduk dan dewa-dewa Sumeria lainnya.
  • Baal atau Bel : Dewa orang Babel yang kemudian masuk agama Sumeria dan menjadi anak dari Enki. Baal digambarkan sebagai Marduk, yakni dewa yang cerdas dan penguasa pengetahuan.
  • Dagon : Dewa kuat yang berasal dari Babelonia dan dikenal oleh masyarakat di Sumeria sebagai dewa pertanian dan kesuburan. Popularitas Dagon bahkan sampai ke Palestina yang dihuni bangsa Filistin. Mereka menyembah Dagon sebagai tuhan. Ia digambarkan sebagai setengah manusia dan setengah ikan.
  • Enki atau Ea : Pada beberapa sumber dikenal sebagai dewa orang Akkadia dan merupakan salah satu dewa awal. Ia berperan dalam menyelamatkan umat manusia yang terkena banjir besar dengan menyuruh mereka membuat kapal raksasa. 
  • Erra atau Irra : Merupakan dewa perang bangsa Babel.
  • Gilgamesh : Karakter utama dalam Epic Gilgamesh dan merupakan tokoh yang berperang melawan beberapa dewa sekaligus.
  • Lamasu : Makhluk mitologi kuno berbentuk banteng berkepala manusia dan bersayap raksasa.
  • Marduk : Dewa orang Babel yang masuk di kemudian hari dalam agama Sumeria-Akkadia. Ia adalah dewa perang yang kuat dan berani melawan Tiamat. Marduk juga dimasukkan ke dalam agama orang Asyria sebagai sembahan mereka.

Itulah dewa-dewa orang Mesopotamia yang ternyata tidak hanya terdiri dari satu latar belakang saja, melainkan gabungan dari banyak budaya.

Pada akhirnya ada juga upaya untuk mencari kesamaan antara dewa-dewa tersebut dengan karakter yang ada dalam agama Yunani kuno.

Selain itu perlu juga diperhatikan bahwasanya agama Mesopotamia ini menjadi inspirasi bagi berkembangnya banyak kisah-kisah modern, seperti cerita fiksi tentang Annunaki, sebuah kelompok alien yang datang ke bumi untuk mengajarkan banyak hal kepada umat manusia.

Terima kasih sudah membaca. Nantikan tulisan selanjutnya tentang : 

Sumber : 

Adi
Adi Saya adalah seorang bloger yang sudah mulai mengelola blog sejak 2010. Sebagai seorang rider, saya tertarik dengan dunia otomotif, selain juga keuangan, investasi dan start-up. Selain itu saya juga pernah menulis untuk media, khususnya topik lifestyle, esai lepas, current issue dan lainnya. Blog ini terbuka untuk content placement, sewa banner atau kerja sama lain yang saling menguntungkan.

Posting Komentar untuk "Agama di Mesopotamia Kuno "