Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kenapa Sekarang Blogger Susah Mendapatkan Trafik?

Kenapa sekarang susah mendapatkan trafik untuk blog? Pertanyaan ini menghantui saya, khususnya setelah melihat dan menganalisa perkembangan trafik beberapa web dan blog yang saya kelola, termasuk blog Catatan Adi ini.

Jawaban yang bisa saya tawarkan terkait isu kenapa susah dapat trafik blog jaman sekarang ada tiga macam: perubahan gaya membaca masyarakat Indonesia, transformasi media konvensional menjadi digital dan bangkitnya marketplace.

Dalam artikel kali ini, saya akan coba mengulas mengenai ketiga jawaban tersebut dan semoga bisa membantu kawan blogger sekalian untuk mendapatkan trafik blog.

Perubahan Gaya Membaca

masyarakat lebih suka membaca di medsos daripada blog
perubahan gaya membaca masyarakat

Pada periode 2010-2016, blog menjadi salah satu alat utama untuk bisa berkomunikasi, mengembangkan passion menulis dan khususnya mencari informasi.

Pada saat itu belum banyak aplikasi instant messaging dan media sosial sehingga blog, baik Blogspot maupun Wordpress menjadi sarana mencari pengetahuan, wawasan dan informasi.

Mari kembali ke masa-masa keemasan blog yang mungkin tidak akan pernah terulang lagi sampai kapanpun di masa depan : 

  1. Ketika ingin mencari hal-hal yang tidak tersedia di buku ataupun perpustakaan, maka netizen era 2010-2016 mencarinya di internet. Dan pada saat itu, khusus di Indonesia, para bloggerlah yang menjadi sumber informasi utama. Blogger adalah pahlawan literasi, karena merekalah yang mencari referensi, mengolahnya menjadi artikel lalu mem-publish untuk masyarakat. 
  2. Bloger dan blog juga menjadi sarana utama untuk menulis. Selain itu, sesama blogger akan sukarela meninggalkan jejak berupa komentar atau bahkan menyematkan blog yang mereka sukai ke blog mereka, atau yang biasa disebut blogroll. Kegiatan blogwalking sekarang masih ada tapi jauh menurun drastis jika dibanding era-era tersebut. 
  3. Walau jumlah pengguna internet belum banyak dan internet belum semudah sekarang untuk dinikmati, tetapi orang-orang ramai-ramai membaca dan mengunjungi blog-blog kesukaan mereka. Alhasil ada banyak blog legend yang menjadi sumber bacaan para netizen, seperti Enigma Blogger, Ndoro Kakung, Raditya Dika, Bena Kribo, Dee Lestari, Bumi Manusia, ataupun lainnya. 

Itulah masa lalu. Dengan segala kesulitan mengakses internet (harus pergi ke warnet), justru blog berkembang pesat.

Bagaimana dengan sekarang? Orang-orang lebih memilih platform lain untuk mengekspresikan hobi dan pikiran mereka, khususnya dalam hal tulis menulis dan membaca.

Sedikit orang yang masih menggandrungi blog, khususnya yang masih berdomain blogspot atau wordpress gratisan. Semua hal bisa didapatkan dari Line, channel Telegram, Instagram atau bahkan Tiktok dan khususnya Facebook serta Twitter.

Terlebih lagi saat munculnya Youtube, maka masyarakat dimanjakan dengan konten informatif berbentuk video ataupun podcast. Alhasil pembaca yang tersedia untuk dijadikan trafik menurun total.

Apalagi jenis gaya membaca masyarakat Indonesia, menurut saya, masih menyukai berita pendek dan viral, bukannya informasi yang panjang yang dianggap melelahkan. 

Transformasi Media Massa

munculnya koran online
munculnya koran online

Jaman dulu, Kompas dan Suara Merdeka adalah koran. Maksudnya apa? Ya koran dalam arti sebenarnya. Namun sekarang mereka dan ratusan koran lainnya lebih mengutamakan platform digital. 

Alhasil munculnya web berita ini juga menghancurkan komunitas blogger. Orang lebih suka membaca detik.com, kompas ataupun tribun karena memang selain menguasai SEO, mereka juga membabat habis semua keywords.

Adalah hal yang umum sekarang web sepakbola membahas pertanyaan mata pelajaran IPS. Atau media massa berbasis berita politik mengulas resep makanan. Menggelikan? Mau heran tapi itu demi cuan. 

Ya benar, cuan alias keuntungan adalah jawaban mereka bertransformasi dan membahas segala hal. Blogger akan sulit melawan mereka karena media massa punya modal besar, khususnya untuk menyewa blogger itu sendiri menjadi penulis walaupun dengan gaji yang tidak besar-benar amat.

Bangkitnya Marketplace 

ilustrasi marketplace
ilustrasi marketplace

Ingat bahwa dulu blog juga digunakan untuk melakukan afiliasi atau bisnis affiliate. Tapi bagaimana jika semua orang sekarang bisa jualan di marketplace yang tentu sudah dibangun oleh para insinyur IT hebat? Tentu blog akan tumbang. 

Marketplace membuat orang menjadi lebih suka membeli online tanpa perlu susah-susah mengunjungi blog yang memasarkan barang-barang tersebut.

Jadi itulah alasan kenapa sekarang susah mendapatkan trafik blog. Jangan menyalahkan kemampuan SEO Anda, tetapi memang inilah faktanya. Para blogger sedang berjuang membuat konten bagus sekaligus mencari pembaca sambil berkompetisi dengan web bermodal raksasa. 

Bahka blog yang membahas tutorial blogging sekarang juga masuk ke golongan suram, mengingat mereka harus berhadapan dengan Niagahoster, Domainesia maupun penyedia hosting lainnya yang rutin menerbitkan artikel tentang tutorial blog. 

Sebenarnya hal ini ada efek positifnya juga, yakni membuat blog kembali menjadi alat utama seperti tujuan awalnya, berbagi pengalaman, opini dan ide. Bukan semata cari trafik demi meraup keuntungan dari Google AdSense.

Adi
Adi Saya adalah seorang blogger yang sudah menulis di blog sejak 2010. Blog ini terbuka untuk berbagai kerjasama, seperti sewa banner, content placement ataupun review produk.

1 komentar untuk "Kenapa Sekarang Blogger Susah Mendapatkan Trafik?"

  1. kalau mau nyari uang dari blog, sebaiknya jangan fokus ke google adsense. Bisa untuk jualan. Karena sainganna trafik dgn web besar macam tribunnews, detik, kompas, dan lain-lain yang semua topik dibahas. kalau mau nyari dari klik iklan, coba dar yutube, adbreak facebook..

    BalasHapus