Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips dan Pengalaman Berjualan Online di Facebook [Sepanjang 2009-2020]


Facebook bisa menjadi sumber pemasukan andai tahu rahasianya. Dan dalam kesempatan kali ini, seperti biasa aku akan berbagi tutorial bermanfaat untuk kamu pembaca setia Catatan Adi.

Jika kemaren sudah daku bagikan tips berbisnis jual beli sepeda motor bekas, maka saat ini bisa lebih hebat lagi, yaitu bagaimana membuat Facebook dapat memberikan uang bagi kita.

tips jualan online di facebook agar laku keras
Jualan Online dengan Facebook
Apakah bisa? Sudah dilakukan sendiri? Sudah pernah daku lakukan dan akan kubagi semuanya disini tutorial plus pengalamanku dengan sebenar-benarnya dan sejelas-jelasnya.

Memang dalam beberapa waktu ini aku mengubah konten dari Catatan Adi menjadi sarana menuliskan apa yang sudah aku dapatkan dari internet, entah itu media sosial, aplikasi serta situs penghasil uang atau tips-tips meningkatkan pendapatan tambahan melalui internet. Ini semua agar makin banyak orang termotivasi sekaligus tidak patah semangat dalam menjalani hidup di tengah kondisi yang memang penuh tekanan.

Disclaimer saja sebelum aku lanjutkan, bahwasanya aku sekarang tidak lagi fokus di facebook, karena sudah tersita waktuku untuk kerja di dunia nyata dan membangun blog.

Walau pengalamanku ini sekitar 2009-2020, tetap saja aku yakin ada yang bermanfaat dan bisa kalian ambil faedahnya. Jika nanti ternyata ada yang berbeda, yakinlah bahwa itu memang karena keadaan sudah berubah, termasuk algoritma, UI/UX, peraturan, dll yang di luar sepengetahuanku. Bolehlah pembaca yang budiman mengkoreksi ataupun memberi satu dua masukan berharga agar bisa ku-update konten ini sehingga adapun faedahnya bisa lebih terasa, mengena dan besar bagi khalayak.

Semua yang aku tuliskan memang aku jabarkan tetapi tidak aku mendetailkan kisah-kisahnya. Aku seleksi saja mana yang bisa membawa manfaat bagi pembaca. Sungguh-sungguh niatku supaya bisa memberi motivasi khususnya bagi mereka yang harus menanggung beban keluarga namun terpukul oleh keadaan yang menyedihkan ini, semacam dirumahkan, pemotongan gaji ataupun pemutusan hubungan kerja. Untuk itu mari kita saling membantu di saat sulit seperti ini dan mengamalkan sila ketiga Pancasila, termasuk memberikan motivasi dan inspirasi. 

Aku tuliskan secara cermat menurut history dan kronologi waktu, adapun daku memang orang yang suka pelupa jadi dimaafkan saja bila ada alur waktu yang salah namun tentu saja itu tidak mengurangi niatku membagi apa yang sudah aku alami. Bukankah sebaik-baik orang adalah yang bermanfaat kepada sesamanya.

Inilah kisah dan pengalamanku mendapatkan uang dari Facebook. Silahkan dicontoh bila dirasa baik adanya dan memungkinkan untuk kamu semuanya.

Pengalaman Berjualan di Facebook

Dalam bagian ini aku akan berbagi pengalamanku menjadikan Facebook sebagai sumber penghasilan melalui jual beli online.

Menjual Barang Bekas

Jadi jauh sebelum ada Instagram, orang-orang sangat keranjingan main Facebook. Itu bertepatan dengan kematian Friendster dan belum mantapnya Twitter mengusung konsep free speech social media.

Sebagai media sosial terkuat saat itu, Facebook menawarkan banyak hal. Padahal ketika itu fiturnya sangat simpel serta belum ada algoritma internet bersih yang digadang-gadang pemerintah melalui Kominfo.

Pada saat itu muncul juga sebuah platform jual beli yang sangat visioner, bernama Toko Bagus. Kalau kalian masih ingat, Toko Bagus ini sangat hebat. Dia fokus menjual barang bekas.

Banyak orang akhirnya ‘membawa’ konsep Toko Bagus ke Facebook. Mulailah bermunculan grup-grup jual beli dengan nama yang penuh nuansa lokal, seperti Tokobagus Medan, Tokobagus Klaten, Tokobagus Makasar, Tokobagus Sidrap, Tokobagus Bone, dll.

Sebagai seorang internet addict yang bisa menghabiskan waktu 12 jam main internet, aku juga turut meramaikan fenomena hype ini.

Taktikku cukup gampang. Aku cari barang bekas dari teman-teman kos yang mau pindah, akan lulus atau tidak dibutuhkan lagi terus aku posting di grup jual beli di Facebook. Keuntungan aku tekan hingga hanya dapat receh. Ini bukan tanpa alasan. Dapat sedikit tak apa asal rutin. Alhasil usahaku lumayan. Setiap hari aku bisa menjual antara lima hingga sepuluh barang.

Kenapa fokus jual barang bekas? Karena harganya murah bahkan gratis serta biasanya banyak yang membeli asal masih layak. Andai ada komplain aku bisa mengatakan memang itu bekas dan pembeli sudah sadar. Jadi sangat sedikit kritik atau komplain yang daku dapatkan.

Menjadi Reseller Buku

Ini juga pernah aku alami. Pertama adalah karena aku ikut jual buku-buku bekas dari kakak tingkat maupun teman sebaya. Ternyata laku keras. Akhirnya aku mencoba cara baru, yaitu jualan buku secara reseller.

Aku cari forum buku di internet, Kaskus, maupun Facebook lalu aku lihat buku yang paling sering dibeli. Kamu harus jeli atau bakalan rugi. Ada beberapa jenis buku yang pasti laku, antara lain :
  • Tutorial lulus Psikotest
  • Buku-buku panduan masuk UMPTN
  • Buku-buku CPNS
  • Buku-buku teori kuliah
  • Buku praktikum kuliah
  • Buku diktat kuliah

Nah aku ikutan jualin buku-buku yang aku beli dari forum. Kadang aku juga mencari mereka yang mau lulus lalu kutawar dengan harga supermurah. Mereka mau bahkan berterima kasih. Iya, mungikin karakter bangsa kita males nyimpen buku jadi apa yang aku lakuin dianggap sangat berjasa.

Dari situ aku jual dan posting di semua akun Facebook, grup dan akun wall teman-temanku. Memang harus agresif kalau mau untung. Jaman dulu, daku mudah sekali bikin banyak akun karena memang memungkinkan, namun sekarang rasanya sedikit lebih sulit.

Menjadi Dropshipper

Lalu muncullah sistem dropshipper. Ini sekitar tahun 2014. Aku coba mendaftar. Ada yang berbayar ada yang gratis. Aku coba main yang lebih besar, seperti pakaian, parfum dan sepatu. Memang kita enggak repot buat packing tetapi ternyata keuntungannya sangat sedikit. Ini karena sudah ditentukan oleh pemilik toko atau business owner.

Aku cukup lama main dropshipper bahkan seiring perkembangan teknologi, khususnya hadirnya Blackberry dan Android, teknik dropshipperku bertambah. Aku menggabungkan toko online dan Facebook.  

Menjual Action Figure

Ini aku ikut-ikutan kakak kelas. Menjual action figure semacam mainan dan ini barang mahal. Peminatnya sedikit tetapi selalu ada pesanan. Mungkin hal ini bisa dikau contoh. Carilah barang yang unik tetapi sudah pasti ada basis pembelinya.

Menjual Properti

Nah, sekarang aku cerita ke yang paling menguntungkan. Jualan property. Ini modalnya juga besar, karena aku berburu property di desa dan luar kota. Bahkan beberapa kali luar pulau namun sering gagal daripada berhasil. Tetapi satu kali clossing saja keuntungannya bisa sampai puluhan juta.

Aku pernah beberapa kali berhasil menjual tanah, rumah, ruko, gudang dan bekas pabrik. Ada yang karena usaha sendiri ada yang dibantu teman jadi keuntungan dibagi.

Gampang kok, caranya sudah aku beberkan di cara menghasilkan uang lewat hp yang mungkin menarik untuk kamu baca.

Teknik Menjual di Facebook

Setelah aku bahas pengalamanku berjualan online lewat Facebook, kini aku akan beberkan pula beberapa teknik dan rahasia agar jualanmu cepat laku. Syukur-syukur kamu bisa melebihi daku.

Memanfaatkan Fanspage

Jaman sekarang fanspage sudah berkembang dan bisa memiliki tools maupun feature yang luar biasa. Ada mencantumkan nomo WA sehingga bisa lebih responsif. Dahulu tidak, hampir mirip sekali dengan akun Facebook biasa. Aku gunakan Fanspage untuk bisa lebih leluasa tanpa perlu menunjukkan akun pribadiku.

Memanfaatkan Marketplace

Sejak tahun 2018 nampaknya Facebook ingin menjaring potensi online trading yang memang lagi marak secara global. Apakah mereka mau melawan Amazon dan Alibaba? Mungkin saja. Buktinya ada fitur Marketplace alias pasar digital. Di situ langsung ada fitur harga dan foto barang. Manfaatkan itu. Tulis harga tawarmu, jangan sampai bilang ‘cek PM’ ya, itu sangat tidak etis menurutku. Orang juga males.

Memanfaatkan Grup

Ini yang paling bener-bener efektif. Carilah grup yang sebenarnya bukan grup jual beli. Semacam, penggemar anime Dragon Ball. Lalu aktiflah beberapa lama. Rajin-rajinlah posting. Cari jenis postingan yang bakal punya traffic dan enggament tinggi. Setelah itu pada waktunya postinglah jualanmu dengan halus. Ingat, pake jurus soft selling. Kaya gini kalimatnya.

‘Ini aku beli di Hongkong setahun yang lalu, masih bagus. Cuma aku juga butuh buat beli buku kuliah. Mungkin ada yang mau adopsi, bisa hubungi aku ya. Barangnya mulus.’

Itu contohnya walau masih terlihat agresif juga. Intinya buat narasi dan seolah-olah bukan menjual semata.

Memanfaatkan Caption

Caption itu penting, jangan Cuma foto dan harga saja. Tulis juga kelebihan, fungsi, cara pemakaian atau bahkan kekurangan. Maklum saya main di barang bekas jadi tidak banyak komplain. Sertakan juga hashtag yang nanti akan membantumu muncul di algoritma Facebook.

Teknik Berbayar

Ini modalnya besar. Aku akan bagikan di lain waktu tentang cara meningkatkan penjualan lewat Facebook agar modal tidak sia-sia. Namun untuk saat ini cukuplah teknik di atas yang daku bisa bagikan. 

[Kesimpulan]

Itulah beberapa penjabaranku mengenai cara-cara mendapatkan uang dari Facebook. Mungkin ada yang sudah kalian coba ada juga yang baru. Tidak apa-apa, coba saja semuanya, siapa tahu bisa jadi saranan nambah uang jajan.

Aku hanya ingin mengingatkan tidak ada pekerjaan yang memberikan penghasilan secara instant. Semua butuh proses. Jika sedang terpuruk, carilah cara untuk melompat. Tidak ada yang tidak mungkin asal selalu berusaha.

[Call To Action]

Bagaimana, apakah konten Catatan Adi tentang cara dapat uang lewat Facebook ini sudah cukup bermanfaat? Jika ada pertanyaan silahkan tulis di kolom komentar, aku dengan rendah hati akan mencoba menjawab semampuku. Jika ingin membantu sesama kalian, silahkan saja share ke sosmed, WA group atau Channel Telegram. Siapa tahu artikel ini bermanfaat untuk orang lain yang sedang bingung mencari pintu rejeki.

Catatan Adi
Catatan Adi Seorang penulis freelance dan pengamat fenomena sosial.

Posting Komentar untuk "Tips dan Pengalaman Berjualan Online di Facebook [Sepanjang 2009-2020]"

Berlangganan via Email