Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengapa Orang Suka Main Media Sosial?

Fenomea Media Sosial - Apakah Anda mengenal seseorang yang saat ini tidak memiliki akun medsos apapun? Cukup jarang ya? Justru yang sering terjadi orang-orang memiliki berbagai social media.

Mengapa Orang Suka Main Media Sosial? - catatanadi.com
Media Sosial

Fenomena mengenai merebaknya social media ini cukup unik mengingat hal tersebut 'menjangkiti' seluruh elemen masyarakat dari berbagai profesi, agama, pandangan politik, hingga strata sosial. 

Media sosial memang memainkan peranan yang luar biasa, bukan hanya sebagai sarana untuk mengikat tali persahabatan, mengumpulkan teman yang tinggal di tempat berjauhan hingga wadah berkomunikasi antar anggota keluarga besar. 

Sekarang media sosial telah berkembang menjadi sarana promosi, kampanye politik hingga saluran penyebar kebencian. Sungguh disayangkan mengingat sebenarnya dengan teknologi ini kita bisa melakukan berbagai hal positif yang bermanfaat.

Saya sendiri juga terbilang seorang internet addict. Hampir semua social media ataupun aplikasi keluaran terbaru selalu saya coba.  

Selain mengurus catatanadi.com dan beberapa blog lainnya, saya juga pernah menjadi admin social media, sebuah pekerjaan yang belum tentu semua orang tahu. 

Ya, saya berhasil memanfaatkan internet untuk mendapatkan penghasilan. Di sinilah salah satu sisi positif dari dunia maya yang bisa saya rasakan. 

Selain karena untuk pekerjaan, saya juga suka mengamati perkembangan media sosial baik dalam tataran dalam negeri maupun internasional. Dari hasil pengamatan saya tersebut, akhirnya lahirlah artikel yang sedang Anda nikmati dengan topik mengapa orang suka main medsos? Ngapain sih mereka semua di socmed itu? 

Penasaran khan? Maka inilah hasil riset terbaru saya yang berhasil mengungkap alasan orang-orang suka mantengin social media.


Eksistensi

Iya, ini sering kita lihat. Ada orang yang di dunia nyata kalem, pendiem dan jarang ngomong tapi begitu masuk dunia maya langsung beringas, dan ganas kaya habis makan nanas satu kebon. 

Inilah inti dari kemanusian : manusia butuh pengakuan. Ketika mereka tidak mendapatinya di dunia nyata, maka jangan heran kemudian lari ke dunia maya. 

Kalo kata anak twitter ada yang namanya alter account. Para user aplikasi burung biru yang dengan tanpa malu-malu mempertontonkan eksistensi dari karakter yang selama ini mereka sembunyikan. 

Sayangnya netijen 62 belum cukup dewasa untuk menerima fakta bahwa teman, ibu, klien atau anak buah mereka butuh sarana penyaluran nafsu eksitensi ini. Maka banyak yang akhirnya memilih menggunakan fitur anonim, seperti ketika mereka terlibat diskusi di Quora atau forum internet.

Eksistensi ini bisa berakar pada jiwa narsistik. Bisa juga sebagai sarana pemberontakan akan kondisi dari masyarakat di dunia nyata yang terlampau menekan dengan brutal. Mereka ingin menjawab campur tangan negara dan society tersebut dengan cara berkiprah di dunia maya. Familiar dengan Reddit? Itu juga salah satunya. 

Juga mereka yang sangat eksis di instagram dengan cara memamerkan berbagai foto, mulai dari selfie dengan topi babi, aneka foto makanan milik orang lain, hingga kegiatan liburan di luar negeri. Semua demi eksistensi.


Bisnis 

Banyak orang tidak menyadari internet bisa menghasilkan uang yang berlimpah. Jangan dikira mereka yang streaming main cacing di facebook itu iseng dan kebanyakan waktu. Mereka mengincar uang.

Di dunia per-youtube-an, para video maker dan content creator itu akan mendapat berbagai penghasilan jika konten yang mereka buat ditonton banyak orang. Salah satu yang paling mudah adalah dengan Google Adsense.

Saya sendiri sudah lama menyadari hal ini. Platform upwork sudah lama saya tekuni walau pemasukan terbesar masih dari blog. Ohya, mereka yang mengetik berbagai artikel, tutorial dan resep masakan itu juga mengincar uang. Baru tahu, ya?

Para selebgram seperti awkarin atau youtuber macam Nex Carlos mendapatkan uang dari aktivitas digital mereka. Dua orang tersebut dan banyak lagi lainnya mampu memanfaatkan teknologi dengan baik.

Lagi-lagi sayang banyak orang yang tidak bertanggung jawab demi mengais rupiah dari dunia maya. Mereka dengan tega menyebar hoax, kebencian dan spam tanpa mempedulikan efek yang bisa ditimbulkan. Jadi kalau ada salah satu pembaca Catatan Adi di sini yang mau menekuni dunia maya dengan menjadi buzzer atau content creator, tetaplah gunakan hati nurani.

Untuk kalian yang ingin mencoba mendapatkan penghasilan tambahan silahkan tingkatan skill dan manfaatkan dunia maya dengan baik. 


Ideologis

Ini yang sebenarnya cukup berbahaya sih. Orang-orang yang haus akan ketenangan jiwa kemudian mencari orang-orang yang sejalan dengan mereka di internet. Sebagai sebuah dunia tanpa pengawasan dan pagar, apalagi kalau bisa Bahasa Inggris, internet memang menawarkan banyak yang tidak bisa didapatkan dari sekolah, organisasi keagamaan, kampus, masyarakat hingga televisi. 

Ingat bagaiamana ternyata ISIS dan organisasi teroris serta kelompok intoleran lainnya ternyata juga memanfaatkan dunia maya untuk merekrut simpatisan? Iya, mereka juga menyadarinya dan kemudian memaksimalkannya.

Meskipun kini filter di youtube dan tumblr sudah ditingkatkan namun belum cukup mampu untuk mengawasi semua orang dari bujuk rayu para agitator ISIS atau organisasi sejenis.

Ketika sudah kepincut, maka jangan heran ada saja orang yang menyebarkan berita palsu di facebook, twitter, hingga grup WA keluarga. Padahal kalau mau pake otak sedikit, tentu semua berita itu tidak benar. 

Kesimpulan : Media Sosial Menawarkan Surga Baru

Inilah kesimpulan yang ingin saya bagikan kepada para pembaca Catatan Adi semua. Internet dan segala yang ada di dalamnya sudah berkembang sedemikian pesat. Bisa jadi orang akhirnya terjebak di sana karena telah merasa mendapatkan surga baru. Sebuah tempat yang nyaman yang tidak bisa mereka dapatkan di dunia nyata. 
Catatan Adi
Catatan Adi Seorang penulis freelance dan pengamat fenomena sosial.

Posting Komentar untuk "Mengapa Orang Suka Main Media Sosial?"

Berlangganan via Email